
Luish Mansion,Roma,Italia
"Karna kalian sudah ada disini.. Kami ingin memberikan sesuatu kepada kalian"ucap jhonas
Marcella langsung menoleh ke zevano begitupun juga dengan zevano
"Why??"datar
"Papi sama mami hanya bisa memberikan mansion dan sebuah pesawat pribadi saja kepada kalian,sebagai kado pernikahan kalian"ucap jhonas
"Hanya kau bilang??"sinis
"Yayayaya"memutar bola matanya keatas
Marcella terdiam ia bingung sekaya apa mertuanya itu,yang bisa mengatakan Hanya seperti itu yang jelas jelas harganya sangat fantastis
"Cella"Panggil Lucas
"Hmm"gumam
"Dady sama momy ingin memberikan kalian sesuatu"ucap Lucas
"Apa??"dingin
"Tetapi tidak disini"ucap Lucas
"Lalu??"menyeringit
"Dipelabuhan"ucap lucas
"Ha??"terlihat bingung
"Kami memberikanmu sebuah kapal pesiar sayang"ucap Mauren
"Kenapa harus repot repot membelikan kapal seperti itu.. Lagian buat apa??nanti juga enggak akan ke pake percuma"ucap Marcella
"Apalagi jika bukan berbulan madu"ucap maykel
Bughh
Marcella langsung melemparkan bantal sofa kepada maykel tepat pada wajahnya
"Apa aku salah"kesal
Marcella tidak menanggapi hanya menatap maykel tajam setelah itu ia kembali menatap orang tuanya
"Yang diucapkan oleh kakakmu ada benarnya"ucap mauren
"Ayolah mom"jengah
"Intinya kau menerimanya atau tidak!!"kesal
"Kenapa kau bawel sekali sih!!"marah
"Suka suka lah"santai
"Bagaimana??"tanya Lucas
"Seterah lah dad"Sambil beranjak dari duduknya
"Mami Papi cella duluan ya.. Soalnya cella cape"senyum tipis
"Iya sayang kau istirahat ya"ucap chelsea
"Kau tidak ingin menunggu vano??"ucap Mauren
"Iya tidak akan nyasar mom hanya untuk kekamar ku"dingin
Marcella pergi dari sana dan hilang dari pandangan mereka setelah Marcella memasuki lift
"Zayn itu yang kau panggil mimi??lihat bahkan wajahmu sedikit mirip dengan nya.. Padahal dady dan momymu yang membuatnya"ucap maykel pada zayn yang langsung memukul wajah maykel
Mereka yang mendengar lelucon maykel hanya terkekeh,apalagi ditambah pada saat Marcella dijelek-jeleki oleh dadynya langsung dipukul
Waktu sangat cepat berganti dan kini sudah waktu menjelang malam. Tetapi Marcella masih berada di pulau kapuk dengan bantal guling kesayangannya
Pintu kamar terbuka,zevano masuk kedalam kamar Marcella dan melihat Marcella masih tertidur. Ia melihat jam dinding sudah pukul 17:45 tetapi Marcella belum bangun juga
"Arcell bangun!!"membangunkan Marcella
Marcella menggeliat dari tidurnya tetapi bukanya bangun ia malah menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya
Zevano yang melihat itu pun langsung menarik selimutnya dan membuangnya kelantai. Marcella langsung membuka kedua matanya dan melihat ke ada zevano yang sedang menatapnya tajam
"Apa apaan sih!!kau mengganggu tidurku Zee"kesal
"Bangun"datar
"Tidak mau!!aku masih ngantuk"memeluk bantal guling nya tetapi zevano langsung melemparkan bantal guling itu kelantai
"Kau"geram
__ADS_1
"Bangun!!kau tidak ingat mandi!!lihat ini sudah jam berapa!!jika kau tidak bangun juga aku akan melemparkanmu dari balkon"ancam nya
"Lakukan saja!!nanti kau akan dipenjara atas pembunuhan dan kau akan jadi duda muda mau??"Kesal
Zevano tidak pernah bermain main dengan ucapannya,tetapi ia juga tidak mungkin melakukannya kepada istrinya itu. Ia hanya ingin memberikan sedikit pelajarna kepada istri pembantah nya itu
Zevano pun langsung membopong marcella. Marcella pun langsung terkejut karna perkataan zevano tidak main main
"Zevano kau benar benar ya!!kau benar melakukannya!!zevano turunkan aku"teriak marcella sambil memukul mukul dada zevano
Zevano tidak menggubrisnya ia tetap membawa Marcella ke arah balkon
Saat Sudah berada dibalkon,zevano mengarahkan Marcella ke balkon. Marcella melihat kearah bawah dengan reflek ia langsung memeluk leher zevano dengan erat.
"Iya aku akan mandi!!tapi kau turunkan aku"terlihat ketakutan
Zevano tidak menggubrisnya,ia malah menakuti Marcella dengan cara melepaskan kedua tangan Marcella yanh ada dilehernya
"Zee kau jangan main main ya!!aku ini istrimu!!"teriak
"I know,apa harus pake cara ini baru kau bangun"menatap tajam zevano. Marcella merasa takut dengan tatapan zevano
Entah kenapa setelah menikah ia selalu takut dengan zevano jika sedang marah dan ditatap seperti itu,apa mungkin zevano sudah menjadi suaminya
Zevano menurunkan Marcella dan pergi begitu saja tanpa merasa bersalah sudah melakukan seperti itu kepada Marcella
Marcella mencibir,ia menghentak hentakan kaki nya dan masuk kedalam kamar dan langsung masuk kedalam kamar mandi
20 menit marcella keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathup,ia tidak melihat zevano didalam kamar ia pun mengangkat kedua bahunya seolah olah ia tidak memperdulikannya
"Apa tidak ada pakaian selain itu"menatap datar marcella yang baru saja keluar dari wakl in closed
"Ada bahkan melebih satu lemari"dingin sebelum duduk dikursi meja riasnya,pergelangan tangan marcella ditarik oleh zevani dan membuat keningnya bertubrukan dengan dada bidang zevano
"Bisa tidak kau jangan membantah suamimu"menatap tajam marcella
"Bisa tidak jangan suka menarik pergelangan tanganku"tak kalah tajam
Huft
Zevano melepaskan tangan marcella. Ia memasuki ke walk in closed entah untuk apa. Enggak lama zevano kembali membawa dress warna hitam selutut
"Pakai ini"sambil menyodorkan dressnya
"Tidak mau"memalingkan wajahnya
"Arcell"menahan emosi
"Memangnya jika ingin pergi saja??dirumah juga kau harus memakainya walau tidak kemana mana"datar
"Tapi aku sudah terbiasa dengan pakaian ini zee"kesal
"Sekarang biasakan karna aku tidak suka mereka melihat tubuhmu,dan hanya boleh berpakaian seperti ini jika hanya bersamaku"datar
"Tapi mereka keluargaku"kesal
"Sama saja,cepet pakai atau sama sekali kau tidak boleh keluar dari kamar ini"ancamnya
"Kau benar benar ya!!dasar manusia es"sambil mengambil dress yang sudah di ambil oleh zevano
Lagi lagi zevano harus menahan sabar dan emosinya hanya karna marcella yang keras kepala dan pembantah itu
Setelah penuh drama kini mereka memutuskan untuk turun kebawa karma memang sudah waktunya makan malam
"Night"sapa nya dnegan wajahnya yang ditekuk
"Night"serempak kecuali zevano yang hanya diam saja
"Kenapa dengan wajahmu itu??dan kau juga tumben sekali berpakaian seperti itu,biasanya juga semena mena kau"sindir
"Bacot"sambil duduk disebalah zevano
"Sayang"tegur Mauren tetapi tidak ditanggapi oleh marcella
Marcella langsung menyendokan makannya untuk dirinya sendiri tanpa melayani zevano karna ia masih merasa kesal dengan suaminya
"Sayang kenapa kau tidak melayani suamimu??kau sudah menjadi seorang istri yang sepantasnya melayani suami"tegur mauren
"Dia punya tangan mom bisa mengambilnya sendiri"dingin
"Marcella"tegas
Huftt
"Kemarikan piring mu"zevano memberikan piringnya kepada Marcella
Saking kesalnya marcella menyendokan makanannya sangat banyak,mereka pun yang melihatnya terkejut sedangkan zevano bersikap biasa saja,ia tau jika marcella sedang kesal dengannya
"Sayang itu terlalu banyak,zevano tidak bisa menghabiskannya"ucap mauren
"Momy tidak lihat poster tubuhnya??ia bisa menghabiskannya"dingin
__ADS_1
"Apa kau sudah membuatnya kesal??"bisik maykel pada zevano
"Hmm"gumam
"Pantas saja ia memberikanmu makan sebanyak itu,karna aku pernah ada diposisimu bahkan lebih dari itu"bisiknya lagi
Mereka pun memulai makan malamnya,sesekali mereka melirik zevano dengan tatapan kasihan tetapi dengan santai zevano menghabiskan makanannya,marcella juga sesekali melirik zevano ia merasa sangat bersalah tapi mau bagaimana lagi ia merasa sangat kesal dengan suaminya
Sehabis makan malam mereka berkumpul diruang kuarga itu sudah hal terbiasa bagi keluarga marcella apalagi dikeluarga mereka ada keluarga baru
"Hey sayang jangan biasain mengulum jarimu ya"lembutnya sambil melepaskan jarinya dari mulut zayn
"Hiks..hiks..hiks"zayn pun menangis
"Cella kau apa kan anakku"saat mendengar suara tangisan zayn
"Memangnya aku apa kan??mana mungkin aku menyakiti zayn"ketus
"Lalu??kenapa zayn menangis??"sedikit marah karna ia tidak suka jika anaknya menangis
"Hey kenapa kau sensitif sekali!!aku hanya menyuruhnya untuk tidak mengulum tangannya!!"Terpancing emosi
"Suda sudah kalian ini selalu saja bertengkar"ucap Lucas
"Putramu saja yang terlalu sensitif dad!!padahal dirinya selalu membuatnya menangis"Sambil memberikan zayn kepada Jessica
Setelah itu Marcella pergi dari sana meninggalkan zevano sendirian bersama keluarganya
"Apa aku salah??"tanya pada dirinya sendiri
"Ya kau memang salah!!kau terlalu sensitif jika anakmu menangis. Padahal cella bermaksud baik tetapi kau malah memarahinya"Ucap jessica yang juga kesal kepada suaminya
"Hay sayang kenapa kau meninggalkan ku"teriak maykel tetapi tidak digubris oleh istrinya
Hanya tersisa zevano,lucas,Mauren dan juga maykel
"Rasakan itu son,kedua wanita yang kau bilang sangat menyayangi nya marah kepadamu"ucap Lucas
"Kau lagian ketauan cella dan Jessi sebelas dua belas,jika salah satunya marah padamu maka yang satunya akan ikut marah kepadamu"ucap Mauren
"Kau membuat arcellku marah El"menatap tajam
"Kenapa aku yang selalu di salahkan"frustasi
"Karna mau memang salah"serempak
"Yayaya aku yang salah"pasrah
Marcella berasa diruang kerjanya yang sedang mwngerjakan sesuatu dilaptopnya,ada beberapa email yang harus ia periksa yang dikirimkan oleh sekretaris nya
setelah mengobrol dengan mertuanya dan kakak iparnya. Ia tidak menemui marcella didalam kamarnya ia melihat jam dindingnya sudah pukul 11 malam
Zevano memasuki sebuah ruangan yang terdapat didalam ruangan,yang ternyata adalah ruang kerja marcella
Ia melihat Marcella yang sedang fokus pada layar laptopnya dan beberapa kertas putih dimeja kerjanya yang berserakan
Zevano langsung mendekat ke marcella dan langsung menutup laptopnya. Marcella yang merasa kesal karna sudah menggangunya sedang bekerja,langsung mendongak melihat siapa yang sudah berani beraninya mengganggunya dan ternyata suaminya.Untung saja semua file file nya sudah Ia simpan
"Kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa??"menatap tajam
"Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan"sambil membuka laptopnya tetapi ditutup kembali oleh zevano
"Kau bisa tidak sih jangan mengganguku!!"terpancing emosi
"Kau bisa tidak??jangan membantah suamimu?!!jika aku menyuruhmu untuk selesai bekerja kau harus menurut!!bukannya membantah!!!"dengan tatapan andalannya
Marcella memejamkan matanya menahan emosinya,ia pun menatap zevano yang sedang menatapnya dengan sangat menusuk,ia merasa ruangannya bertambah dingin yang sangat menusuk
"Sebentar saja,aku janji tidak akan lama lagi"membujuknya
"Apa perlu aku membanting laptopmu??"datar
"Ta-"
"Sayang"dengan nada penekanan
Jika zevano sudah memanggilnya Seperti itu apalagi dengan nada penekanan berarti dirinya sudah tidak ingin dibantah lagi. Marcella beranjak dari duduk dan langsung pergi begitu saja meninggalkan zevano yang kini sedang menghela nafas berat
Zevano menysul marcella kekamarnya,tetapi ia tidak melihat Marcella,mungkin marcella berada dikamar mandi
Dan benar saja marcella baru keluar dari kamar mandi dengan piyama pendek nya berwarna hitam.
Zevano sedari tadi memperhatikan marcella tanpa berkedip sedikitpun yang kini sedang memakai skincare yang entah kegunaanya untuk apa
Marcella membaringkan dirinya disamping zevano dan menyelimuti dirinya sampai bahunya serta membelakangi zevano
Zevano menghela hafas panjang,ia pun ikut berbaring dan menyelimuti dirinya sampai pinggang. Ia menatap punggung marcella lalu kemudian ia memejamkan matanya,karna hari
Marcella yang masih kesal dengan zevano soal kejadian tadi ditambah lagi dengan kakaknya dan dibuat kesal lagi oleh suaminya dan itu membuat mood marcella benar benar berantakan.
Malam ini malam yang membuat Marcella benar benar sangat kesal dan juga malam ini adalah malam kedua mereka dan tidur bersama ditempat yang sama
__ADS_1