
Ruangan itu begitu sunyi, sangat sunyi untuk waktu yang lama. Hanya isak tangis dan suara nafas yang terdengar. Candy menangis, dia menangis begitu buruk hingga matanya tampak bengkak dan sangat merah.
Setelah Edward menceritakan segalanya, dia hanya terdiam di tempatnya dan menatap kearah Candy yang menangis.
Pria itu meremas jemari tangannya yang terkepal erat hingga kuku miliknya merobek dan melukai telapak tangannya.
Dia menahan dirinya sekuat mungkin, Edward benar-benar ingin memeluk tubuh rapuh Candy yang bergetar karena tangisan. Tapi, dia tidak bisa bergerak dan dengan kaku hanya menatap kearah Candy.
Edward tidak bisa menghilangkan rasa bersalahnya. Semua yang terjadi pada hidup Candy karena mereka terlibat dengan Edward pada mulanya. Jika saja Stella tidak pernah bertemu dengan Edward dan berusaha membuat serum itu, dia mungkin bisa hidup dalam damai bersama dengan putri dan keluarganya. Dia tidak akan mati mengenaskan dan juga Candy akan bisa hidup dengan tenang.
Memikirkan itu membuat Edward merasa bersalah serta tidak nyaman. Tentu dia bahagia jika Candy bahagia, namun, dia tidak bisa untuk melepaskan Candy! Edward sangat mencintainya dan akan melakukan apapun untuk membuat gadis itu berada disisinya. Walaupun dia tahu dia egois, Edward tidak peduli asalkan dia bisa memiliki Candy.
Keheningan itu pecah saat Candy mengusap air mata dipipinya, dia menghela nafas panjang untuk menenangkan diri sebelum berusaha berbicara dengan suaranya yang terdengar serak. "Jangan menyalahkan dirimu sendiri!"
Itu adalah kalimat yang Candy ucapkan. Edward tersentak dan kepalan tangannya mengendur. Vampire tampan itu bergerak cepat dan merengkuh tubuh hangat Candy kedalam pelukannya.
"Aku mencintaimu!"
"Aku tahu" Candy mengangguk pelan dan balas memeluk tubuh Edward dengan erat sebelum kembali berkata "Edward, itu bukan salahmu bahwa ibuku memilih untuk membuat serum, dan juga bukan salahmu jika kedua orang tuaku meninggal dalam prosesnya!"
Tubuh Edward bergetar hebat, dia semakin mengeratkan pelukannya. Edward tidak yakin bagaimana merespon Candy, dia tahu gadis itu tidak akan pernah mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan hatinya. Jadi yang bisa Edward lakukan saat ini hanyalah diam dan terus memeluknya dengan perasaan takutnya yang perlahan mereda.
Candy hanya mengusap punggung Edward lembut. Dia tentu saja sedih saat Edward telah menceritakan segalanya, dia sadar kenapa ibunya membuat serum itu. Dia tahu ibunya lebih baik dari siapapun.
Ibu mencintai Candy lebih dari apapun di Dunia ini, dan dia mengharapkan dunia yang damai dan tenang untuk putri kecilnya. Maka dari itu saat dia menyadari bahwa darahnya bisa membuat keajaiban untuk membuat sebuah Dunia yang tidak berbahaya, dia mengambil keputusan itu dan mengorbankan dirinya.
Candy sedih, sangat sedih dan terluka. Semua yang terjadi pada sang ibu adalah karena dirinya. Dan semua hal yang terjadi pada kehidupan Edward yang rumit itu juga karena dirinya.
Setelah dia menangis untuk waktu yang lama, Candy mulai merasa tenang dan kembali teringat akan kata-kata dalam mimpi yang dia dapatkan saat bertemu dengan sang Ibu.
"Ibu selalu mengatakan untuk menjauhi Vampire karena mereka Jahat. Tapi, ada satu Vampire yang ibu ingin Candy jaga. Dia adalah Vampire paling kesepian dan menyedihkan yang pernah ibu temui. Kuharap Candy bisa menyelamatkannya dari rasa kesepian dan penderitaannya..."
"Ibu berharap Candy akan hidup bahagia terlepas dari apapun keputusan yang kau buat! Hiduplah bahagia dan tidak terikat pada masa lalu atau pun Ibu dan Ayah..."
Sekali lagi air mata membanjiri mata indah Candy. Dia menangis sedih dan terluka, ibunya masih memikirkan dirinya dan orang lain bahkan dalam kematiannya itu.
Dia membuat keputusan pada saat itu juga, Candy akan selalu berada disisi Edward dan menyelamatkannya. Dia akan mendengarkan apa yang Edward minta, jika pria ini memintanya untuk menjadi Vampire maka dia akan melakukannya.
__ADS_1
Candy tahu dengan dirinya menjadi Manusia dia hanya akan menjadi beban untuk Edward dan keluarganya, maka dari itu dia perlu menjadi kuat untuk menjaga keluarga barunya ini dan dirinya sendiri.
Setelah berpelukan untuk waktu yang lama dalam keheningan, Candy mencoba mendorong tubuh Edward lirih dan berbisik "Bagaimana kalau kita kembali?"
Edward menatap tepat kedalam mata berwarna amber Candy, jemari tangannya mengusap sisa air mata di pipinya "Maaf"
"Edward-"
"Candy, maafkan aku karena membuat hidupmu sulit" Edward sekali lagi memotong ucapan Candy dan melanjutkan "Dan maafkan aku karena menyeretmu untuk tetap bersamaku dan mungkin membuatmu mengambil keputusan yang tidak kau inginkan!"
Candy terdiam sejenak mengingat ucapannya ketika dia terluka dan tidak sadar kala itu. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menjadi Vampire!
Jika Candy diijinkan memilih, dia memang tidak ingin menjadi Vampire karena tidak ingin melukai Edward seperti Austina. Tapi saat ini dia memilih untuk merubah pikirannya bukan karena Edward, itu karena dirinya.
"Aku ingin menjadi kuat dan melindungimu serta keluarga baruku!" Candy menarik sudut bibirnya untuk tersenyum lembut "itu semua adalah keputusanku bukan karena siapapun!"
Mendengarkan hal ini, mata Edward bergetar ringan, dia menatap gadis yang begitu berharga untuknya itu seolah tidak akan pernah melepaskannya atau membiarkannya terluka. Edward akan membuatnya hidup bahagia, itulah janjinya.
Ciuman lembut mendarat di bibir Candy, Edward mengangguk dan tersenyum kecil "Ayo kembali, tempat ini berdebu dan kotor!"
Setelah berada diatas, Candy menatap Edward dengan ragu sebelum membuka bibirnya "Ada seseorang yang ingin aku temu..."
"Aku akan pergi bersamamu"
"Tentu, tapi-"
Ucapan Candy terpotong oleh Edward yang mengusap rambut kepalanya "Aku mengerti, aku akan berada di luar dan tidak ikut campur"
Mendapatkan pernyataan seperti itu, Candy mengangguk pelan dan mulai menuju kearah yang berlawanan dari arah kamarnya.
Mereka berdua kembali berjalan beriringan melewati banyak koridor dan berbagai ruangan di dalam Kastil. Hingga sosok yang Candy temui berada dalam pandangannya.
Tanpa keraguan di matanya, Candy melangkah mendekat dan menyapa kearahnya "Paman Arthur bisakah kita bicara?"
Arthur tersenyum lembut dan menjawab "Tentu saja Nona, dimana anda ingin berbicara dengan pria tua ini?"
Candy menatap Edward sejenak dan kembali melihat Arthur setelahnya "Bagaimana kalau di ruangan sebelah?"
__ADS_1
"Baik"
"Edward tungulah sebentar, aku akan segera kembali!" Candy tersenyum pada Edward yang mengangguk pelan sebelum menghilang untuk memasuki sebuah ruang yang berbeda dengan Arthur di belakangnya.
"Paman, aku bukanlah gadis yang suka berbasa basi, jadi aku akan berbicara terus terang!" Candy memulai pembicaraan, dia melihat Arthur hanya mengangguk dan melanjutkan "Aku mendengar kisah di balik kelahiran ibuku! Dan setiap kali aku melihatmu tersenyum, aku selalu mengingat Ibu, jadi apakah kau-"
"Aku memang memiliki hubungan dengannya!" Arthur memotong ucapan Candy, dia mendesah dan kembali berkata "Tuan Muda Edward sepertinya tidak menceritakan itu, dia pasti menginginkan agar aku menceritakannya padamu secara langsung!"
Candy sedikit tersentak kaget tapi tidak lebih, dia sudah mulai menduga siapa pria di hadapannya ini. Tapi Candy masih ingin mengetahuinya secara langsung dari bibirnya.
"Bisakah kau menceritakannya padaku?"
Arthur mengangguk pelan dan mulai membuka suaranya untuk menceritakan masa lalu yang begitu menyedihkan serta membahagiakan dalam hidupnya.
Dia kehilangan istrinya tapi dia memiliki seorang putri. Dan pada saat yang sama dia hanya bisa melihat putri itu tumbuh dari kejauhan hingga dia meninggal.
Candy mendengarkan dengan penuh perhatian, dia kembali menangis tapi itu tidak sama seperti ketika dia mendengarkan cerita dari Edward. Candy menangis karena dia bahagia, setidaknya ada satu anggota keluarnya yang masih hidup dan peduli padanya.
"Kakek..."
Tubuh Arthur bergetar saat Candy memanggilnya kakek dan menatapnya dengan mata berembun penuh kasih sayang.
Arthur menggeleng setelah helaan nafas yang panjang "Aku tidak pantas untuk menjadi kakekmu! Nona Candy aku, aku orang tua yang sangat buruk dan membuat semua orang yang aku sayangi menderita!"
"Tidak," Candy menggeleng tegas, dia meremas jemari tangan Arthur dalam genggamannya "Ibu, dan aku hidup bahagia. Bahkan hingga sekarang"
"Maaf..."
"Kakek, jangan seperti ini!" Candy menggelengkan kepalanya melihat Arthur yang menundukkan kepala padanya "Aku bahagia, sangat bahagia. Aku bahkan bertemu dengan Edward dan Jatuh Cinta, jadi kumohon jangan meminta maaf!"
Arthur mengangkat kembali kepalanya untuk menatap cucunya yang tampak sangat cantik dan lembut. Dia tidak bisa untuk tidak menghela nafas panjang melihat tatapannya yang begitu murni.
Edward yang berada di ruangan sebelah muncul dan berdiri diambang pintu, melihat hal ini Candy melambai padanya "Ed, dia adalah kakekku!"
Edward mengangguk kecil dan berjalan mendekat. Dia sudah mengetahui hal ini tapi tidak memberitahu Candy secara menyeluruh, dia ingin gadis itu berbicara sendiri dengan kakeknya. Sepertinya keputusannya sangat tepat.
1 Manusia, dan 2 Vampire duduk bersebelahan dan mulai berbicara banyak hal. Mereka menceritakan segalanya dan mulai terbuka satu sama lain untuk mengatakan kebenaran. Sebuah kebenaran kecil yang terkubur sangat lama mulai kembali muncul dan berbunga. Menyapu hubungan mereka menjadi lebih kuat.
__ADS_1