My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
37 Sebuah Dongeng -SELESAI


__ADS_3

Bulan bersinar indah di atas langit yang gelap, ribuan bintang membentang di sekitar bulan turut menampakkan cahaya indah menyinari Bumi.


Dalam ruangan yang terlihat hangat, terdapat bara api menyala di sebuah tungku pemanas. Ruangan itu tampak hangat dengan seorang gadis kecil yang terlihat cantik.


Gadis kecil itu terduduk di hadapan tungku api pemanas dengan sebuah peta di hadapannya. Mata berwarna perak kehijauan dengan sedikit warna biru tua itu berkedip pelan penuh semangat. Jemari tangannya menjelajahi peta di hadapannya dengan antisipasi.


"Ibu, apakah kota Evernight sangat ramai setiap malam?" Gadis itu bertanya kearah wanita cantik disisinya.


"Benar, kota Evernight selalu ramai setiap malam. Kota itu di kenal sebagai kota yang tidak pernah tidur!"


"Lalu apakah di kota Evernight itu adalah Markas pusat dari para Pemburu Vampire jahat?" Sekali lagi pertanyaan keluar dari bibir kecil gadis berusia 5 tahun itu.


Ibu gadis itu mengangguk pelan. Dia menatap kearah putrinya penuh dengan kasih sayang. "Itu benar, maka dari itu kami akan segera pindah ke kota itu karena disana tidak ada Vampire berbahaya dan Aurora bisa hidup dengan bebas dan tenang!"


"Aku akan bersekolah dan juga masuk akademi pemburu Vampire muda jika kita sudah pindah ke kota Evernight"


Melihat Aurora yang bersemangat wanita itu tersenyum semakin lembut. Dia menatap putrinya dengan perasaan hangat di hatinya.


"Oh, ibu mengepak beberapa buku di dalam. Ada 1 buku yang ingin aku tahu. Bisakah ibu membacanya untukku?"


"Buku apa itu?" Sang ibu bertanya dengan sedikit penasaran.


Senyuman di bibir Aurora semakin merekah. Dia mengambil sebuah buku berwarna putih bersih dalam sebuah kardus yang tertutup.


Setelah mengambil buku itu, Aurora duduk di pangkuan ibunya seraya menyerahkan buku "Lihat itu, itu memiliki Judul -Sebuah Dongeng-"


Ibu Aurora terkesiap kaget, dia menatap putri kecilnya dan menggelengkan kepalanya pelan "Ini adalah buku yang ibu tulis, apa kau yakin ingin ibu membacanya?"


"Bukankah itu akan hebat jika ibu yang membuatnya!" Aurora tampak bersemangat, dia menatap ibunya dengan penuh harap "Kumohon bacakan untukku!"


Wanitu itu menghela nafas panjang dan mencium kening putrinya "Baiklah, mari kita baca..."

__ADS_1


-Sebuah Dongeng


Suatu ketika ada seorang gadis polos dan bodoh yang cantik menawan. Gadis itu adalah seorang manusia sederhana dengan kehidupannya yang sederhana.


Namun, sebuah misteri terbuka dalam hidupnya satu demi satu ketika kematian orang tuanya menghampiri.


Perjalan gadis itu di mulai ketika dia bertemu dengan seorang Vampire. Vampire tampan yang sangat kesepian.


Dengan berlalunya waktu, perasaan sang gadis dan Vampire itu tumbuh menjadi Cinta, sebuah Cinta yang sangat kuat dan tulus.


Hari yang mereka lewati penuh dengan rintangan. Namun, rintangan demi rintangan mereka hadapi bersama tanpa rasa takut.


Hingga, sebuah keputusan di buat...


Gadis itu memutuskan untuk menjadi Vampire dan hidup bersama suami Vampirenya agar menjadi kuat.


Namun, saat gadis itu hendak menjadi Vampire. Entah bagaimana dia hanya terbaring tidak sadarkan diri di sebuah ranjang empuk.


Gadis itu tetap terlelap meninggalkan suami Vampire tampannya putus asa dan penuh kesedihan..


"Apakah gadis itu tidak selamat? Apakah dia tidak bangun?" Aurora bertanya penasaran.


Ibu gadis itu tersenyum manis, dia menatap putrinya dengan pandangan menggoda "Coba tebak, apakah dia hidup atau tidak?"


"Ahh Ibu..." Aurora merengek kecil.


Wanita itu tertawa renyah dengan tingkah manja putrinya. Saat dia akan membuka suara. Seorang pria tampan dengan mata berwarna perak masuk kedalam ruangan dan memeluk kedua wanita itu dalam pelukannya.


"Aurora waktunya untuk tidur! Kita akan berangkat untuk pindah ke kota Evernight besok! Jadi cepatlah pergi tidur!" Pria itu berkata tegas.


Aurora cemberut, tapi dia mengangguk dan berdiri di hadapan kedua orang tuanya "Selamat malam Ayah, Ibu..."

__ADS_1


Sebuah ciuman mendarat di pipi kecil Aurora sebelum sosoknya pergi ke kamar miliknya untuk tidur.


Pria itu tersenyum lembut dan memeluk tubuh wanita di hadapannya makin erat saat hanya ada mereka berdua dalam ruangan.


"Edward berhenti main-main! Putri kita masih belum tidur!"


Melihat istrinya tampak memerah malu, Edward semakin mengeratkan pelukannya. "Candy aku mencintaimu, jadi jangan membuatku khawatir lagi dan tetaplah disisiku selamanya."


Candy menghela nafas panjang, dia menepuk punggung tangan Edward pelan untuk menenangkannya. "Aku tidak akan pergi kemanapun! Kau dan putri kita Aurora segalanya bagiku! Jadi kemana aku harus pergi?"


"Baguslah, jangan pernah meninggalkanku dan Aurora!"


Mendengarkan nada sedih Edward, Candy merasa hatinya sakit.


Setelah dia di rubah menjadi Vampire oleh Edward, Candy tidak sadarkan diri dan terbaring di tempat tidur layaknya mayat. Dia akan merengek kesakitan dan terkadang dia bahkan tidak bergerak sedikit pun. Hal itu berlalu 10 tahun lamanya.


Candy tersadar dengan lumuran darah yang keluar dari setiap bagian tubuhnya dan dalam pelukan Edward.


Dapat dibayangkan bagaiman keadaan Edward saat itu, dia bahkan tidak bisa berkata apapun pada tingkahnya yang terus melekat.


Dan segalanya telah berlalu hingga kini 60 tahun berlalu begitu saja. Candy menjalani hidup menjadi Vampire selama 60 tahun dan kemudian memutuskan untuk kembali menjadi manusia bersama dengan Edward setelah banyak pertimbangan.


Kini mereka hidup bahagia bersama putri kecil mereka Aurora Lawrence



-SELESAI


*******


Note : Terimakasih atas segalanya.. Novel ini Tamat sampai disini dan tidak ada Season 2. Author mau istirahat sejenak dan fokus di Real Life.. Jangan lupa mampir di Novel saya yang lain ya.👋👋😊

__ADS_1


__ADS_2