My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire
23 Stella Miller


__ADS_3

Hari berganti perlahan ketika Matahari di gantikan oleh Bulan diatas Cakrawala. Jarum jam berdetak dan bergerak maju tanpa melihat kebelakang seolah telah meninggalkan segalanya untuk di kenang.


Dalam 3 hari ini suasana tampak berat dan suram menyelimuti banyak orang. Langit biru diatas tertutupi oleh awan hitam menggumpal seolah sama suramnya dengan setiap suasana hati yang di miliki.


Sosok Edward berdiri dengan jarak yang tidak dekat tapi juga tidak terlalu jauh. Dia memandang pemandangan di hadapannya dengan ekspresi wajahnya yang datar. Meskipun begitu, tidak bisa di pungkiri hati miliknya tampak sakit dan sedih.


"Ibu selalu berterimakasih pada Tuan Muda, dia mengatakan ingin membalas kebaikan Tuan Muda suatu saat nanti. Kurasa dia tidak merasa menyesal atas pilihannya sekarang..."


"Maaf, karena aku kau kehilangan Ibumu!" Edward bersuara lirih saat dia terus menatap pemakaman Jane yang telah selesai di lakukan.


"Apa yang Tuan Muda gumamkan?" Wanita disisi Edward mengusap air matanya dan kembali berkata "Kami berhutang banyak hal pada Tuan Muda, Ibuku, Hidupku, bahkan kebahagiaan yang aku dapatkan saat ini! Itu semua karena Tuan Muda. Kami tidak akan pernah bisa membalas semua yang telah Tuan Muda lakukan..."


"Irene..." Edward bersuara dalam, dia mengalihkan pandangannya pada wanita cantik yang terlihat berusia 35 tahun itu sebelum mendesah "Jane adalah wanita yang hebat, aku hanya membuat wanita hebat itu berada disisku karena keegoisanku! Kalian bahkan harus terpisah karenaku!"


"Tidak..." Irene menggeleng tegas saat setetes air mata jatuh dari kelopak matanya "Jika bukan karena Tuan Muda Ibuku akan mati mengenaskan malam itu, dan aku juga tidak akan terlahir di Dunia ini. Juga, berkat kebaikan Tuan Muda, aku bisa bersekolah dan memiliki Keluarga yang sangat berharga untukku! Jadi kumohon jangan merasa menyesal!"


Edward diam menatap wanita di hadapannya dalam keheningan. Dia tidak pernah berharap tindakannya yang sederhana itu akan membekas begitu dalam untuk keluarga mereka.


Walaupun wanita di hadapannya dengan tegas mengatakan semua hal itu, Edward masih merasa sangat berhutang karena telah memisahkan mereka. Semua waktu yang Jane miliki hanya untuk merawatnya dan melakukan kehendaknya. Dia bahkan menjadi tidak dekat dengan putrinya sendiri.


"Hiduplah dengan baik Irene..." hanya kalimat itulah yang akhirnya keluar dari bibir Edward sebelum sosoknya menghilang dari pandangan Irene. Wanita itu tersentum dan mengangguk ringan dengan air matanya yang jatuh.


......


Setelah kepergiannya dari pemakaman Jane, Edward kembali kerumah sakit. Mata berwarna peraknya bergetar menatap kearah tubuh yang terbaring tidak sadarkan diri di balik kaca.


Tubuh itu tampak jauh lebih kurus dan lemah dengan berbagai selang oksigen serata jarum yang menusuk. Hati Edward sakit setiap kali dia melihat pemandangan di hadapannya itu.


Sudah lebih dari 3 hari Candy terbaring disana dan tidak menunjukkan tanda-tanda membuka matanya.


Kalimat dokter setelah selesai operasi itu cukup singkat dan membuat Edward terdiam "Gadis ini memiliki keinginan Hidup yang Luar biasa. Aku telah melakukan segala yang bisa kulakukan. Sekarang kita hanya bisa berharap pada kegigihannya dan Takdir!"


Jemari tangan Edward mengetuk kaca transparan yang menghalanginya dengan Candy ringan sebelum bergumam lirih "Hari ini adalah pemakaman Jane, dia sedih karena tidak melihatmu datang. Jadi Candy, cepatlah bangun dan mari kunjungi Jane bersama!"


Hanya keheningan dan alat pacu jantung yang terdengar menjawab suara Edward. Pria itu menundukkan kepalanya dengan hati yang terluka.


Edward tidak pernah percaya pada keajaiban ataupun pada Tuhan. Mereka selalu memberikan luka dan harapan menyakitkan untuk Edward.

__ADS_1


Tapi entah kenapa, kali ini dia ingin percaya dan berharap bahwa keajaiban itu akan datang untuk Candy.


Datang pada gadis itu dan menyelamatkannya..


Membuatnya hidup kembali dan berada disisinya..


"Edward bisakah kita bicara?!" Suara James terdengar lirih. Dia menatap Edward untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya membuka suara "Ada hal penting yang harus kau ketahui!"


Edward menghela nafas panjang, dia mengalihkan pandangannya dari arah Candy untuk menatap wajah James yang tampak lelah dan kesulitan.


"Mari bicara!" Sosok Edward bergerak pergi meninggalkan tempat itu bersama James kesebuah tempat yang sunyi di rumah sakit.


Setelah berjalan tidak terlalu lama, mereka berdua berada di taman rumah sakit yang sangat sunyi dengan suasana di tinggalkan.


James mendesah dan terduduk di bangku taman yang kotor, jemari tangan miliknya menyerahkan sebuah tumpukan kertas kearah Edward berada.


Tangan Edward terulur untuk menerima tumpukan kertas itu, dia terduduk disisi James tanpa bertanya dan mulai membaca hal yang tertera di lembaran kertas.


Judul diatas kertas itu sangat mencolok mata dan membuat Edward mengerutkan kening -Stella Miller


Halaman demi halaman yang Edward baca dalam diam membuat wajahnya berubah. Mulai dari ekspresi terkejut hingga rasa tidak percaya. Dan pada akhir kertas, hanya 1 ekspresi yang melintas di wajahnya.


"Apa yang akan kau lakukan?" James akhirnya membuka suara setelah keheningan yang lama.


Dia hanya menghela nafas panjang melihat raut wajah Edward yang tampak rumit. Pria itu bahkan tidak mendengarkan pertanyaan James.


Edward diam, dia benar-benar terdiam dan tidak menghiraukan James. Pikirannya runtuh seolah Dunia miliknya telah menghitam dan gelap.


Dia kembali mengingat hal penting dalam lembar kertas itu.


-Bahan terakhir yang di perlukan dalam membuat serum untuk kembali menjadi Manusia adalah darah dari keturunan Stella Miller -


"Itu sebabnya mereka menginginkan Candy!"


Saat kalimat itu keluar dari bibir James dan nama Candy di sebutkan, raut wajah Edward berubah dingin. Dia menatap James dengan pandangan menusuk.


"Apa yang akan kau lakukan Ed? Kau akan mengorbankan Candy atau kau akan mengorbankan keinginanmu menjadi Manusia?" James tidak berhenti oleh pandangan menusuk Edward dan terus berbicara "Kau harus membuat keputusan!"

__ADS_1


Raut wajah Edward tampak terpelintir jelek. Wajahnya mengeras dan tidak dapat di tebak, dia memucat dalam keheningan dan terluka.


Kenapa takdir mempermainkannya dengan sangat buruk?


Tidak bisakah mereka sedikit berbelas kasihan padanya?


-Stella Miller


Wanita itu terlahir dari seorang wanita Manusia sederhana, tapi ada suatu rahasia besar di baliknya.


Saat Kelahiran Stella, Ibunya mengalami kecelakaan hebat dan dalam keadaan sekarat.


Bayi dan Ibu itu tidak dapat bertahan!


Sang Suami tidak dapat menerima hal itu dan meminta seorang Vampire wanita yang menyukai anak kecil untuk membantunya.


Vampire wanita itu merubah Ibu Stella yang sekarat menjadi Vampire pada detik-detik terakhir hidupnya.


Ibu Stella melahirkan bayi itu dengan selamat, tapi dia meninggal setelahnya dan tidak bisa menjadi Vampire dengan alasan bahwa sistem imun dalam tubuhnya terlalu kuat dan pecah sehingga Virus Vampire itu tidak bekerja menyeluruh dan membuat komplikasi dalam dirinya sampai meledakkan tubuhnya hingga berakhir kematian.


Keajaiban yang terjadi adalah sang Janin dalam rahim Ibu Stella yang di prediksi Meninggal itu terlahir dalam keadaan Manusia.


Ketika sang Ibu meninggal dalam keadaan setengah Vampire dan si Janin lahir hanya menjadi Manusia, sang Wanita Vampire itu terkejut dan merahasiakan hal ini. Dia tahu kelahiran Bayi itu akan menyebabkan riak yang tidak perlu.


Dengan Rahasia itu terkubur, waktu berlalu dan Bayi itu tumbuh menjadi wanita cantik dengan nama Stella Miller.


Stella mungkin Manusia, tapi dia berbeda dari Manusia normal lainnya. Kecerdasan otaknya ditingkat yang berbeda, bahkan daya tahan tubuhnya dan juga kecepatan menyembuhkan dirinya dari penyakit sangat mengejutkan.


Hal inilah yang membuat wanita itu menyadarinya,,


Dia bisa membuat sebuah serum untuk Vampire kembali menjadi Manusia. Itu akan baik-baik saja jika dia mengorbankan dirinya untuk kebahagiaan Candy.


Candy putrinya mewarisi garis darahnya dan memiliki kelebihan yang berbeda..


Jika Stella adalah seorang Jenius, Maka Candy seorang gadis bodoh yang bertindak berdasarkan hatinya.


Itu benar bahwa gadis itu memiliki perasaan kuat dan peka sejak dia lahir, dan Stella takut jika perasaan kuat Candy itu akan membuatnya menderita jika bertemu orang yang salah.

__ADS_1


Maka disitulah Stella selalu meminta Candy untuk menjauh dari siapapun dan berusaha sekuat mungkin untuk membuat Serum yang bisa mengembalikan Vampire menjadi Manusia.


Stella ingin membuat sebuah Dunia yang aman dan Damai untuk putri kecilnya hidup bahagia tanpa rasa khawatir.


__ADS_2