
Minggu pagi bara sudah rapi hari ini dan yang lainnya akan mengunjungi panti untuk berbagi.
Drttt ...drt ....
Dengan gerakan cepat bara langsung mengambil ponselnya ia berharap yang menghubunginya adalah seseorang yang memang ia tunggu-tunggu.
Sean is calling......
Bara menghembuskan nafas kecewa lalu menetralkan suaranya
"Ya yan?"
''Kita ngumpul langsung di lokasi bar"
"Oke''
''Lo dimana sekarang?"
"Otw"
Tut..
Bara memutuskan panggilan secara sepihak.
Setelah memakai sepatunya bara keluar dari apartemennya dan memasuki lift.
Sesekali ia menghubungi nomor cessa namun nihil nomor cessa sama sekali tidak aktif.
Cessa benar-benar membuat kepala bara ingin pecah dan frustasi
Ting..
Bara keluar dari lift dan sudah ada renata yang menunggunya dilobby
"Kenapa disini?kan aku bisa jemput dirumah"tanya bara setelah menghampiri renata
"Sekarang udah jam berapa kalau aku nunggu kamu bisa telat kita "jawab renata tersenyum
Bara mengangguk benar apa yang dikatakan renata jika ia menjemput renata Meraka bisa saja terlambat tiba dipanti.
"Yaudah ayo kita berangkat sekarang"ajak bara
"Ayo"
Mereka berjalan beriringan menuju parkiran.
"Bara nanti mampir bentar ke mini market ya.aku mau beli sesuatu disana"ujar renata ketika mereka masuk kedalam mobil.
'Bara kita ke mini market dulu kuy gue mau beli cemilan laper hehe'
bara tersenyum mengingat cessa didalam pikirannya.
"Kamu kenapa senyum?ada yang lucu ya"tanya renata membuat senyum tampan bara lenyap begitu saja.
"Ah engga,keinget sesuatu aja"jawab bara.
__ADS_1
Renata tidak berkata lagi ia hanya mengucapkan o yang panjang.
"DORR"ujar seseorang mengagetkan renata dan bara yang tiba-tiba muncul dari kursi belakang dan memeluk leher bara.
"Elo"ujar bara geram sambil melepaskan paksa pelukan cessa lalu turun dari mobil dan membuka pintu belakang.
"Keluar sekarang"ujar bara lagi ia sengaja menekan suaranya.
Cessa masih diam di kursinya dan enggan untuk turun menuruti kemauan bara.sedangkan renata tersenyum senang ia yakin 100% bara kan marah pada cessa
"Ck.lama"ujar bara menarik cessa keluar sehingga membuat cessa takut.bara memang dingin tapi bara tidak pernah marah ataupun seperti ini sebelumnya.
"Gue...minta maa..."ujar cessa pelan nan takut tidak menatap bara.
Bara memotong ucapan cessa dan membawa cessa kedalam pelukannya.
"Lo buat gue khawatir tau ga"ujar bara pelan.cessa balas memeluk bara dan memejam kan matanya.
"Lo bisa ga buat gue khawatir ??"ujar bara melonggarkan peluakan mereka sambil mmemegang pipi cessa gemas.
"Hehe maap"ujar cessa dengan suara yang berbeda karena pipinya dipegangi oleh kedua tangan bara yang kekar.
"Jangan pernah diulang atau gue akan marah sama lo"ujar bara kembali membawa cessa kedalam pelukannya.cessa mengangguk di pelukan bara.
"Jangan hanya mengangguk"ujar bara lagi membuat cessa melepaskan pelukan bara.
"Siap pak boss"ujar cessa memberi hormat pada bara dan sontak saja membuat bara tersenyum
"Jangan senyum kecuali sama gue"ujar cessa pelan namun seperti peringatan untuk bara.
"Ga akan"jawab bara pasti
"gue juga"jawab bara sambil mencium kening cessa.
Keduanya tersenyum seolah dunia hanya milik mereka berdua tanpa mereka sadari dari tadi renata menatap mereka tidak suka.
'Ck.kek nonton Drakor aja gue'
Bara mengambil ponselnya disaku celananya dan menghubungi seseorang.
"lo jadi bareng gue ga?"
"Jadi la,gue udah diparkiran"
"Hm"
Tut .
"Nelpon siapa?"tanya cessa penasaran
"Nico,nah itu orangnya"tunjuk bara pada nico yang sedang berjalan kearah mereka.
"Cessa gue kangen banget sama elo"ujar nico hendak memeluk cessa namun cepat-cepat ditahan oleh bara
"Hehe sorry boss"ujar nico mengangkat kedua jarinya.
__ADS_1
"Cessa oleh-oleh mana?"ujar nico meminta pada cessa
"Ada aman aja,tu dibelakang "jawab cessa tersenyum.
"Wah maaacih cessa"ujar nico senang
"Tamatama nico"
"Lo mau kemana?"tanya bara mencegah nico masuk ke kursi belakang.
"Ambil oleh-oleh lah"jawab nico santai
"lo bawa mobil,oleh-oleh ntaran aja kalau udah sampai panti"ujar bara memberikan kunci mobil pada nico
"Yah gimana si bar.gue mau makan sampe di panti"protes nico merajuk
"Mau apa engga?"
"Ya mau"
"Yaudah bawa mobil sana"ujar bara lalu masuk kekursi tumpangan bersama cessa.
"Jalan pir"ujar cessa menahan tawanya
"Baik tuan putri "jawab nico menjalan kan mobilnya.
"Gue punya oleh-oleh buat lo,nih"ujar cessa memberikan kalung berliontin burung merpati dan memasang kan nya dilehar cowo itu.
"Nah yang satu lagi buat gue ,lo pakein gue ya"pinta cessa dan langsung dituruti oleh bara.
"Katanya burung merpati itu lambang sebuah hubungan,gue harap hubungan kita ga ada orang ketiga ya"ujar cessa lagi setelah bara memasangkan kalung di lehernya.
"aamiin cess"sahut nico tersenyum
Bara diam tak tau harus berkata apa didalam hati yang paling dalam ia ingin sekali mengucapakan 'semoga bisa sama-sama sampai ajal menjemput,aamiin'
"Eh,ada renata juga?"tanya cessa berpura-pura baru tahu.sebenarnya ia sudah tahu mengenai renata.
"Iya cessa aku disini"jawab renata pelan
"nico berhenti"pinta cessa mendadak sehingga nico hampir menabrak pohon.
"Apaan si cessa"gerutu nico
"Hehe sorry,bara mau itu"ujar cessa meminta pada bara.
Bara melihat sebentar lalu mengangguk mengiyakan kemauan cessa.
"Sebentar"ujar bara menghentikan gerakan cessa yang akan membuka pintu mobil
"Kenapa?"
"Tangan lo kenapa ?"tanya bara balik bara melihat seperti bekas infus yang ditutupi oleh handiplast
"Oh ini plester main-mainan"ujar cessa segera membuka pintu mobil agar bara tidak bertanya lebih lanjut.dalam hati cessa berdoa agar bara tidak curiga padanya
__ADS_1
'Moga-moga bara ga kepo'
_____