My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
35 Kesepakatan


__ADS_3

Angin bertiup lirih membuat dedaunan pohon kering yang jatuh di atas tanah terbang tinggi di udara. Disela-sela daun terbang itu terdapat daun yang hancur akibat hentakan keras oleh kaki yang berlari terbang.


3 sosok hitam melesat maju kedepan dan berbaur dalam kegelapan. Tubuhnya tertutupi oleh kain dan jubah hitam membuat siapapun tampak sulit untuk menebak siapa mereka.


"Bukankah seharusnya kita sampai?" Salah satu sosok bertanya dengan sedikit rasa tidak sabar terdengar dalam suaranya.


"Kita memang telah sampai" Satu sosok lainnya menjawab cepat. Dia berhenti tepat setelah mengucapkan kalimat itu.


2 sosok yang berada disisinya turut berhenti dan memandang kearah depan dimana sosok temannya itu melihat.


Retak


Salah satu jari telunjuk pria di balik jubah hitam itu terulur dan mengetuk sebuah dinding transparan.


Retak kecil terlihat dari tindakannya dan membuat retakan makin membesar. Hingga suara pecah seperti sebuah gelas yang hancur terdengar.


"Oh?"


Sebuah Gerbang Kastil megah dengan warna emas melintas sepanjang mata memandang. 3 sosok itu menatap kagum pada pemandangan itu dengan nafas yang sedikit tertahan.


"Bukankah mereka terlalu kaya?"


"Lawrence memang sangat kaya, itu juga alasan kenapa Organisasi tidak ingin berperang! Kita akan kalah dalam hal kebutuhan!" Sosok yang memecahkan kaca dinding itu mendesah pelan sebelum melanjutkan "Lagi pula ilusi yang mereka buat lebih lemah karena menunggu kedatangan kami! Jika mereka tidak sedang menunggu siapapun Ilusi ini akan jauh lebih sulit untuk di patahkan!"


"...Seseorang datang!" Salah satu dari mereka bergumam pelan setelah hening beberapa saat.


"Kalian semua datang lebih cepat! Dan Gaston kau masih sama tampannya seperti dimasa lalu."


"Anastasia...!" Gaston menurunkan jubah yang menutupi wajahnya saat dia menatap gadis yang datang menyambut. "Kau datang sebagai penyambut?"


"Hah, bukankah kau merasa tersanjung?!" Anastasia berkata acuh dan mulai menatap 2 orang disisi Gaston "Baik, berhenti membuang waktu! Ayo masuklah!"


Gaston hanya menggertakkan giginya keras dan mengikuti di belakang Anastasia. 2 sosok disisinya juga telah membuka Jubah yang menutupi wajah mereka dan mengikuti dalam diam.


"Bukankah dia yang sering di sebut penyihir gila?"


"Kau benar itu aku!" Anastasia menjawab acuh atas pertanyaan pria disisi Gaston yang tampak berbisik "Senang bertemu denganmu Caesar, Penatua ke 5. Apa kau ingin mencoba untuk beradu beberapa pukulan?"


"Tidak, terimakasih. Mungkin lain kali, kami kemari hanya untuk berbicara" Caesar menjawab cepat dan mengalihkan pandangannya kearah Kastil yang megah.


"Ha-" Anastasia tertawa kecut dan tidak lagi memperdulikan ketika dia hanya bergerak maju untuk menuntun ke tiga pria itu.


Perjalanan mereka hanya disi dengan kesunyian. Gaston menatap punggung Anastasia dengan sedikit perasaan rumit. Perasaan rumit itu lenyap seketika saat suara santai menyapa kearah mereka semua.

__ADS_1


"Hm, mereka disini?" Damien menatap kerah di belakang punggung Anastasia. Dia menarik tubuh gadis itu dalam pelukannya dan kembali menyapa "Gaston kau terlihat sama..."


"Kau juga terlihat sama Damien!"


Suasan berubah sedikit berat saat kedua pria itu saling menatap dan mengeluarkan aura permusuhan. Felman yang berdiri disisi lain Gaston mengerutkan kening, dia tentu saja tahu hubungan antara ketiganya. Sejak dia melihat Anastasia dia sudah mengira setidaknya dia akan melihat Damien. Benar-benar pertemuan yang sial.


"Uhuk!!! Kenapa kita tidak masuk saja? Bukankah Lawrence Family sudah menunggu?" Dengan batuk canggung Felman menasehati.


Tatapan tajan Gaston dan Damien berubah kearahnya sebelum menghilang. Mereka kembali seperti semula dan berjalan memasuki Kastil tanpa sepatah katapun.


"Baiklah kalian bisa pergi, kita juga harus pergi!" Anastasia melambaikan tangan kearah kelompok itu seraya menyeret tubuh Damien yang kaku menatap kearah Gaston. "Damien ayolah! Aku milikmu sekarang!"


Dengan helaan nafas Damien menghilang bersama dengan Anastasia. Ketiga Vampire yang di tinggalkan itu perlahan memasuki Kastil. Gaston adalah orang yang masuk kedalam dengan sedikit terlambat.


Erlando duduk di sebuah kursi di seberang meja, ada Bianca dan Cornelia disisinya. Edward dan James berada disisi lainnya. Mereka tampaknya telah menunggu kedatang semua orang.


"Kenapa kalian tidak duduk dan membahas masalah secepat mungkin? Aku tidak suka bertele-tele!" Edward bersuara datar, dia bahkan tidak menatap pada sosok yang datang dan hanya melihat lurus kearah meja.


Gaston dan yang lainnya sedikit kesal atas sikapnya yang sombong tapi mereka menahan diri dan terduduk di tempat duduk yang kosong.


"Baiklah seperti yang di katakan oleh Edward, kami benar-benar tidak suka membuang waktu!" Erlando juga bersuara seraya melihat kearah Gaston, dia kemudian menambahkan "Jadi, apa yang akan kalian putuskan?"


"Jumlah sampel darah yang kalian berikan terlalu sedikit. 10 benar-bebar terlalu sedikit!"


Bang!!!


"Maaf, tapi itu memang fakta, 10 sampel darah terlalu sedikit untuk kami!"


"Itu benar, setidaknya kami meminta sekitar 50 sampel darah!" Gaston turut menimpali dan bergabung dalam diskusi "Setelah itu organisasi kami berjanji untuk tidak mengganggu kehidupan Candy dan Edward saat mereka telah menjadi manusia!"


Erlando menutup matanya setelah mendengarkan permintaan meraka. Bianca disisi lain mencoba menenangkan Edward yang akan meledak di bantu oleh james.


Saat itulah Cornelia yang terdiam membuka suara "Dan jika kami menolak untuk memberikan sebanyak itu. Apa yang akan kalian lakukan?"


"Perang!" Caesar menjawab dengan 1 kata.


Saat itu pula ruangan menjadi semakin berat akibat aura membunuh yang keluar dari tubuh Edward dan keluarga Lawrence.


"Maka kami akan berperang!" Jawaban Edward ingin, dia menatap tajam kearah mereka seolah tidak lagi peduli dengan segalanya.


Felman merasa punggungnya basah oleh keringat dingin. Dia meremas jemari tangannya erat sebelum akhirnya membuka suara.


"Erlando, kau tahu betul perang itu tidak akan membuat siapapun untung! Jadi kenapa kita tidak berdiskusi sedikit?"

__ADS_1


Erlando membuka matanya perlahan dan menatap kearah Felman dengan raut wajah yang lelah. Tapi matanya tampak sangat tajam dan ganas "Candy sangat berharga untuk keluarga kami. Felman kau tahu betul walaupun kami berperang, itu tidak akan merugikan secara material. Dan mungkin memang beberapa orang akan mati karena di korbankan. Tapi itu cukup baik jika untuk melindungi keluarga kami!"


Felman menghela nafas panjang, dia tahu akhirnya keluarga itu tidak akan mundur. Mereka memberikan tawaran itu hanya karena mereka ingin menjaga hubungan antara sesama Vampire di benua. Tapi jika Organisasi melebihi batas maka mereka tidak akan ragu untuk merobek segalanya bahkan Dunia itu sendiri.


"Tapi 10 sampel darah itu terlalu sedikit. Bagaimana dengan 20?" Felman mencoba bernegosiasi.


"Felman?!" Gaston dan Caesar menatap kearahnya dengan kerutan yang dalam.


"Kalian? Apakah kalian benar-benar ingin berperang?" Felman membentak dengan dingin melihat kedua orang di sampingnya "Pikirkan tentang masa depan organisasi dan kerugian kami!"


Kedua orang itu terdiam seketika dan kembali termenung untuk memikirkan segalanya.


"15, itu adalah kesepakatan atau tidak sama sekali!"


"Bagaimana bisa?!" Suara Edward bergetar ketika melihat ayahnya mengatakan 15.


"Edward diamlah!" Melihat tatapan tajam Erlando, Edward akhirnya terdiam dan hanya melihat kearah musuhnya dengan dingin.


Ekspresi Felman berat, kedua orang disisinya juga tampak tidak baik. Setelah hening dan memikirkan banyak hal. Felman akhirnya mengangguk setuju "Baiklah 15!"


"Felman?!"


"Bukankah kalian harus menyelesaikannya dan kembali? Kami harus secepatnya kembali!" Felman mengingatkan Gaston dan Caesar. Mereka berdua tidak setuju dan akan mengatakan sesuatu tapi tidak ada yang keluar dari bibirnya.


Dengan desahan lainnya, perjanjian itu di buat oleh Lawrence Family dan Dark Walker. Setelah membicarakan beberapa hal lagi mereka akhirnya pergi meninggalkan ruangan.


"Katakan rencanamu!" Gaston menuntut ketika mereka telah meninggalkan gerbang Kastil. Dia bisa melihat kilatan cahaya di mata Felman saat terduduk di dalam ruangan tadi.


"Jika kami tidak bisa mengambil banyak sampel darah dari keluarga itu, maka kami hanya perlu mengambil sampel darah dari kelompok lainnya."


"Kelompok lain?" Caesar bertanya tidak mengerti.


"Apakah kau pikir mereka hanya akan menawarkan sampel darah pada kami?"


Atas pertanyaan Felman, kedua orang itu menyeriangai mengerti.


"Mengatasi tikus kecil seperti mereka lebih mudah dari pada berhadapan dengan keluarga itu. Setidaknya kerugian kami akan sedikit lebih kecil!"


"Kau benar!" Gaston mengangguk mengerti. Dia kembali memasang ekspresi serius dan terus berlari menjauh dari Kastil.


"Apakah kita harus mengirimkan seseorang pada hari mereka merubah gadis itu menjadi Vampire?" Caesar yang juga setuju dengan ide Felman kembali bertanya.


"Bukankah itu minggu depan?" Gaston bertanya dan mendapatkan anggukan kepala dari Felman dan Caesar "Maka kami akan mengirimkan seseorang untuk melihat-lihat situasi. Jika kemungkinan ada hal yang tidak di prediksi terjadi. Kami bisa mengambil keuntungan."

__ADS_1


"Itu terdengar bagus" Caesar terkekeh pelan.


Ketiga sosok itu melesat semakin jauh dari Kastil meninggalkan jejak desiran angin dan debu beterbangan di belakangnya.


__ADS_2