
Malam gelap membentang di sepanjang mata memandang. Kegelapan malam dengan bulan dan bintang sebagai penerang seolah menjadi pemandangan yang seharusnya.
Sepasang mata berwarna perak menatap kearah depannya dengan pandangan fokus, ketika mata itu menangkap sosok yang dia kenali, dia membuka bibirnya lirih "James, bukankah aku memintamu untuk pergi melindungi Candy?!"
"Kau disini?!" James menoleh kearah Edward yang datang saat dia melihat sosoknya terbang "Seseorang menghadangku berkali-kali. Maaf Ed tapi aku sudah berusaha semampuku..."
"Lupakan! Kau pergi dan bantu mempertahankan Kastil, aku akan pergi melindungi Candy sendiri!" Edward mendesah pelan, pandangan matanya terpaku pada sisi kiri lengan James yang hilang, dia ragu sejenak sebelum berkata lirih "Terimakasih..."
Tubuh James merinding kedinginan mendengar apa yang Edward ucapkan. Dia menatap punggung Edward yang kian menjauh dengan pandangan rumit. Sahabatnya itu adalah seorang pria dengan harga diri yang tinggi, apakah Jatuh Cinta bisa membuat seseorang berubah begitu buruk?
Meski begitu hati James merasa sedikit tersentuh dan membaik. Setidaknya secara perlahan dia akan memperbaiki hubungan mereka.
.....
Edward berteriak keras dalam malam gelap itu, teriakan miliknya membuat seluruh kastil bergetar hebat. Dia mencengkram erat tubuh Candy dalam pelukannya. Kekuatan pengendali darah miliknya membuat Candy bisa sedikit bernafas dan tidak kehilangan banyak darah.
"Candy, bertahanlah! Kita akan kerumah sakit..."
Candy lemah dan tidak bisa menjawab perkataan Edward. Wajahnya terlihat buruk karena rasa sakit yang menyayat jantungnya, mata miliknya tampak buram saat menatap wajah tampan Edward. Walau begitu Candy tahu pria itu pasti terlihat mengerikan.
[Aa aku baik-baik sa..ja Bi bii Jane...]
Tubuh Edward bergetar ringan saat dia mendengarkan apa yang Candy katakan dalam benaknya. Mata perak miliknya menatap gadis dalam pelukannya tampak sedih. Tidak peduli dengan kondisinya sendiri gadis ini masih memikirkan orang lain.
"Tuan Muda..." Alfred datang sangat terlambat, dia berdiri mematung melihat pemandangan di hadapannya.
"Bawa Jane kerumah sakit, aku akan membawa Candy! Serahkan perlindungan Kastil pada James!"
"Baik Tuan!" Alfred menjawab tegas saat dia melakukan perintahnya tanpa menunda.
Tubuh Edward terbang dengan Candy dalam pelukannya, dia menggendong tubuh lemah itu layaknya tuan putri melintasi kegelapan malam dengan kecepatan menakutkan.
[A akuu sepertii Tuan Putrii...]
"Diamlah aku akan membawamu kerumah sakit!" Wajah Edward terlihat gelap, dia mempererat pelukannya pada Candy penuh ketakutan.
Tidak, dia tidak bisa kehilangan gadis ini, dia tidak bisa membiarkannya pergi!
[Edward, a aku Mencintaimu... Apapun yang terjadii itu semua bukan salahmu u.. Jadii...]
"Uhukk... Kuhh?!!!" Darah merah keluar dari bibir Candy saat rasa sakit yang menyayat Jantungnya kian memburuk.
"Candy, A aku... Aku mencintaimu... Jadi kumohon bertahanlah!" Suara Edward bergetar, Air mata mulai jatuh dan menetes dari mata indahnya. Dia terbang melintasi malam dengan kekuatan penuh dan terus melindungi gadis dalam pelukannya itu.
Candy tersenyum lembut mendengarkan ucapan Edward. Dia tidak yakin jika pria itu benar-benar mencintainya, mungkin saja pria itu mengatakan Cinta karena rasa kasihan padanya dan juga karena ini adalah hal terakhir yang bisa dia berikan untuk perpisahan.
"Tidak!!! Aku benar-benar mencintaimu! Aku sangat Mencintaimu! Jadi kumohon bertahanlah dan tetap disisiku! Aku membutuhkanmu!!"
Tubuh Candy kian melemah, dia merasakan bahwa seluruh Jiwanya terhisap oleh sesuatu dan tarik pergi meninggalkan tubuhnya.
Telinganya berdengung tidak dapat mendengarkan apa yang Edward katakan. Tapi entah bagaimana hatinya berdegup kencang seolah bisa merasakan apa yang Edward maksud.
"Tidak!!! Aku tidak akan membiarkanmu pergi!!! Tidak akan pernah!!!" Edward menangis dengan pilu, dia menggigit bibirnya keras untuk menahan rasa sakit yang menusuk di hatinya.
__ADS_1
Edward tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan saat dia kehilangan Austina, hatinya sakit tapi rasa sakit itu berbeda dengan perasaannya kali ini.
Dari pandangan sekilas dia bisa melihat bahwa gadis itu tidak dapat bertahan. Edward takut, dia sangat takut dengan pemikirannya itu.
Dia tidak ingin kehilangan gadis ini!
Dia tidak ingin Gadis dalam pelukannya ini pergi meninggalkannya sendiri di Dunia ini!
Dia ingin melihat senyuman manis dan wajah Cantiknya setiap hari!
Edward ingin Candy terus menemaninya selamanya...
'Aku akan merubahmu menjadi Vampire!'
Sebuah pikiran yang tidak pernah Edward miliki melintas di benaknya.
Dia sangat membenci kalimat itu, tapi entah kenapa sekarang dia benar-benar ingin melakukan apa yang tertera pada kalimat itu.
Edward tahu dia egois dengan melakukan hal ini pada Candy, tapi dia tidak ingin kehilangannya. Dan satu-satunya hal yang terlintas untuk membuat gadis itu tetap disisinya hanyalah cara ini!
Seolah merasakan perubahan Aura di tubuh Edward yang tidak nyaman. Jemari tangan Candy terangkat untuk merah baju di dada Edward dengan seluruh kekuatannya.
Dia meremas pakaiannya sebelum bergumam dalam benaknya [Aa aku ti tiidak ingiin menjadii Vaampire...]
Tangan Candy lepas dan jatuh setelah kalimat itu terucap, dia kehilangan kesadaran dan tidak bergerak.
Tubuh Edward menegang mendengarkan keinginan Candy, dia meremas jemari tangan Candy yang telah tidak sadarkan diri sebelum berteriak frustasi kearah langit.
Mata berwarna biru cemerlang James bergerak kesegala arah ketika dia berjalan di sekitar koridor rumah sakit.
Malam gelap terlihat cemerlang dengan lampu-lampu yang menyala di setiap koridor. Suasana hening dengan kesunyian mengalir di udara ketika langkah kaki James yang hanya terdengar.
Sudah 5 Jam berlalu setelah Insiden itu terjadi. Segala hal yang berkaitan dengan Kastil telah dia selesaikan. Saat ini James tengah berada di rumah sakit untuk melihat Edward yang sendirian menunggu Candy tengah menjalani Operasi.
"Kenapa kau ikut? Bukankah aku memintamu untuk menjaga Kastil?" James mengerutkan keningnya menatap kearah wanita cantik yang berjalan selaras dengannya.
"Aku bukan penjaga!" Wanita itu mendengus marah "Beraninya kalian memperlakukan Austina Chayton sebagai penjaga!"
"Terserahlah, tapi jika kau ingin melihat kondisi gadis Manusia itu kau hanya perlu jujur! Tidak perlu untuk menjadi Tsundere!"
Bang...!!!
Sebuah tendangan mendarat tepat di pinggang James saat tubuhnya terbang kearah taman.
Austina menurunkan kakinya yang berada di udara sebelum berkata "Lain kali aku akan menghancurkan adik kecilmu!"
Tubuh James bergidik dingin mendengarkan ucapan Austina. Dia bangkit dari taman dan kembali berjalan disisinya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Organ tubuh Vampire yang masih bekerja seperti Manusia adalah adik kecilnya! Jadi, jika itu hancur James akan kehilangan salah satu kesenangan hidupnya.
James tidak mengerti kenapa adik kecil itu adalah organ tubuh yang masih berfungi walaupun tidak dapat bereproduksi, tapi setidaknya itu adalah salah satu hal yang membuat Vampire dapat bertahan hidup ribuan tahun.
Saat James berkelana dengan pikirannya anehnya, mereka berdua sampai di tempat yang mereka tuju.
__ADS_1
Austina mengehela nafas panjang sebelum membuka suara "Pria itu terlihat menyedihkan!"
James tersadar dan menatap di mana pandangan Austina pergi. Sosok Edward terduduk di sebuah bangku koridor rumah sakit. Dia terduduk dengan kepala tertunduk dan wajahnya yang kusut. Air mata di matanya masih terlihat menetes sedikit.
James mendesah dan mengkahkan kakinya mendekat "Dia akan baik-baik saja!"
Walaupun James tahu kata-kata miliknya tidak akan memperingan suasana hati Edward, setidaknya dia ingin mengatakannya.
Edward tidak merespon perkataan James dan tetap menundukkan kepalanya.
Melihat hal ini, James hanya mendesah panjang sebelum terduduk disisi Edward, dia sudah menduga pria ini tidak akan menjawab perkataannya.
"Bibi Jane tidak selamat!" Ucapan Austina layaknya Bom yang di lemparkan. James melotot marah kearahnya, tapi tidak ada yang dapat dia lakukan karena cepat atau lambat Edward akan mengetahuinya.
"Edward itu..."
"Aku..." Suara Edward lirih ketika dia membuka bibirnya dan menghentikan perkataan James "...berfikir untuk merubah Candy menjadi Vampire?!"
Keheningan menyelimuti saat kalimat itu keluar dari bibir merah Edward. Wajah Austina tampak bodoh karena terkejut dan tidak percaya. Disisi lain, James mengerutkan keningnya seolah sedang berfikir keras untuk memecahkan rumus matematika tersulit.
Dengan diamnya 3 orang itu, suasana menjadi canggung. Udara malam seolah terasa lebih berat dan tidak nyaman.
James batuk kecil untuk memecahkan keheningan yang terlalu mencekam itu dan berkata "Nah, aku tidak tahu harus berkata apa. Kau harus menyelesaikan masalah hatimu sendiri! Aku akan membantumu mencari informasi kenapa mereka menargetkan Candy. Austina akan membantu untuk menjaga Kastil sementara. Sedangkan untuk pemakaman Jane..."
"Minta Alfred untuk menghubungi keluarganya, aku akan datang kepemakamannya nanti. Untuk sekarang aku hanya akan menunggu Candy!"
"Baiklah.." James mengangguk dan mulai berdiri, dia menatap Austina yang terguncang dan memukulnya ringan "Ayo pergi!"
Austina dengan setengah bodoh mengangguk dan hanya mengikuti sosok James pergi.
"James..." Edward bergumam lirih menghentikan langkah kaki James "...Terimakasih"
James tersenyum tulus dan menggeleng kearahnya "Tidak perlu berterimakasih diantara Saudara... Ed, dia akan baik-baik saja!"
Dengan kepergian James, Edward kembali sendiri dalam keheningan. Dia memikirkan tindakan dirinya yang berniat untuk merubah Candy menjadi Vampire.
Entah kenapa sampai sekarang Edward masih memikirkannya untuk alternatif terakhir. Dia terus mempertajam indra pendengarannya dan mata miliknya untuk menatap kearah dimana Candy menjalani Operasi.
Jika saja ada tanda-tanda bahwa gadis itu tidak dapat bertahan, Edward akan menerobos masuk dan membuat gadis itu menjadi Vampire.
Edward bahkan tidak peduli jika Candy tidak menginginkannya, Dia benar-benar tidak ingin kehilangan gadis itu. Dan demi membuat gadis itu tetap berada disisinya, Edward akan melakukan segalanya bahkan jika membuat gadis itu menderita dan membencinya.
Memikirkan semua hal ini, Edward kembali tersadar. Perasaan Cinta yang dia miliki untuk Candy bukanlah perasaan Cinta yang sama dia miliki untuk Austina.
Jika Cinta untuk Austina itu mirip seperti sebuah perasaan lega karena menemukan pendamping yang menemaninya dari rasa kesepian. Maka untuk Candy perasaan Edward adalah sebuah perasaan Cinta yang Kuat dan Egois.
Dengan hanya menatap gadis itu Edward merasakan Dunia ini berarti,
Dengan melihatnya tersenyum Edward merasakan Kehidupan miliknya tidaklah buruk,
Dan Dengan gadis itu berada disisinya, Edward Merasa di akan baik-baik saja bahkan jika dia menjadi Vampire, itu karena Candy disana berdiri tepat disisinya dan bersamanya...
"Apakah itu Cinta Obsesi atau Cinta Sejati?" Edward bergumam lirih saat dia terus menatap kearah dimana Candy menjalani Operasi penuh dengan perhatian.
__ADS_1