
Cessa menatap pesan dari aiden lalu dengan cepat ia membalas pesan itu.
Aiden: gimana?
Cessa: bsk gw jwb. gw bdmd skrng!
Seusai membalas pesan aiden cessa langsung mematikan lampu kamarnya dan segera mengejar alam mimpi nya.
Paginya cessa terlambat bangun membuat sang mommy repot karena dirinya.
"Mom kaos kaki cessa yang belang-belang dimana ya?"tanya cessa sambil mencari-cari kaos kaki nya di kranjang khusus pakaian kotor.
"Lagian mommy kenapa ga bangunin cessa sih. jadi telah gini kan"dumel cessa masih mengacak-acak keranjang pakaian kotor.
"Mommy udah bangunin tapi dasar kamu aja yang kebo"
"Ini sayang"ujar ariella lagi sambil memberikan kaos kaki yang cessa inginkan.
"Lho. dimana mommy dapetnya?"
"Di lemari kamu la dimana lagi,mangkanya kalo taro sesuatu itu pada tempatnya biar ga keliweng nyari nya"jawab ariella tersenyum
"Sip mom"kata cessa dan memasang kaos kaki nya cepat.
"Mom,cessa berangkat ya"pamit cessa setelah memasang kaos kakinya dengan benar.
"Sarapan dulu"ujar ariella lembut yang dijawab gelengan oleh cessa
"Ga sempet mom,bye mom" kata cessa sambil mencium kedua pipi ibunya lalu dengan langkah cepat ia menuruni tangga sebelum ibunya yang sangat cerewet menghentikan langkahnya.
Ariella hanya menggelengkan kepalanya atas sikap pitri bungsunya
"tak ayo buruan"pinta cessa masuk kedalam mobil.
"Sarapan anda nona"ujar botak menyerahakan sandwich dan susu kotak rasa coklat pada cessa.
"Wah. thanks tak,ni buat lo satu"jawab cessa senang dan memberikan satu sandwich pada botak.
"Tapi lo minumnya air putih ya"kata cessa diiringi tawa.
Botak mengangguk
"saya tidak suka susu nona"
"Alah. bilang aja lo mau kan tak,cuma malu aja mau minta sama gue.iya kan"ujar cessa dengan nada mengejek botak dan yang diejek tak menyahuti membuat cessa kesal saja.
pagi-pagi udah buat kesal. batin cessa.
"Jalan tak"ujar cessa sambil melahap sandwich nya
__ADS_1
"Baik nona"
___
Fiuhhh..fiuhh..
Cessa menghela napas lega untung saja ia tidak terlambat jika ia terlambat sudah la pasti seluruh toilet di sma nusa bangsa bakal bersih karena cessa.
"Tumben telat?"tanya sandra ketika cessa sudah duduk disebelahnya.
"Ga bisa tidur gue"kata cessa benar malam tadi ia tidak bisa tidur badut sialan itu selalu muncul ketika ia memejam kan mata.
"oh"
"Hm"
Cessa menempelkan kepalanya diatas meja,ia sangat mengantuk tak perlu waktu lama cessa sudah terlelap.
Lagian pula hari ini jadwal kelas cessa adalah olahraga,mengingat cessa 'tidak bisa olahraga' jadi cessa bisa tertidur dua jam lamanya.
"Hei"panggil bara lembut membangun kan cessa.
"Emmm...eh bara.."ujar cessa bangun dari tidurnya.
"Ga ada kelas?"tanya cessa yang dijawab anggukan oleh bara.
"lo sendiri kenapa ga olahraga?"tanya bara balik.dalam hati bara mengutuk dirinya,pertanyaan macam apa itu jelas-jelas ia tahu cessa ga bakalan olahraga.
Drt...drt...
Cessa melihat ponsel nya
Kapan?
Isi pesan dari aiden.
Ke kelas gw
Balas cessa cepat membuat bara melirik cessa penasaran.
"Siapa?"tanya nya
"Aiden"jawab cessa menyengir
"Ngapain dia kesini?"tanya bara dengan nada cemburu.
"Aaa bara lo gemesin deh"ujar cessa mencubit gemas kedua pipi bara
"Lo cemburu kan?"tuding cessa membuat wajah bara memerah.
__ADS_1
"Aa bara gue makin sayang elo deh"ujar cessa membuat bara diam-diam tersenyum.
"Eh.gue kira lo sendiri ternyata ada bara juga"kata aiden tiba-tiba masuk kedalam kelas cessa dan seketika senyum bara langsung lenyap begitu saja.
"jadi kek mana,gue harus apa?"tanya aiden membuat bara mengerit kan kening mulusnya.
"Lo harus stay cool lah,jangan pecicilan buat ulah aja kerjaannya"ujar cessa menokok kepala aiden.
"Sakit elah"kata aiden meringis.
"Menurut info yang gue dapet si wulan suka sama BTS. nah elo harus suka juga sama BTS"jelas cessa,aiden mengerutkan keningnya bingung.
"BTS apaan ces?"tanya nya.
"Boy band korea yang lagi hits."
"Berarti gue harus suka K-pop gitu?"tanya aiden setengah ngeri cessa mengangguk.
"Ya iya la bego.lo harus apalin lagu-lagunya,sebutan fans nya apa,hapalin juga gerakan-gerakan BTS"ujar cessa memberi saran.
"Oke.makasih cess,lo mau apa? Ntar gue kasih"kata aiden memegang kedua bahu cessa.
"Santai bro ga pake pegang-pegang bisa kan"ujat bara melepaskan tangan aiden yang menempel pada bahu gadisnya.
"Gue mau lamborghini,rumah mewah,jet pribadi...trus apa lagi ya.." ujar cessa seolah sedang memikirkan apa yang ia inginkan.
"Lo mau bikin bokap gue bangkrut cess"jawab aiden mengikuti alur cessa ia juga berpura-pura seperti orang yang putus asa.
"Elah gue becanda doang,gue cuma mau lo sama wulan cepat taken aja"ujar cessa membuat aiden tersenyum.
"Oke. segera dilaksanakan tuan putri"kata aiden membungkuk hormat pada cessa dan seketika tawa cessa pecah.
"Semoga berhasil"ujar cessa tulus.
"Makasih"jawab aiden lalu keluar dari kelas cessa.
"Masih cemburu juga?"goda cessa membuat bara menatap cessa tajam.
"Siapa yang cemburu?"tanya bara seperti orang tidak tahu.
"Elo lah siapa lagi,masa gue cemburu sama sir gue sendiri"jawab cessa kesal sendiri.
"Ayo"ajak bara menggandeng tangan cessa
"Kemana?"
"Kantin gue lapar"jawab bara singkat cessa mengikuti langkah bara.
'Tumben gue ga di tinggal'
__ADS_1
___