
Malam gelap terasa berat saat suhu udara kian turun beberapa derajat lagi. Ruangan sunyi dengan lampu berwarna putih sebagai penerang tampak hidup ketika sosok tampan dengan mata berwarna biru cemerlang menatap seseorang di hadapannya dengan pandangan menusuk.
Dia tersenyum sinis sebelum suara indahnya bergema dengan nada ejekan "Hanya karena aku telah mengkhianatinya 2 kali bukan berarti kalian bisa memanfaatkan itu untuk membuatku melakukannya lagi!"
"James, kau tahu betul, melawan organisasi kami tidak akan menguntungkanmu!"
Senyuman James semakin mengejek saat dia berdiri dan menghilang dalam sekejap lalu muncul tepat di hadapan pria itu "Pergilah dan persiapkan perang untuk melawan kami!"
Wajah sosok pria di hadapan James menghitam saat detik berikutnya dia menghilang dari tempat tinggal James.
James menghela nafas panjang ketika dia menatap sosok Vampire yang telah menghilang. Dia berniat untuk pergi ke Kastil Edward, tapi ponselnya berbunyi dan itu adalah panggilan yang tidak pernah dia duga.
'Edward menelponku?' James mengerutkan kening ketika dia menerima panggilan.
Mereka berbicara cukup singkat, wajah James berubah mengeras seketika. Dengan tergesa dia menghilang untuk pergi ke Kastil Edward berada secepat mungkin.
"Edward, kali ini aku tidak akan mengkhianatimu!" Pikiran James berkelana saat dia mulai mengingat kembali pada kenangan di masa lalu.
Ribuan Tahun yang lalu, saat keberadaan Vampire masih belum ada dan hanya menjadi sebuah cerita dalam buku.
Bulan bersinar indah di atas langit yang gelap ketika sepasang mata berwarna perak menatapnya dengan pandangan layu.
Pria dengan mata berwarna perak itu terdiam berdiri ketika sosoknya tampak sempurna jika di sandingkan dengan bulan dan bintang. Namun, tubuh pria itu tampak sama dengan pandangan matanya, Layu!
"Edward, bukankah kau bilang telah membuat serum terakhir? Bagaimana itu?"
"James kau sudah datang?" Pria bernama Edward itu mengalihkan pandangannya saat sosok tampan lainnya dengan mata berwarna biru muncul dalam visinya "Aku menunggumu untuk mencampur bahan terakhir! Apa kau sudah menyerahkan tugas makalahmu?"
"Aku sudah menyerahkan pada profesorku hari ini. Baik, jangan bahas hal itu lagi! Lebih Baik kita buat bahan terakhir..." James menjawab dengan semangat.
Dua pria tampan itu kembali terdiam ketika mereka pergi kesebuah ruangan lain. Dalam diam mereka hanya fokus pada tangan indahnya yang bermain dengan tabung reaksi kecil hingga besar.
Dengan cairan berwarna biru terang di tangannya, Edward mencampur cairan itu dengan campuran berwarna putih.
"Bukankah ini hebat! Jika serum ini berhasil, kau akan sembuh dan kita akan menjadi 2 orang jenius termuda yang telah menorehkan nama di Dunia!"
"Jangan terlalu bersemangat!" Edward mengingatkan saat hatinya menjadi dingin ketika dia mengingat banyaknya kegagalan yang telah mereka dapatkan.
"Ayolah Ed, tidak ada salahnya untuk memiliki harapan! Kau terlalu membosankan sejak kami kecil!"
Tidak memperdulikan ocehan James, Edward tetap pada apa yang dia lakukan.
Sedikit demi sedikit cairan itu mulai menyatu dalam tabung reaksi. Edward menghela nafas panjang sebelum dia mulai meneteskan cairan terakhir dan kembali membuka suara "James, apa kau sudah menggambar diagramnya?"
"Aku sudah menggambarnya dia sekitar tungku api! Diagram itu digambar dengan darah ayam hitam seperti yang tertulis di buku!"
__ADS_1
Edward mengangguk sebagai jawaban mengerti. Dia meletakkan botol berwarna cairan orange gelap diatas tungku yang mantap.
"Baik, nyalakan apinya!"
"Tapi, apa kau yakin akan melakukan ini?" James sedikit ragu saat dia kembali bertanya "Bukankah mantra di dalam buku yang akan kita ucapkan itu adalah mantra kontrak darah dengan iblis?"
"Itu memang mantra kontrak darah dengan iblis!" Edward mengangguk, dia menghela nafas sebelum menjelaskan kembali "Bukankah sudah aku jelaskan bahwa aku membuat mantra itu hanya efektif sebagai kontrak kekekalan seperti regenerasi, bukan hal aneh seperti kekuatan atau kekayaan!"
"Aku dengar itu, tapi apakah semuanya akan baik-baik saja? Bagaimana jika seorang Raja Iblis muncul dalam pemanggilan?"
"Raja Iblis apa?" Edward mendecakkan lidahnya atas kebodohan sahabatnya itu "Raja Iblis Lucifer sedang di hukum oleh Tuhan, dia tidak bisa pergi kemanapun! Yang kita lakukan hanya meminjam kekuatan kegelapan bukan memanggil Iblis atau setan. KEKUATAN KEGELAPAN!"
"Baiklah! Ayo lanjutkan!" James mengangguk patuh dan tidak lagi mengganggu.
Api itu dinyalakan ketika berputar selaras mengikuti gambar diagram sebuah mata melotot dengan warna darah.
James melangkah pergi meninggalkan Edward yang berdiri dihadapan diagram raksasa itu.
Tangan Edward terangkat untuk menunjuk kearah depan pada cairan di pusat yang tengah di bakar membara.
Edward membuka bibir merahnya saat kalimat aneh mulai dia lantunkan"ο διάβολος του σκότους, το όνομά σου που δίνει φόβο και καταστροφή. Εγώ ο Έντουαρντ Λόρενς έδωσε στα ζώα αίμα για να πάρει μια σταγόνα της δύναμης του σκότους μέσα σου ως βοήθημα για την ανακούφιση του πόνου και τη ζωή σε ηρεμία. Αιματηρή γραμμή.."
James berdiri diam di sisi kanan saat pandangannya tertuju pada dimana Edward berdiri. Dia menatap tanpa berkedip dengan gelisah serta sedikit semangat di mata berwarna biru cemerlangnya.
Saat kalimat Edward telah habis, bara api yang membara itu terhenti seketika.
Setelah berhembus beberapa saat, Sebuah kabut hitam terbentuk diatas cairan dalam tabung. Kabut itu begitu tebal dan hitam pekat, dan seolah kabut hitam itu hidup, itu tampak tengah menatap pada sosok Edward dengan tajam.
Suhu udara menjadi turun beberapa derajat, keringat dingin mulai membasahi punggung Edward yang gelisah.
Keheningan mencekam terjadi membuat 2 orang pria dalam ruangan itu tampak kesulitan bernafas.
Kabut hitam itu hanya mengambang di udara dalam waktu yang lama.
Cukup lama, hingga waktu mulai berlalu!
Pada akhirnya setelah sekian lama, Kabut itu menjadi pudar dan lenyap tersedot kedalam tabung reaksi.
Keadaan menjadi kembali normal dengan suhu malam yang seharusnya.
"Itu berhasil?" James bertanya dengan rasa penasaran ketika dia mendekat kearah Edward.
"Entahlah mari kita lihat!" Edward menggeleng pelan, dia berjalan mendekat kearah di mana cairan dalam tabung reaksi berada. James diam mengikuti disisinya.
Saat kedua pria tampan itu telah berada tepat di depan alat pemanas dan tabung reaksi. Mereka terkejut dengan perubahan cairan yang berwarna orange itu kini telah menjadi merah darah.
__ADS_1
"Apa kau ingin memeriksanya?"
"Bawakan tikus yang telah di suntik dengan darahku!" Edward bergumam pelan ketika tatapan matanya tetap pada cairan merah darah itu.
James mengangguk sebagai jawaban, dia berhambur pergi hanya beberapa saat sebelum kembali dengan seekor tikus yang tampak sekarat di dalam kandang.
"Mari kita coba!" Edward mengeluarkan jarum suntik dan mengambil beberapa tetes cairan itu untuk di suntikkan pada tikus.
"Kurasa kita harus menunggu!" James menghela nafas panjang saat tidak ada reaksi yang di dapatkan.
Dengan helaan nafas, Edward hanya mengangguk. Mereka kembali keruang istirahat dan menunggu hasil itu dengan tenang.
Hari berlalu, saat musim berubah dari dingin menjadi hangat. Seolah perubahan musim yang menenangkan sebelum badai.
Tikus percobaan itu menjadi sehat seperti keajaiban. tikus kecil yang rapuh dan sakit seketika menjadi begitu aktif dan ceria.
Tidak melihat adanya reaksi yang salah, Edward mengambil keputusan untuk meminum Cairan yang dia berinama 'Red Blood' itu dalam tegukan.
James juga tidak menghentikanmya dan hanya mengamati. Dia tahu bahwa sahabatnya tidak lagi memiliki waktu untuk menunggu.
Seolah keberhasilan terjadi, Cairan itu benar-benar bekerja dengan baik. Tubuh Edward sembuh secara mengejutkan, seluruh Dunia menjadi gempar dan bersemangat.
Namun, semua itu hanya bertahan selama 2 minggu! Hingga reaksi lainnya terlihat. Sebuah perubahan organ, seperti Virus Zombie. Edward berubah menjadi seorang Vampire!
Tubuhnya tidak lagi sama seperti Manusia normal. Dia memang memiliki darah, tapi darah dalam tubuhnya tidak mengalir seperti manusia, dia juga memiliki Jantung tapi detak Jantungnya tidak sama seperti Manuisa. Dan terlebih dia berubah menjadi seorang Iblis buas yang haus darah, hidup kekal dan abadi.
Dengan perubahan dirinya, Edward memutuskan untuk pergi menyendiri dan mencoba memperbaiki segala hal dengan dirinya sendiri.
Dia meninggalkan James karena ingin agar sahabatnya hidup dengan bahagia tanpa mengkhawatirkannya lagi.
Tapi sekali lagi, apa yang Edward putuskan itu berbeda dengan apa yang James putuskan!
James menatap punggung Edward yang tampak rapuh seorang diri sebelum dia memutuskan untuk ikut meminum Cairan Red Blood yang dia ambil tanpa sepengetahuan Edward.
Keputusan James yang mengubah dirinya untuk dapat bersama dengan Edward agar sahabatnya itu tidak kesepian merubah segalanya bahkan Dunia itu sendiri.
Edward geram atas tindakannya! Saat dia berusaha sekuat tenaga untuk kembali menjadi Manusia, James malah membuat keputusan bodoh untuk menjadi Vampire hanya karena sebuah ikatan persahabatan.
Mungkin menjadi Vampire memang dambaan setiap Manuisa, karena dengan begitu dia akan memiliki kekuatan dan hidup Abadi. Tapi, bagi Edward itu adalah sebuah kutukan! Dan dia tidak bisa memaafkan tindakan James.
Dengan pandangan dan Visi yang berbeda kedua sahabat itu mulai berjalan di jalan yang bersimpangan.
Edward menghilang dalam kesendirian dan selalu mencari segala cara untuk kembali.
Sedangkan James merubah Dunia sesuai kehendaknya dan memanfaatkannya untuk membantu membuat sebuah Serum. Tindakannya itu pula yang telah telah menciptakan petaka Dunia dengan keberadaan Vampire yang kian Meluas.
__ADS_1
***
Note : Terjemahan Bahasa Yunani diatas; "Iblis kegelapan, namamu yang memberi ketakutan dan kehancuran. Aku Edward Lawrence memberikan darah hewan untuk mengambil setetes kekuatan kegelapan di dalam dirimu sebagai bantuan untuk menghilangkan rasa sakit dan hidup dalam damai. Bloodline. . "