My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
19 Sahabat dan Mantan Kekasih


__ADS_3

Sosok hitam tampan melesat ketika dia terbang seperti hembusan angin. Mata berwarna biru cemerlang itu menatap kearah depannya dengan penuh tekad.


Setelah ingatan James tentang masa lalu memudar, dia seketika kembali kemasa kini. Pandangannya kabur saat dia terus berlari dan terbang secara membabi buta.


Merasakan keberadaan lain selain dirinya yang mendekat, tubuh James menegang ketika dia memperkuat indranya menjadi lebih waspada.


James menghentikan langkahnya, dia memutar tubuhnya dan menerjang kearah belakang, tinju James terkepal saat itu melesat kearah sosok hitam yang muncul di belakangnya.


Hantaman kuat bertemu ketika James mundur beberapa langkah, dia berdiri dengan mantap dan menatap kearah lawannya.


"Apa kau ingin membunuhku?" Suara wanita yang familiar terdengar ditelinganya. Wajah cantik Austina marah saat tatapannya melotot kearah James.


"Itu salahmu karena membuntutiku!"


"Aku tidak membuntutimu! Kita searah!" Austina menjadi semakin marah mendengar omong kosong James.


"Kau pergi ke Kastil Edward?" James menaikkan alis indahnya tertarik "Jangan bilang kau ingin membantu?"


"Apa? Aku tidak boleh melakukannya?"


"Bukan seperti itu..." James menggeleng tanpa daya "Hanya saja itu tidak seperti dirimu!"


"Berhenti membuang waktu yang tidak perlu! Kita harus segera pergi! Aku adalah bantuan tambahan terbaik yang kau dapatkan!" Austina mendesak ketika dia kembali berkata "James! Kita bukan teman, tapi jika kau ingin melindungi Edward maka aku akan membantumu!"


Saat kalimat ini keluar dari bibir Austina James terdiam. Dia terdiam berdiri dan menatap kearah Austina saat ingatannya mulai kembali kemasa lalu.


James duduk diam menatap cahaya bulan yang bersinar. Tatapan dari mata berwarna biru cemerlang miliknya sedikit memberikan perasaan kesepian yang samar.


Dia menghela nafas ketika pandangan matanya mulai teralihkan untuk melihat sosok Cantik yang baru saja masuk keruangannya.


"Austina, Edward akan marah jika melihatmu menemuiku!"

__ADS_1


"Aku tahu itu..." Austina menggertakkan giginya saat dia berkata dengan tegas "Rubah aku menjadi Vampire!"


James tertegun sejenak, tapi seketika dia tertawa jenaka "Apa? Kenapa kau memintaku? Tidakkah Edward adalah pilihan terbaik jika kau ingin menjadi Vampire?"


Melihat diamnya Austina James tersenyum sinis dan kembali bersuara "Dia masih sama bodoh dan naif seperti di masa lalu! Sekarang dia bahkan menyukai manusia tapi tidak ingin merubahnya! Aku tidak pernah bisa mengerti isi kepalanya!"


"Apakah kau akan merubahku atau tidak?" Austina kembali bertanya ketika dia menjadi tidak sabar.


"Kenapa kau memilihku?"


"Karena kau sahabat Edward, dan aku tahu kau tidak seperti apa yang orang katakan!" Austina menjawab dengan tegas saat tatapannya bertemu dengan James.


Keheningan menyelimuti, mereka berdua terdiam cukup lama. James menghela nafas dan ingin kembali berbicara, tapi Austina memotongnya.


"Kita bukanlah teman! Tapi jika itu untuk melindungi Edward, bahkan dengan cara apapun aku akan membantumu! Jadi rubahlah aku menjadi Vampire! Edward, dia tidak bisa ditinggalkan seoarang diri..."


Dada James bergetar dengan perasaan menggelitik. Dia menatap Austina dalam diam. Apa yang James lakukan selama ini tampak salah, tapi dia tidak menyesalinya, itu karena dia akan melakukan apapun untuk membantu sahabatnya. Walaupun James harus mengkhianatinya, dia akan melakukannya selama itu dapat membantunya melihat kebenaran Dunia dan juga membantunya untuk dapat kembali menjadi Manusia.


Berada disisi James, Austina menatap kearah depan dengan wajah yang sangat rumit. Dia tidak terlalu peduli jika gadis itu mati, tapi dia tidak bisa mengabaikan Edward! Pria itu pasti akan lebih terpuruk dari saat dia mengkhianatinya jika kehilangan Candy.


Dalam diam hening dan hanya hembusan udara yang terdengar. James mengalihkan pandangan matanya ketika dia kembali bertemu dengan tatapan Austina. Mereka mengangguk seolah mengerti dan terbang terpisah ketika berdiri menatap tepat pada hamparan hutan kosong di hadapannya.


"Ini kehormatan untuk dapat beradu pukulan dengan sosok seperti kalian!"


Hamparan hutan gelap kosong di hadapan mereka bergema dengan suara ketika sosok tampan dengan rambut keemasan muncul.


Menatap wajah tampan seorang remaja di hadapannya, James mendecakkan lidahnya kesal "Caspian, tidakkah kau sedang di luar kota untuk melakukan pertarungan bersama Stone?!"


"Yah aku seharusnya melakukan itu.. tapi, aku bosan karena Stone sudah aku kalahkan lebih dari 5 kali.. Mereka bilang aku akan mendapatkan pertempuran yang lebih menyenangkan jika datang, maka disinilah aku sekarang?!"


"Bocah ingusan! Cepat menyingkir dari hadapanku! Wajahmu membuatku muntah!" Austina sama tidak sopannya ketika dia melambai dengan malas.

__ADS_1


Dahi Caspian berkerut ketika dia melihat wajah cantik Austina yang tampak terlalu mencolok "Apa yang di lakukan Nenek sihir ini disini? Jangan bilang Mantan Kekasih dan Sahabat Pengkhianat bermaksud untuk mencari wajah?!"


"James, pergilah! Aku akan berurusan dengan kotoran menganggu ini!"


"Jangan gegabah! Dia lebih kuat darimu!" James mengingatkan ketika nada suaranya meninggi saat melihat wajah marah Austina "Kita tidak bisa mati sekarang! Jadi mari selesaikan dengan cepat!"


"Apa kau bodoh?" Austina melotot tajam kearah James "Jika dia datang menghadang kami, pasti seseorang telah dikirim untuk kekastil!"


"Aku memang bodoh!" James balas berteriak "Jika aku meninggalkanmu disini, kau akan mati dan selanjutnya dia akan mengejarku untuk membunuhku! Jadi selama kita berdua masih hidup! Mari habisi bersama!"


"Hei hei, ayolah aku mendengarnya! Apa kalian tidak terlalu jahat untuk berbicara terus terang?!" Caspian mendengus kesal ketika dia mulai bergerak maju.


Dengan hentakan keras tanah di bawah kaki Caspian retak, dia melompat tinggi dan menerjang kearah James berada.


CLANG...!!!


Bunyi berdenging dari tambrakan kuku terdengar melengking ketika suara yang dihasilkannya mirip sebuah pedang.


Tidak berhenti disana kuku tajam hitam Caspian kembali menyerang kearah kepala James. Melihat hal ini , James kembali mengangkat tangannya untuk memblokir! Dia tidak memiliki waktu menghindar.


Tabrakan yang di harapkan itu tidak terjadi ketika sebuah hempasan angin yang kuat menderu dan menerbangkan kedua pria tampan itu untuk saling menjauh.


"Jangan melupakanku!" Mata Austina berwarna merah darah saat dia melihat kedua orang bodoh itu bersenang-senang tanpa dirinya.


Tangan putih Austina terangkat ketika sebuah bilah angin tajam menyapu kearah Caspian dan juga James.


"Kenapa kau juga menyerangku?!" James berteriak marah ketika dia mengangkat tangannya untuk menangkis bilah angin.


"Terlalu gelap, aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa musuhku!" Suara Austina acuh saat dia kembali melemparkan bilah Angin yang tajam.


"Nenek sihir ini memang menyebalkan!" Caspian mendengus kesal saat dia bergerak mendekat kearah Austina seraya memblokir bilah angin itu menggunakan kuku tajamnya.

__ADS_1


"Baiklah mari kita bermain!" Austina terkekeh pelan ketika menjadi bersemangat. Dia ikut bergerak maju kearah Caspian untuk mendaratkan pukulan. James disisi lain tidak tinggal diam dan turut menyerang dari sisi belakang Caspian.


__ADS_2