My Ice Prince (BaraCessa)

My Ice Prince (BaraCessa)
Bab 28


__ADS_3

Setelah semalaman berperang dengan batinnya bara memutuskan untuk meminta maaf pada cessa karena perlakuannya kemaren sore terhadap gadis itu.


Bara mengambil tas nya diatas kasur lalu keluar dari kamarnya.


"Pagi bara" sapa cessa dengan senyum ceria yang khas nya itu.


Bara kaget tentu saja ia mengira cessa tidak akan datang ke apartemennya lagi, apalagi membawa sarapan karena kejadian sore kemaren.


Bara menangkap ada yang berbeda dari diri cessa sesuatu yang amat jelas dapat ditangkap oleh mata bara.


"Potong poni?" tanya bara menghampiri cessa yang sedang menyiapkan bara sarapan.


Cessa hanya mengangguk senang sambil mengolesi roti tawar dengan selai stroberi.


"Gue ga tau lo suka selai apa, karna di kulkas banyak susu rasa stroberi jadi gue pikir lo bakal suka sama selai stroberi"jelas cessa dan senyum nya tak hilang dari bibirnya.


"Jelek" ujar bara menyambar roti tawar yang sudah diolesi oleh selai oleh cessa.


"Iya gue juga tau kalo jelek, cuma mau kek mana lagi. lo liat ada benjolan besar di jidat gue dan karena benjolan ini gue make poni" jawab cessa menunjukan jidat nya yang ditumbuhi oleh jerawat.


"Lihat. B aja tu"jawab bara sambil mengunyah dan ekspresi yang datar.


Cessa menatap bara tidak percaya laki-laki dihadapannya mengatakan biasa saja,tidak taukan bara bahwa cessa sebegitu cemas nya tadi pagi sehingga membuat kehebohan.


Pagi tadi sebelum cessa ke apartemen bara dikediaman marshwan.


cessa berteriak histeris membuat seisi rumah dengan panik berlarian menuju kamar cessa, termasuk manh danang yang berada dibelakang ikut serta berlari kekamar cessa.


"Kamu kenapa?"tanya bryan ayah cessa cemas sambil memegangi kedua lengan putrinya.


"Jidat aku dad"rengek cessa yang dramantis.


"jidat kamu kenapa sayang? sakit? atau gimana?"tanya ibunya yang ikut cemas disamping bryan.


"Ada ini"jawab cessa panik menghadap kedua orang tuanya.


Bryan,ariella,bik ina,botak dan mang danang menghela nafas lega.mereka pikir terjadi apa-apa pada cessa. setelah mengetahui bahwa nona mereka baik-baik saja,mereka kembali ketempat mereka masing-masing.

__ADS_1


"Itu wajar sayang,kamu kan udah gede dan itu tandanya kamu sudah gede sayang"ujar ariella sabar memberi pengertian pada cessa.


"Tapi mom ini jerawatnya gede banget. cessa kan malu, nanti bara ilfeel lagi liatnya"ujar cessa cemberut.


"it's oke sweety,sini biar daddy ilangin jerawatnya dengan cara yang paling ampuh"ujar bryan membuat cessa tersenyum senang lalu mendekati ayahnya.


Cup


Bryan mencium jidat putrinya dimana jerawat cessa sedang mekar.


"DADDY"teriak cessa kesal membuat bryan tersenyum senang karena membuat putrinya berteriak kesla padanya.


"Mom,daddy nipu cessa"adu nya pada ariella.


"Kamu sih percaya aja"jawab ariella ikut menjahili putrinya


"terus gimana dong sama ini"ujar cessa pelan sambil berkaca menatap jerawatnya.


"Kalau poni nya dipotong mau?"usul ariella membuat secercik harapan cessa bangkit.


"Boleh juga mom"


"Lo mau diam aja disitu apa ikut gue ke sekolah?"kata bara membuat cessa segera tersadar dari lamunannya.


"Ikut elo lah"ujar cessa reflek langsung berdiri dan berlari menuju bara tanpa sadar tali sepatu kanannya terlepas dan tidak sengaja terpijak oleh cessa sehingga si empu nya terjatuh tersungkur dilantai membuat bara berbalik dan menghampiri cessa dengan panik.


"capek gue ngomong sama lo,udah dibilang berkali-kali. sekali aja gue mohon sama lo jangan ceroboh,bisa?"pinta bara sambil membantu cessa berdiri sedangkan cessa hanya mengangguk saja karena ini murni karena kecerobohannya sendiri.


"Masih sakit?"tanya bara sambil mengamati lutut cessa yang memar membiru cessa hanya mengangguk pelan.


"mangkanya hati-hati"kata bara menoel lutut cessa pelan membuat cessa menjerit tertahan lalu bangkit dan mendahului cessa.


"bara tungguin,suka banget sih ninggalin orang" teriak cessa menyusul bara yang telah hilang dibalik pintu.


___


"Gimana keadaan nyokap lo?"tanya cessa ketika ia dan bara berpas-pasan dengan renata

__ADS_1


"udah baik-baik aja tadi udah boleh pulang mala"jawab renata tersenyum namun cessa sangat-sangat tidak suka melihat senyum renata.


"bagus deh. bar gue duluan lo masih mau ngomong kan sama renata"kata cessa pergi begitu saja,ia muak melihat renata cessa juga tidak mau bara melihat nya meluapkan emosinya didepan renata.


Setelah cessa pergi bara membuka percakapan.


"Ibu pulang sama siapa?"tanya bara


"Sama bik ina,makasih ya kemaren aku ga sempet bilang itu ke kamu"jawab renata terdengar tulus ditelinga bara.


"BARA" panggil Nico kencang sehingga membuat bara langsung menoleh kearah nico.


"Kelas kuy"ajak nico menghampiri bara dan merangkul sobat nya itu.


"Aku duluan re"ujar bara lalu mengikuti nico.


Renata menatap kesal ke arah nico. selalu saja menganggu dirinya dengan bara pikir renata marah.


Cessa langsung masuk kedalam kelasnya ia sengaja meninggalkan renata dan juga bara.


"Nyontek pr dong"ujar cessa pada sandra setelah duduk dikursinya.


"Ambil aja di tas"jawab sandra tanpa memalingkan matanya dari ponsel.


cessa langsung membuka tas sandra mengambil pr sobat nya. dengan secepat kilat cessa menyalin pr sandra ke buku pr nya.


Ini lah alasan mengapa cessa meninggalkan bara dan juga renata pr nya belum kelar tepatnya belum ia kerjakan sama sekali.


"Tumben lo pake beginian?"tanya sandra menunjuk bibir cessa.


"Biar kece,masa cessa pacarnya bara tampilannya jelek, kan kalau gue jelek nanti bara ifeel gimana? "jawab cessa masih fokus pada salinan pr.


"Seterah lo deh, btw Lo ga papa kan ces? Atau jangan-jangan ada yang elo sembunyiin dari gue. kalau lo sakit gue bisa anter lo pulang atau lk ada masalah? Kalau lo punya masalah, lo bisa cerita sama gue, pasti gue dengarin dan kasih solusinya kok" kata sandra cemas,ini la sandra orang yang paling irit bicara namun terhadap keadaan cessa ia yang paling banyak bicara.


"Gue ga papa sand,ini murni biar gue tambah kece aja, kan lo tau sendiri gue gimana, pasti gue cerita kalau ada masalah"jawab cessa tersenyum sejenak


"Oke deh, lebih baik lo lanjut ngerjakan tuh lr sebelum pak broto masuk" ucap sandra

__ADS_1


"Iya, ini gue lagi ngerjakan" ucap cessa tersenyum sejenak kemudian melanjutkan prnya ia tidak ingin dimarahi oleh pak Broto karena tidak mengerjakan pr.


___


__ADS_2