
Cessa kembali membuat hari bara terasa amat sangat jauh dari kata tenang.seperti sekarang pagi-pagi sekali cessa sudah berada diapartemennya membawakan sarapan untuk bara.bunyi dentingan piring dan sendok membuat apartemen bara terasa ramai namun itu la yang tidak disukai oleh bara.bara lebih menyukai suasana hening tanpa suara apa pun ditempat tinggalnya.
Cessa menyiapkan nasi goreng buatan ibunya kedalam piring.
"Gue udah siapin sarapan buat lo,dimakan"ujar cessa ketika bara menghampirinya kedapur.
"Kenapa?"tanya bara membuat cessa bingung atas pertanyaan bara.
"Kenapa apanya"tanya cessa balik sambil menghadap bara.
"Kenapa lo lakuin ini?"
"Gue kan pacar elo"jawab cessa tersenyum cantik
"Lagian kata mommy sarapan itu penting dan selama lo jadi pacar gue,gue belum pernah liat lo sarapan"sambung cessa memberikan sepiring nasi goreng pada bara dan diterima oleh bara.
Bara tidak menjawab apa-apa tidak dipungkiri memang selama ia tinggal sendiri bara tidak pernah sarapan.kalau pun ia sarapan pasti kesekolah di kantin bude.
Bara melahap nasi goreng yang disiapkan oleh cessa.
"Lo ga sarapan?"tanya bara ketika melihat hanya ada sepiring nasi goreng.
"Aaaa lo perhatian banget sih,tapi sayangnya gue udah sarapan tadi coba kalo belom sepiring bedua kita.so sweet"jawab cessa tersenyum genit membuat bara menyesal telah bertanya demikian pada cessa.
Drttt...drtt....
Botak is calling.
Bibir cessa mayun ketika nama botak yang telah menelponnya.
"Gue turun sekarang"
Tut..tut..
Cessa mengakhiri panggilan sepihak
"Gue duluan botak udah rese dibawa,sarapannya dihabisin"ujar cessa pada bara tanpa menunggu jawaban dari bara tak lupa sebelumnya cessa mencium pipi bara.
"Hm" bara tidak protes ketika cessa mencium pipinya toh kalau pun ia berkoar-koar meneriaku cessa untuk tidak menciumnya cessa pun tidak peduli bahkan ia akan terus mencium pipinya.
____
"Cessa ada tugas sekolah dad jadi harus pergi pagi-pagi"
"Baiklah kalau begitu lain kali jangan seperti ini lagi.oke dear"
"Iya dad"
"Kalau begitu daddy tutup.daddy menyayangi ariel"
"Ariel sayang daddy"
"Where is kiss for daddy"
__ADS_1
"Muaach"
Tut..tut..
Setelah menerima telpon dari ayahnya Cessa menggerutu kesal pada botak sepanjang jalan.
"Maafkan saya nona namun tuan terus bertanya pada saya kenapa nona pergi begitu pagi"
"Tinggal lo jawab aja gue ada tugas sekolah ato apa kek"
"Tuan ingin mendengar suara nona langsung"jawab botak
Cessa tidak berbicara lagi ia memilih diam benar apa yang dijawab oleh botak ayah nya tidak akan percaya langsung jika tidak dari mulut cessa sendiri.
___
Cessa memcuci muka nya diwc sekolah karena merasa sangat ngantuk,tepatnya ia disuruh oleh bu tini guru matematika untuk cuci muka agar tidak tertidur ketika buk tini menjelaskan.
"Gue lihat lo semakin deket aja sama bara,lo sama sekali ga peduli apa ya sama ancaman gue"ujar renata dari belakangnya.
Cessa menghadap renata dengan malas
"Kenapa gue harus peduli.seharusnya lo yang ga usah rusuh sama hubungan gue dan bara,gue punya kartu as lo dan kapan pun gue bisa aja ngasih tahu adit ataupun bara"jawab cessa melangkah pergi meninggalkan renata yang sudah dipenuhi amarah.
"Awas aja lo cess,setelah gue dapet rekaman itu lo akan gue singkirkan dari kehidupan bara''ujar renata sambil menyepalkan tinjunya.
Cessa kembali kekelas dengan senyum diwajahnya. cessa sangat prihatin pada renata yang berusaha mengancamnya.dan cessa sudah mempunyai cara yang sangat berlian untuk membuat renata kesa padanya.
"Ngapain lo senyum-senyum"tanya sandra setengah ngeri pada cessa
" kenapa dia?"
"Masa gue disuruh jauhin bara.mana bisa gue lagian bara kan cinta pertama gue,gue akan tunjukin dia cara main cantik itu gimana"jawab cessa menghadap sandra
"Tuh anak emang ga tahu diri kemaren bara jelas-jelas suka sama dia malah jadian sama adit sekarang bara udah sama lo malah ga terima."
"Kebanyakan makan micin dianya hahahaa"ujar cessa diselangi oleh tertawa.
"Princcessa ada yang lucu dengan pelajaran saya"ujar buk tini membuat tawa cessa terhenti ia lupa jika sekarang ia masih dijam pelajaran.
"Silahkan keluar dari pelajaran saya"perintah buk tini
"Elo sih ga ada yang lucu malah ketawa"ujar sandra
"Gue mau liat lo ketawa tadinya eh mala gini deh jadinya"jawab cessa kesal lalu keluar dari kelas.
Cessa melangkahkan kakinya kearah lapangan futsal yang telah menarik perhatiannya.
'Kelas bara kan olahraga,ga papa ga balajar asal gue bisa liat my prince olahraga' batin cessa senang
Cessa terpana akan ketampanan bara yang bertambah berlipat-lipat karena berkeringat.
Cipokable
__ADS_1
"BARA...GO BARA..." teriak cessa kencang sehingga nama si empu yang dipanggil menoleh kearah cessa.
"Semangat"ujar cessa dengan isarat mulut sambil mengangkat tangan semangat.
Bara langsung menghadap kearah lain dan tersenyum entah kenapa ia tersenyum ketika mendapat kata 'semangat' dari cessa, ia tidak tahu.
Bara lalu menggiring bola kegawang lawan dan gol.keberhasilan bara memasukan bola kedalam gawang lawan sekalian menutup permaian.
"GOL"teriak cessa senang sambil melompat-lompat
Bara dan teman-temannya berpelukan seperti teletabis.bara langsung memisahkan diri dan menghampiri cessa yang berdiri di dekat lapangan.
"Ngapain lo diluar kelas?ga belajar?"tanya bara pada cessa
"Eh lo keringetan bentar gue ada tissue" ujar cessa tidak mengindai pertanyaan dari bara.ia malah mengambil tissue kering didalam saku bajunya lalu mengelapi keringat nakal didahi bara.
"Lo dihukum?"tanya bara lagi menghentikan kegiatan cessa yang mengelap keringatnya dan bara juga menatap cessa.
Cessa hanya menyengir kuda.
"Gue disuruh keluar sama buk tini"jawab cessa lalu mengelap kembali keringat bara.bara sama sekali tidak menolak cessa mengelapi keringatnya.
Sedang kan para gadis kelas bara merasa iri pada cessa karena cessa selangkah lebih dekat dengan bara cogan di Nusa Bangsaa.bukan hanya gadis kelas bara yang merasa iri namun kelas-kelas lainnya pun merasa iri pada cessa termasuk renata.
"Lo pasti aus.ayo"ujar cessa setelah membuang tissue ke tempat sampah..
"Kemana?"
"Bude la kemana lagi ke alfamart.kejauhan elah"jawab cessa menarik bara menuju kantin.
Bara mengikuti langkah cessa yang membawanya kekantin.
"Bude air mineral dinginnya satu"ujar cessa pada bude kantin.
"Ini neng air nya"ujar bude kantin memberikan air mineral dingin pada cessa
"Makasih bude"ujar cessa sambil memberikan uang lima ribuan pada bude.
Cessa kesusahan membuka tutup botol air mineral membuat bara mengambil alih botol air mineral dan membukanya.
"Buka beginian aja lo ga bisa"ujar bara lalu meminum air mineralnya.
"Kan disegel jadi susah bukanya"jawab cessa melihat bara meminum air mineral
So hot
"Yaudah ayo kekelas"ajak bara setelah tenggorokannya terasa lega.
"Kekelas elo tapi ya.gue masih belum boleh masuk sama bu tini"
"Hm"
Cessa langsung berdiri dan menggandeng tangan bara.
__ADS_1
"Let's go" ujar nya senang dan lagi-lagi membuat bara tersenyum.
____