My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
10 Hati Yang Kosong


__ADS_3

Malam gelap itu tampak sunyi ketika sosok Candy kembali keruang kamarnya dengan Bibi Jane yang mengikuti.


"Bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak bertindak implusif dan bodoh?" Bibi Jane berteriak marah ketika mereka telah berada di dalam kamar, tidak berhenti disana dia terus mengoceh "Sudah kukatakana bukan untuk menjaga hidupmu dengan baik! Tidak semua Vampire baik seperti Tuan Muda! Kau perlu berhati-hati dan tidak membuat keputusan seperti itu lagi lain kali. Tolonglah setidaknya jangan membuat Tuan Muda kerepotan!"


Candy menundukkan kepalanya dalam diam mendengarkan semua nasehat dan amarah yang Bibi Jane utarakan.


"Candy, kau bukan hanya makanan Tuan Muda! Kau lebih dari itu! Seseorang yang akan menemani Tuan Muda ketika aku sudah tidak lagi dapat berada disisinya! Jadi kumohon bersikaplah dewasa dan jangan bertindak bodoh tanpa berfikir!"


"Maaf Bibi!" Suara Candy terdengar kecil, dia semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam


Bibi Jane menghela nafas panjang menatap gadis di hadapannya itu tidak tahu lagi harus bagaimana "Apa yang akan terjadi padamu nanti ketika aku tidak ada disini? Ya Tuhan, tolong setidaknya jangan membuat Tuan Muda sedih kembali..."


Wajah Cantik Candy terangkat ketika dia mendengarkan ucapan Bibi Jane. Ragu sejenak karena amarah Bibi Jane yang meluap, dia menggertakkan giginya untuk bertanya "Siapa gadis itu?"


Mendengarkan pertanyaan Candy yang terus terang tanpa peduli amarahnya, Bibi Jane menghela nafas panjang sebelum menjawab "Itu bukan sesuatu yang harus kau ketahui sekarang! Istirahatlah, aku akan kembali!"


Jemari tangan Candy terangkat, dia menarik sudut pakaian Bibi Jane dan berkata "Jika memang aku tidak berhak mengetahuinya sekarang, tidak bisakah setidaknya aku tahu sedikit hal saja?"


Bibi Jane menatap Candy dengan sedikit rasa bersalah serta kasihan. Dia tidak menjawab gadis itu tapi terdiam dan menunggunya membuka suara.


Candy menelan air ludahnya kasar melihat keheningan Bibi Jane, dia mengeraskan hatinya yang terasa sakit dan bertanya dengan suara tercekat "Apakah wanita itu adalah kekasih Tuan Muda?"


Tangan Bibi Jane terangkat untuk mengusap rambut kepala Candy ketika melihat raut wajahnya yang tampak menahan luka. Dia mengangguk lirih "Itu benar! Tapi semua telah menjadi masa lalu! Candy, istirahatlah dan jangan memikirkan hal yang tidak perlu!"


'Masa Lalu?!'


Pikiran Candy bergema dengan kalimat itu.


Dia kembali mengingat raut wajah Edward ketika menatap gadis yang dia panggil Tina.


Raut wajah tampan Edward tampak terluka dengan sekilas rasa kasih sayang dan rindu yang terbesit di matanya.

__ADS_1


Edward bahkan tidak repot untuk melihat kearahnya sedikitpun dan hanya menatap lurus pada wanita itu seolah hanya ada dia dimatanya!


Tangan Candy mengepal erat. Dia membenamkan seluruh tubuhnya dan wajahnya di bawah selimut tempatnya tertidur.


Hati Candy sakit, rasanya sangat sakit dan berdarah melihat sosok yang di cintainya menatap wanita lain dengan pandangan seperti itu.


Dia menangis sesenggukan dan kembali menggelengkan kepalanya.


Candy sudah memutuskan untuk berada disisi Edward, tidak peduli bahkan jika pria itu tidak membalas perasannya. Tapi sekarang dia bahkan harus tidak peduli dengan sosok gadis lain yang ada di hati Edward?


Kenapa?


Kenapa seolah Tuhan mempermainkan perasaannya dan mengaduknya hingga menjadi lumpur?


Setelah menangis dalam kesendirian untuk beberapa saat, Candy menjadi jauh lebih baik. Dia merasa pikirannya menjadi tenang dan kembali normal.


Bukankah itu sudah dimasa lalu?


Yang perlu Candy lakukan adalah berada disisinya dan membuatnya melupakan perasaan itu!


Lagi pula, Edward telah mengisi kembali hati kosong di dalam dirinya akibat kematian kedua orang tuanya.


Sekarang giliran Candy untuk mengisi kekosongan hati Edward dan terus berada disisinya tidak peduli apa yang Edward rasakan!


Candy tertidur dengan posisi seperti itu setelah memikirkan banyak hal dan menangis. Dalam tidur lelap gadis itu, tanpa ia sadari sosok Tampan Edward tengah berada di sisinya sejak awal dia menangis di dalam selimut dan mendengarkan segala yang dia pikirkan!


Edward sedikit khawatir ketika dia meninggalkan Candy untuk berbicara dengan Austina. Tanpa perlu untuknya menatap langsung, Edrward tentu tahu bahwa Candy merasa sedih dan terluka karena tindakannya.


Dia melakukan hal ini dan menjadi kejam pada Candy, semata-mata karena ingin agar gadis itu membencinya dan berhenti mencintainya.


Tapi, siapa yang menyangka bahwa gadis bodoh ini tidak hanya terus menyukainya tapi bermaksud untuk membuatnya bahagia melupakan masa lalunya dan mengisi kekosongan hatinya?

__ADS_1


"Gadis bodoh yang merepotkan!" Edward bergumam pelan menatap sosok tidur Candy dengan raut wajah lembut yang tidak ia sadari.


........


Austina terduduk diatas sofa lembut diruangannya. Pikiran gadis itu tampak kosong dan berkabut ketika dia menatap kedepan dengan linglung.


Sesampainya di tempatnya tinggal, dia kembali mengingat sosok gadis yang bernama Candy itu. Austina menebak bahwa gadis itu telah jatuh cinta pada Edward, tapi dia sendiri tidak bisa memastikan sejauh apa gadis itu akan bertindak untuk mendapatkan Edward.


Austina juga tidak yakin dengan perasaan yang Edward miliki, dia tahu bahwa Edward masih menyayanginya dan merasa bersalah atas apa yang terjadi padanya. Hanya saja perasaan Cinta Edward untuknya telah lama kadaluarsa dan tidak kuat seperti masa lalu, perasaan itu hancur karena rasa kecewa.


Dengan helaan nafas yang panjang Austina meremas dadanya karena merasakan sakit disana. Hatinya terasa kosong, tapi itu tetap terasa sakit setiap kali dia memikirkan Edward dan keputusan yang di buatnya.


"Jika aku tidak memilih untuk menjadi Vampire, apakah semua hal akan berjalan berbeda?"


"Kau akan menjadi tua dan mati, lalu Edward akan menemukan gadia baru dan hidup bahagia! Kurasa itu yang akan terjadi..." Suara James terdengar datar dan bosan, dia menguap lebar menatap kearah Austina yang tengah melotot tajam kearahanya "Jadi bagaimana gadis itu? Dan bagaimana pertemuanmu dengan Ed setelah sekian lama?"


"Scram!"


"Ayolah, jangan jahat padaku! Ceritakan segalanya! Bukankah kita sekutu?"


"Kalau saja kau tidak merubahku menjadi Vampire, aku mungkin akan bahagia dengan kehidupan kecilku dan mati dengan Cinta Edward!" Austina berteriak marah, dia menjadi semakin marah ketika melihat wajah James yang terlihat menjijikkan karena mencibir.


"Kau yang datang padaku dan memintaku merubahmu menjadi Vampire! Jadi jangan menyalahkanku karena menjadi baik!"


"Scram! Wajahmu membuatku ingin membunuhmu! Jadi Scram dari hadapanku! James!" Austina dengan marah melemparkan Vas bunga di atas meja pada James membuat pria itu berlari dengan ekornya


"Nenek sihir sedang marah, lebih baik aku pergi..."


"James..." Langkah James terhenti ketika dia berbalik menatap Austina yang memanggil namanya "Apakah kau tidak merasa bersalah karena mengkhianati Edward?"


Pertanyaan tidak terduga Austina membuat James sedikit lengah. Raut wajahnya berubah keras ketika dia kembali melangkah pergi dan menjawab tampak tidak peduli "Aku tidak merasa bersalah, apa yang aku lakukan adalah memperlihatkan kenyataan padanya. Hanya saja aku merasa sedikit kesepian dan kosong..."

__ADS_1


__ADS_2