My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
15 Ancaman yang Mendekat


__ADS_3

Rembulan bersinar indah menampakkan cahaya yang menyihir dalam kegelapan malam. Malam gelap dengan bintang yang bertabur menambahkan suasana yang sangat menyenangkan mata.


Dalam sebuah ruangan gelap dengan cahaya remang dari lampu yang tampak tidak terlalu bercahaya, sosok hitam terduduk menatap pemandangan itu penuh dengan perhatian.


"Tuan, kami hanya dapat mengetahui beberapa hal tentang data yang mereka miliki. Itu, setidaknya sama seperti yang dimiliki oleh kita..." Seorang pria yang terlihat berusia paruh baya bersuara sopan ketika dia menjelaskan beberapa hal pada pria di hadapannya.


Dilihat dari dekat, pria yang berbicara itu terlihat familiar. Dia adalah salah satu Vampire yang datang dalam pertemuan dan menyapa Edward serta berdebat dengan James, Darold.


"Apakah itu semua yang kalian dapat ketahui?" Pria itu menoleh kearah Darold dengan kerutan di dahi tampak tidak senang akan sedikitnya informasi yang di dapat.


Punggung Daraold sedikit dingin ketika dia merasakan tatapan menusuk dari pria di hadapannya, dia menelan ludahnya kasar sebelum membuka suara "Kami juga mengetahui bahwa putri dari pasangan itu tengah berada di Kastil Edward. Dia melindungi gadis itu disisinya!"


"Hmm?" Pria itu bergumam pelan ketika mengusap dagunya "Edward tidak pernah berubah sejak ribuan tahun! Selalu ada kelemahan dalam dirinya!"


Pria itu mengambil beberapa lembar kertas yang Darold berikan dan menatap wajah cantik Candy sebelum kembali berkata "Kita bisa menggunakan gadis ini! Bagaimana dengan James? Apakah kita bisa menggunakannya lagi seperti dimasa lalu?"


"Ini..." Darold tampak tidak yakin ketika dia menjawab "Aku tidak begitu yakin, kurasa akan sangat sulit untuk membuat James kembali menghianati Edward! Bagaimanapun pria itu sahabat Edward dan dia sudah menghianatinya sebanyak 2 kali.."


"Terus desak James, dia bisa kita gunakan untuk beberapa hal!"


"Baik Tuan!" Darold mengangguk patuh


"Kita harus mendapatkan data sempurna dari Serum yang mereka kembangkan! Membiarkan mereka memonopoli Serum itu hanya akan membinasakan organisasi... Kau bisa pergi sekarang!"

__ADS_1


Darold mengangguk mengerti sebagai jawaban dan kemudian meninggalkan pria itu sendiri di dalam.


Namun, selang beberapa detik setelah kepergian Darold, sosok lain muncul dari kegelapan.


"Kau yakin ingin melawan Edward? Pak Tua sepertimu akan memiliki patah tulang jika melakukannya" sosok itu terkekeh ketika wajahnya telah terlihat sepenuhnya.


Seorang pria muda dan tampan, kulit pucat putih, mata berwarna hijau seperti batu giok serta rambut berwarna pirang. Dia terlihat seperti Remaja yang berusia 17 tahun. Tapi jika dia seorang Vampire, tentu saja usianya tidak akan semuda itu.


"Maka dari itu, aku memintamu untuk datang dan membantu!"


"Aku tidak ingin melawan Edward! Walaupun aku suka bertarung, tapi aku tidak ingin bertarung dengannya! Vampire pertama bukanlah sebuah lelucon yang bisa kau ajak bermain! Aku masih ingin bersenang-senang dan tidak ingin musnah!" Remaja itu mengangkat bahu acuh, dan kembali berkata "Felman, lebih baik kau memintaku untuk menghancurkan Dunia daripada bertarung dengannya!"


Pria bernama Felman itu terkekeh pelan atas penolakan terus terang dari bocah tampan di hadapannya. Dia tidak bisa untuk tidak sedikit kagum pada Edward karena dapat membuat sang maniak pertarungan sepertinya menyerah sebelum mencoba.


"Aku tidak memintamu bertarung dengan Edward! Caspian, yang aku minta darimu adalah memastikan Edward untuk tidak ikut campur atas apa yang organisasi kita lakukan pada kelompok Robert! Edward hanya menginginkan Serum! Sedangkan kami menginginkan kendali atas dunia!"


Felman menatap Caspian dengan sedikit rasa iritasi dimatanya, dia selalu cemburu dengan kebebasan dan ketidak tertarikan Caspian pada hal-hal seperti ini walaupun pria muda di hadapannya itu memiliki kekuatan luar biasa.


Dengan helaan nafas dia kembali berkata "Kursi Penatua ke 7 dibuka! Apa kau tidak ingin mendudukinya?"


"Aku tidak berminat! Organisasi Dark Walker terlalu merepotkan! Jika kau ingin aku bergabung, maka berikan aku kursi kepemimpinan mutlak!" Dengan tawa merendahkan, jemari tangan Caspian meraih sebuah poto di meja Felman.


Dia melambai pada Felman sebelum sosoknya menghilang dalam kegelapan.

__ADS_1


Felman menatap kosong pada kegelapan dimana Caspian menghilang. Dia menghela nafas panjang sebelum mengalihkan pandangannya kembali pada Bulan di atas langit yang gelap.


"Edward, demi masa lalu, setidaknya aku harap kau tidak akan bertindak berlebihan! Jika hal itu sampai terjadi, perang berdarah mungkin tidak bisa kita hindari!"


*****


Menatap kegelapan malam dan bulan yang bersinar indah di langit. Mata berwarna perak itu tampak menusuk ketika pandangannya terlihat penuh dengan tatapan serius seolah bisa menatap dan menembus segalanya.


"Kuharap kalian juga tidak akan berlebihan dan menyentuh apa yang seharusnya tidak kalian sentuh" gumaman lembut keluar dari bibir merah Edward. Dia mengalihkan pandangannya dari bulan pada sosok gadis yang tengah tertidur lelap.


Padangan itu berubah menjadi lembut seketika. Edward mendesah pelan sebelum mendekat perlahan pada sosok Candy yang tertidur pulas.


Dia mencium keningnya sebelum berbisik pelan "Selamat tidur anak nakal!"


Edward kembali menghilang dan muncul di aula utama. Bibi Jane dan Alfred terlihat tengah berdiri tegap seolah menunggunya.


Melihat kedatangan Edward bibi Jane membungkuk hormat. "Kami sudah menyebarkan seluruh jaring dan juga menyegel Kastil ini! Tuan Muda bisa pergi tanpa khawatir"


"Seseorang mungkin akan datang..." Edward mengangguk pelan pada tugas yang dia serahkan telah di selesaikan "Biarkan dia bertemu dengan Candy jika tidak memiliki maksud yang buruk.. Tapi setelah itu, aku ingin kau menyegel kastil ini sepenuhnya dari Dunia luar sampai aku kembali!"


"Baik Tuan Muda!" Alfred dan Bibi Jane menjawab secara bersamaan.


Edward menghela nafas panjang, dia kembali menatap kearah ruangan dimana Candy tertidur seraya berkata "Alfred, tidak peduli apa, pastikan dia aman sampai aku kembali! Bunuh setiap orang yang memiliki maksud tidak baik!"

__ADS_1


"Baik Tuan Muda!" Mata Alfred berubah merah samar ketika pandangannya tampak tegas dan penuh dengan tekad oleh perintah yang di berikan Edward.


Setelah mengatakan beberapa hal lainnya, Edward menghilang dari Kastil itu. Dia menghilang dan berbaur dalam kegelapan malam terhanyut oleh hembusan angin yang menderu dan memudar ketempat yang jauh.


__ADS_2