My Husband Beloved

My Husband Beloved
Episode 24


__ADS_3

ZM Schmitz Mansion,Roma,Italia


19:05


Malam hari ini orang tua zevano datang ke mansion mereka dan ditambah kehadiran sepupu dan juga keponakan zevano yang berarti keponakan Marcella juga


Kini mereka sedang makan malam bersama tanpa ada pembicaraan diantara mereka,karna zevano paling tidak suka jika sedang makan sambil berbicara dan itu sudah diajarkan oleh papinya dari kecil


Mereka sedang menatap Marcella yang sedang menyuapi callista dengan sangat telaten,mereka tersenyum dan sangat bangga terhadap marcella karna ia memiliki sifat keibuan dan juga penyayang bahkan calissta pun yang susah sekali akrab dengan orang tetapi saat bertemu dengan marcella ia langaung akrab.


Bahkan makanannya pun belum sama sekali disentuh. Gernald menatap putrinya yang terlihat sangat senang disuapi oleh Marcella,karna bagaimana pun putrinya belum pernah disuapi ataupun kasih sayang dari sosok ibunya,ia tau putrinya membutuhkan sosok ibu tetapi ia belum bisa memberikannya. Karna ia masih mencintai istri nya yang sudah pergi meninggalkan mereka berdua untuk selamanya


"Biarkan susternya yang menyuapinya,kau habiskan makananmu"datar


"Tidak ini sedikit lagi,ya kan sayang"ucap Marcella kepada calissta yang mengangguk


"Suster"ucap gernald setelah mendapatkan kode dari zevano


"Baik tuan"suster yang menjaga calissta


Suster itu yang ingin mengambil alih makanan calissta disingkiri oleh Marcella


"Selama Calissta berada disini,aku yang akan mengurusnya,kau bikin susu saja sana"dingin


"Sayang"dengan nada penekanan


"Ayolah Zee,nanti aku akan makan sehabis ini janji"memelas


Zevano menghela nafas berat lalu melanjutkan makan malam nya,sedangkan jhonas dan Chelsea menggelengkan kepalanya melihat putranya dan juga menantunya


Marcella melanjutkan menyuapi calissta sesekali membersihkan mulut calissta yang belepotan


"Aku keruang kerja"Datar


"Hmm"gumam


Zevano beranjak dari duduknya yang diikuti oleh gernald


"Cella"Panggil chelsea


"Iya mi"menoleh


"Apa kau sudah ada tanda tanda??"tanya chelsea


"Tanda tanda apa??"pura pura tidak tahu,karna ia tahu maksud dari perkataan mertuanya


"Hamil"ucap chelsea


"Pernikahan kami baru ada sebulan lebih mi,tapi kita lagi berusaha kok mi"ucap Marcella yang tak enak


"Bikinnya aja belum pernah,gimana mau berusaha lagian aneh aneh aja baru sebulan udah ditanyain udah hamil apa belum"dalam


"Baguslah jika kalian sedang berusaha,mami dan papi ingin sekali menimang cucu karna usia kami akan semakin tua,jika kalian memang benar benar menundanya,tapi kami sangat senang jika kalian sedang berusaha"Tersenyum


"Iya mi"kikuk


"Bagaimana kabar orang tuamu,papi sangat ingin menemui mereka"ucap jhonas


"Dady dan momy sedang ada di spanyol ada urusan kerjaan pi"berbohong

__ADS_1


"Owh begitu,lalu kakakmu??kmren papi ada janji temu dengannya tetapi kata sekretatisnya kakakmu sedang tidak ada disini"ucap jhonas


"Kakak ada di amerika karna orang tuannya kak jesi sedang sakit pi"ucap Marcella


"owh seperti itu"mengangguk


"Mi pi cella mau ngambil minuman dulu ya"senyum


"Iya sayang"ucap chelsea


"Lissta sama suster dulu ya"memberikan calissta kepada susternya


"Iya aunty"ucapnya


Marcella meninggalkan orang tengah menuju dapur untuk membuatkan mertuanya minuman,ia bisa saja memanggil pelayan tetapi ia ingin menghindar dari pertanyaan yang lebih jauh lagi dari ibu mertuanya,walau tadi sempat dihalangi oleh pertanyaan dari jhonas


Saat sedang membuatkan minuman,ponsel Marcella begetar saat ia melihat ponselnya ia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal


Prang..


Marcella menjatuhkan gelasnya,karna ia sangat terkejut dan takut saat membaca isi pesan dari orang yang tidak dikenal


Sedangkan diruang tengah,zevano yang sedang menanyakan ke berada Marcella kepada orang tuannya,dikejutkan oleh pecahan benda yang arahnya dari dapur


Dengan terburu-buru zevano berlari menuju dapur dan melihat apa yang terjadi,saat sudah didapur ia melihat Marcella sedang berdiri dengan kaku dengan wajahnya yang terlihat ketakutan


"Arcella kau kenapa??"Khawatir dan panik


Marcella langsung memasukan ponselnya kedalam saku celananya,zevano yang melihat Marcella terburu buru memasukan ponselnya semakin penasaran


"Ah aku tidak papa ia tidak apa apa""sedikit begetar


"Ah ini tidak apa apa,aku akan mengobatinya"langsung membuka lemari dan mengambil kotak p3k


Zevano yang melihat ke anehan dari Marcella merasa ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan dari dirinya


"Apa ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan dariku??"menatap tajam


"T-tidak ada"gugup


"Kenapa kau terlihat ketakutan tadi??kau juga sangat gugup sekali??saat aku datang kau langsung memasukan ponselmu dengan sangat terburu buru??"bertubi tubi


"Zee bisa tolong obati"mengalihkan pembicaraan


Zevano duduk dihadapan Marcella dan mengangkat kakinya dikedua pahanya,lalu mengobatinya dengan sangat pelan


"Apa sakit"mendongak


"Tidak"dingin


"Pertanyaan ku belum kau jawab,kenapa kau tiba tiba aneh perasaan tadi baik baik saja"datar


"Aku tadi melihat tikus tadi,karna aku terkejut aku menjatuhkan gelas,saat kau datang aku tadi reflek memasukan ponselku"bohong nya


"Perasaanku disini tidak ada tikus,dari mana datangnya tikus itu"memojokan Marcella ia tau bahwa Marcella saat ini sedang berbohong kepadanya


Marcella terlihat gugup,ia bingung mau menjawab apa,ia juga sangat bodoh sekali mana mungkin mansion sebesar ini ada tikus mustahil banget


"Selesai,sekarang istirahat lah duluan,aku masih ada pekerjaan"datar

__ADS_1


"Huft.. Selamat"dalam hati


Zevano mengecup kening Marcella,setelah itu ia meninggalkan Marcella di dapur yang masih duduk dan terdiam disana


Didalam ruang kerja zevano sangat mencurigai oleh ponsel marcella,ia tahu pasti ada sesuatu dalam ponsel marcella,tetapi tidak ada satu pun pesan atau telfon yang masuk ke ponsel nya . padahal ia sudah menyadap ponsel Marcella


Karna ia penasaran apa yang sedang ditutupi oleh istrinya ia membuka laptopnya dan melihat cctv yang ada di dapur


Disana ia melihat istrinya sedang membuat minuman,setelah itu istrinya mengambil ponselnya didalam sakunya,terapi itu bukan ponsel biasanya yang sering dipakai oleh Marcella, ia pun mengezoom layar laptop dan benar saja merk ponselnya memang sama tetapi warnanya berbeda


"Ternyata kau memiliki dua ponsel tanpa sepengetahuan aku gadis kecil"menyeringai


Ia melanjutkan melihat cctv dan benar saja disana Marcella menjatuhkan gelasnya setelah membaca isi pesan dari ponselnya


Ia menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamarnya


Ia melihat Marcella sedang duduk ditempat tidur dengan sangat gelisah


"Apa yang sedang kau pikirkan??"datar


"Kau sudah kembali"dingin


"Hmm"gumam


"Aku sudah menyiapkan air panas untukmu"dingin


Zevano melepaskan kaosnya didepan Marcella lalu menaruhnya ditempat baju kotor,setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi


"Siapa orang itu??baru kali ini ada orang yang ngirim pesan seperti itu??"menerka nerka dalam hati


Marcella bangun dari tempat tidurnya,ia menuju balkon karna ia membutuhkan udara yang segar


Saat ia membuka kedua matanya,ia melihat ada seseorang dibalik pohon pohon menggunakan baju serba hitam,ia menunjuk ke arah Marcella menggunakan pisau setelah itu pisau tersebut diarahkan dileher orang itu


Marcella gemetar ketakutan ia langsung masuk kedalam dan mengunci pintu balkon


Dengan bersamaan zevano yang baru saja keluar dari kamar mandi,ia melihat Marcella sedang mengunci pintu balkon dengan sangat tergesah-gesah


"Kau kenapa??"melihat Marcella yang seperti ia lihat didapur yang terlihat sangat ketakutan


"T-tidak apa apa"gugup


Zevano yang ingin membuka pintu balkon dihalangi oleh Marcella


"K-au mau ngapain"gugup


"Minggir"datar


"Tidak"ucapnya


"Minggir arcella,jangan sampe aku mendorongmu"datar


Marcella pun akhirnya minggir dan membiarkan zevano membuka pintu balkon. Tapi ia langsung naik ke atas tempat tidur dan menyelimutinya sampai dada


"Ya tuhan aku sangat takut sekali,momy dady kakak aku merindukan kalian"nangis dalam hati


Zevano melihat sekeliling area mansionnya,tidak ada apa apa,tetapi kenapa Marcella terlihat sangat ketakutan seperti hal nya di dapur


Ia masuk kedalam,ia melihat Marcella sudah tertidur dengan selimut yang menutupinya sampai dadanya

__ADS_1


Ia benar benar dibuat aneh oleh istrinya,sebenarnya apa yang sedang disembunyikan oleh istrinya. Jalan satu satunya adalah ponsel istrinya yang satunya lagi agar ia tahu apa yang sedang disembunyikan oleh istrinya


__ADS_2