My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
31 Perjanjian


__ADS_3

Ruangan itu sunyi dan hanya terdengar suara tegukan besar dari minuman berwarna merah yang di minum.


Setelah selesai dengan pertempuran yang lebih terlihat seperti pembulian itu, mereka kini tengah berada di aula makan keluarga Lawrence.


Richard melirik kearah Shawn dan Dawn yang kini terlihat berantakan. Walaupun begitu luka mereka terlihat menutup dan mulai sembuh akibat darah yang sekarang tengah mereka minum.


"Darah ini terasa menakjubkan!" Richard memuji setelah meminum beberapa teguk lagi di gelasnya.


"Yah kami selalu memperhatikan kualitas darah yang di dapat, jadi itu wajar jika terasa luar biasa" Bianca menjawab datar, dia menatap kearah Edward yang tampak tidak peduli dan hanya menatap kearah langit-langit rumah.


"Darah Candy lebih baik!" Tentu saja gumaman kecil itu terus keluar dari bibir Edward yang tampak tidak peduli.


Erlando batuk pelan dan memulai percakapan "Kau lebih muda dari yang terlihat di foto, Dark Walker benar-benar membuat sebuah keputusan berani dengan menjadikanmu penatua ke 7"


"Ah, tidak juga! Aku masih dalam percobaan!" Richard menjawab canggung.


Erlando hanya mengangguk tidak peduli dan kembali membuka suara "Jadi keluarga kami bermaksud untuk membuat perjanjian dengan Dark Walker. Kita akan memberikan beberapa Sampel darah, dengan tujuan untuk membatalkan perang yang tidak perlu!"


"Aku tidak bisa memutuskan itu secara langsung!"


"Aku bisa melihatnya" Erlando mengangguk mengerti, dan kemudian menambahkan "Bawa berkas ini keorganisasimu dan katakan pada mereka untuk cepat membuat keputusan!"


"Itu akan sedikit sulit dan membutuhkan beberapa waktu..."


Erlando mendengus pelan atas pernyataan Richard sebelum berkata "Kami ingin menghentikan perang yang tidak perlu bukan karena takut! Tapi itu karena terlalu melelahkan! Jika kalian tidak cepat membuat keputusan maka kami akan baik-baik saja untuk berperang habis-habisan! Tapi ketahuilah bahwa pemenang pada akhirnya itu pasti kami."


Melihat jawaban tegas dan mendominasi Erlando, Richard tanpa sadar sedikit memucat, dia menatap kearah Cornelia yang hanya terduduk dengan anggun.


Gadis cantik yang sangat mencolok dalam kelompok dan tidak melakukan apapun. Tapi Richard tahu kekuatannya yang dapat melihat masa depan tidak bisa diabaikan.


"Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk membuat mereka mengirim balasan secepatnya!" Richard tersenyum saat dia mengatakan itu dan kemudian beranjak dari tempat duduknya "Kurasa semua telah diselesaikan, jadi lebih baik jika kami kembali. Selamat tinggal dan terimakasih atas minumannya!"

__ADS_1


"Kami akan mengirim seseorang ke markas shadow jadi kalian juga bisa pergi!" Erlando berkata santai saat dia menatap kearah Shaw dan Dawn yang terlihat rumit.


Mendengar hal ini kedua orang itu mengangguk kaku, lagi pula mereka datang tidak benar-benar ingin bermusuhan ataupun berperang. Mereka hanya di minta untuk sedikit melakukan akting agar wajah organisasi Shadow tidak terlalu tercoreng.


"Kami juga akan memastikan hal itu tidak terjadi lagi selama kalian juga tidak menyentuh orang-orang kami!" Bianca menambahkan ketika senyuman manis menggantung di bibirnya.


Shaw dan Dawn bergidik kedinginan di punggung saat melihat senyuman manis itu yang tampak seperti senyuman ratu iblis.


"Kalau begitu kami juga akan memastikan untuk memeriksa setiap pekerjaan yang masuk dimasa depan!" Dawn menghela nafas dan ikut bangkit dari tempatnya terduduk, Shaw hanya mengamati sebelum ikut bangkit juga.


Kelompok itu pergi meninggalkan Kastil dengan berbagai perasaan rumit mereka masing-masing dan bergegas untuk melaporkan pada atasan mereka yang lebih kuat.


*****


Detik Jam berlalu meninggalkan Matahari yang mulai redup dan di gantikan oleh sinar Bulan yang menyinari kegalapan Bumi dengan indah.


Perayaan yang mereka katakan untuk menyambut kedatangan Candy dalam keluarga itu tampak mewah. Walaupun perayaan itu sedikit berbeda dari kebanyakan perayaan, karena hanya ada satu manusia di antara para Vampire.


"Kau tahu, itu baik-baik saja jika kalian meminum darah. Aku tidak keberatan..." Suara Candy tampak kecil ketika mata berwarna ambernya menatap sekitarnya yang tengah fokus padanya.


"Nah, karena kau tidak keberatan maka aku akan memerintahkan pelayan untuk mengambilkan beberapa anggur merah!" Bianca tersenyum manis kearah Candy dan melanjutkan "Silahkan makan sebanyak mungkin! Melihatmu makan dengan lahap membuatku mengingat kenangan baik saat masih menjadi manusia dulu..."


"Itu benar, melihatmu menikmati makanan membuatku senang" Erlando menambahkan ketika turut tersenyum kearah Candy.


"Tidak perlu gugup, kami tidak akan mengigitmu! Karena Pangeran Edward pasti akan marah besar jika kami melakukan itu..."


"Cornelia!" Edward mengeram kesal menatap Cornelia yang dengan acuh mengabaikannya.


"Sebaiknya kau tidak sering memberikan darahmu padanya, dia akan menjadi gemuk seperti om cabul!" Cornelia mengejek dan menjulurkan lidahnya pada Edward.


Candy tersenyum kecil menahan tawa. Suana tegang dan gugup yang dia rasakan menjadi hilang seketika.

__ADS_1


Makan malam itu berjalan damai dan sangat hangat. Bianca terus menambahkan banyak makanan di piring Candy dan membuat gadis itu kewalahan karena kenyang.


Edward terus menerus melotot pada Ibunya dan juga Cornelia yang mengejeknya dan memonopoli Candy. Erlando sendiri hanya terduduk disisi mereka seraya menggelengkan kepalanya pelan. Sudah sejak lama suasana hangat seperti itu tidak terjadi dalam keluarga mereka, dan Erlando tidak bisa untuk tidak bersyukur pada Candy.


Saat hidangan penutup di sajikan, Erlando berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangannya kearah Candy.


Dia tersenyum pada Candy dan berkata "Biarkan aku membawa tokoh utama kami untuk menari sejenak"


Candy terkesiap kaget, dia menoleh untuk menatap Edward yang tengah mengangguk pelan dengan senyuman dibibirnya.


Dengan desahan pelan Candy menyambut tangan Erlando perlahan dan berkata "Aku tidak begitu baik dalam menari..."


"Aku akan membimbingmu!" Erlando menarik jemari tangan Candy hingga gadis itu jatuh kepelukannya.


Merkea berdua berjalan kearah pusat Aula dan mulai berdansa dengan alunan musik yang indah.


Melihat hal ini, senyuman di bibir Edward kian merekah. Dia benar-bnear bersyukur talah bertemu Candy dan membawanya ke keluarga ini.


Sudah sejak lama dia bisa berinteraksi dengan bebas bersama keluarganya tanpa harus banyak berdebat dan bermusuhan.


"Dia gadis yang baik!" Bianca turut bersyukur saat dia menatap kearah Candy. Wanita itu berjalan mendekat kearah Edward dan kembali berkata "Dia benar-benar gadis yang baik, aku harap dia tidak akan terlalu terluka..."


Edward mengerti apa yang ibunya maksud. Dia tidak menjawab dan hanya terus menatap Candy yang tengah tertawa bahagia dan menari bersama ayahnya.


"Dia belum mengetahui kebenarannya, bukan?" Bianca sekali lagi bersuara, dan sekali lagi tidak ada jawaban dari bibir Edward. Wanita itu mendesah pelan dan kembali melanjutkan "Kapan kau akan memberitahunya?"


Edward mengalihkan pandangannya dari Candy untuk menatap sang Ibu, dengan mata peraknya yang bergetar dia menjawab cepat "Besok..."


Bianca berkedip ringan menatap Edward dan mengangguk pelan. "Aku mengerti!"


Dia mengalihkan pandangannya lagi untuk melihat seorang pria paruh baya yang berada dalam kegelapan tengah menatap Candy dengan wajah lembut.

__ADS_1


Bianca hanya berharap bahwa, Arthur, Edward ataupun Candy. Semua dari mereka tidak akan terlalu terluka dan akan menjadi lebih baik saat semua kebenaran itu akan di ungkapkan oleh Edward.


__ADS_2