
Apa yang dikatakan cessa dalam pesannya semalam benar-benar terjadi hari ini cessa tidak masuk sekolah membuat bara merasa ada yang kurang dalam menjalan kan harinya.
"Woi bro tumben cessa ga ke kelas?"tanya nico pada bara yang sedang menempelkan kepalanya diatas meja.
"Ga sekolah"jawab bara singkat.
"Emang cessa kemana?sampe ga masuk biasanya ujan badai tetep sekolah tu anak"tanya nico lagi membuat bara memejamkan matanya tak menanggapi ucapan nico..
"Yan cessa kemana?"tanya nico pada sean yang duduk tepat dibelakang nico dan bara.
"Pergi kerumah eyang"jawab sean fokus pada buku pelajarannya.
"Ooo kerumah eyang toh"ujar nico membuka mulutnya menyerupai huruf O.
"Yan nyontek pr dong"ujar nico pada sean yang tetap masih fokus pada buku pelajarannya.
"Di tas"jawab sean menunjuk tasnya.
Dengan hati yang gembira nico mengambil buku pr di tas sean.
"Thanks bro.lo emang sahabat the best"ujar nico mencium buku sean.
"Buruan bentar lagi pak wal masuk"
Nico mengangguk dan segera menyalin pr nya.
Belum kering mulut sean berbicara pak wal benar-benar datang membuat nico kelabakan menyalin prnya.
"Jelek-jelek dah tulisan gue"ujar nico menyalin cepat-cepat.
"Alah tulisan lo emang udah jelek dari sono nya kek elo"ujar alea mencibir nico.
"Diem lo le,kalau mau jadi bini gue ga usah ngomongin gue"jawab nico pede
"Ngomong sama lo emang ga pernah nyambung ya"ujar alea kesal.
"Bodok"
Fiuhhhh
Nico menghela nafas lega karena prnya sudah tersalin semua nya.jika tidak bisa mampus ia kena hukum pak wal.the killer teacher.
"Maacihh sean"ujar nico genit mengikuti gaya cessa.
"Jijay gue"cibir sean mengambil bukunya .
__ADS_1
"Kumpulkan pr kalian"ujar pak wal setelah duduk di kursi nya.
"Nitip"ujar bara malas pada nico.
Setelah buku pr dikumpul pak wal mulai menjelaskan materinya tentang turunan,semua siswa menyimak tampa terkecuali.
Sedangkan bara ia hanya diam pikiran nya berkelana kemana-mana memikirkan cessa.
___
Kelas bara tepatnya kelas bara dan juga renata (xi ipa 1 dan xi ipa 3) sedang berkumpul membicarakan amal bersama untuk panti yang diketuai oleh sean.
"Kita ke panti minggu sore"ujar sean pada bara dan juga yang lainnya.
"Atur aja,gue ikut"ujar bara bersuara dan diangguki oleh yang lain.
"Kita juga ikut,ngomong-ngomong yang harus kita bawak udah disiapkan lan"tanya sean pada dilan ketua kelas xi ipa3.
"Semua aman yan,tinggal dibagi aja lusa"jawab dilan mantap
"Oke fix.jadi lusa kita langsung ketempat tujuan "ujar sean lagi dan diangguki oleh yang lain.
Perkumpulan usai semua mulai meninggalkan aula yang mereka gunakan termasuk bara.
Dari pertemuan tadi bara salalu mengaxek notif ponsel dari cessa.namun nihil cessa sama sekali tidak menghubunginya ataupun mengiriminya pesan.
"yaudah ayo bareng"jawab bara seadanya.seharusnya bara merasa senang karena sekarang renata mulai dekat lagi dengannya namun entahlah iya merasa biasa - biasa saja terhadap renata
Renata tersenyum senang,belum lagi cessa tidak ada membuat renata bertambah senang.
___
Setelah mengantar renata,bara langsung pulang keapartemennya.
"lo berdua ngapain disini?"tanya bara pada nico dan sean yang sudah di apartemen nya.
"Maen la apa lagi"jawab nico tanpa menoleh soalnya ia dan juga sean sedang main ps milik bara.
bara membiarkan kedua temannya bermain ps di apartemen nya.
Bara memutuskan menidurkan dirinya diatas ranjang menjernihkan pikiran nya.
"Ah curang lu yan.masa gue kalah mulu"protes nico kesal pada sean yang selalu menang melawannya.
"Gue ga curang lo aja yang ga bisa main"jawab sean santai.
__ADS_1
"sekali lagi"pinta nico mengangkat telunjuknya.
"Ga"jawab sean bangkit dan ikut berbaring disebelah bara.
"Kalau aja cessa ada gue main sama cessa pasti dia bakal kalah dan gue menang"ujar nico tersenyum senang
"Lo yang kalah,cessa lebih hebat dari gue"jawab sean malas.
"Masa gak percaya gue"ujar nico masih tak percaya.
"Coba aja"ujar sean
Nico menggerutu kesal.
Bara bangkit dari tidurnya
"Lo berdua bisa ga usah nyebut nama cessa"ujar bara kesal
"Kok lo kesel si bar"protes nico
"Tu cewe ga ngubungi gue dari tadi,bilang kek lagi dimana?lagi ngapain ?atau apa kek.biar kepala gue ga pusing mikirin dia"ujar bara kesal lalu keluar dari kamarnya.
Sean dan nico hanya menatap kepergian bara dengan pandangannya yang hanya mereka yang tahu.
Didepan pintu kamarnya bara menepuk jidat nya.
Bego
Setelah menyadari apa yang baru saja ia katakan pada kedua temannya bara masuk lagi kedalam kamarnya
"Balik lagi bar"ujar nico melihat bara masuk lagi.
"Ngantuk mau tidur"jawab bara membaringkan dirinya diatas ranjang.
"Btw,tadi lo ngomong apa bar? Rada ga jelas gue dengar nya"goda nico
"Ga inget"
"Bara kangen cessa"ujar sean ikut menggoda bara.
"Udah pada pulang sana "usir bara menutup telinganya dengan bantal sehingga tidak lagi mendengar godaan kedua temannya.
"Kita nginap"ujar nico ikut bergabung tidur di ranjang bersama sean dan bara.
"Terserah"jawab bara lalu mencoba untuk tidur Dan membiarkan sean dan juga nico menginap diapartemennya.
__ADS_1
___