My Ice Prince (BaraCessa)

My Ice Prince (BaraCessa)
Bab 27


__ADS_3

"Hahahaa" gelak tawa nico pecah ketika cessa menceritakan ketakutan bara pada momou harimau milik cessa.


Sedangkan bara hanya diam menahan rasa kesal nya pada cessa dan juga nico karena sudah menertawakan dirinya.


"Lo tau ga cess?" tanya nico pada cessa setelah tawa nya sudah berhenti.


"Apaan"jawab cessa antusias,bara menatap nico dengan tatapan akan menelan nico hidup-hidup.


"Ga jadi deh cess"ujar nico sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.


"Ah elo kebiasaan suka buat orang penasaran"gerutu cessa kesal.


"Ya maap cess"kata nico sambil cengengesan tapi tak dihiraukan oleh cessa.


"Bara pulang sekolah nanti ke kedai es krim kuy,gue denger ada menu baru disana"ajak cessa pada bara.


"Pulang sekolah?"tanya bara seakan sedang berpikir sedangkan cessa hanya mengangguk berharap bara mau menemani nya pergi ke kedai es krim karena ada menu baru.


"Oke,nanti gue temenin"kata bara membuat senyum cessa terbit begitu lebar dan sontak langsung memeluk leher bara.


Siswa perempuan yang melihat cessa dan bara saat ini merasa iri pada cessa.


Couple goal


Untuk cessa dan bara,menurut mereka cessa dan bara sangat cocok.


"Ces balik ke kelas,bentar lagi bel"ajak sandra ketika sudah selesai mengobrol dengan sean.


"Kuy,gue ke kelas ya"pamit cessa pada bara


"Co,yan gue balik ke kelas"ujar cessa pada nico dan sean.


"Hati-hati ya cessa cantik awas gak nabrak orang dijalan"teriak nico sambil tertawa namun tawa nico tidak bertahan lama karena bara sudah melototinya.


"Sakit jiwa"sahut sandra tanpa melihat kearah nico.


___


Bara keluar dari kelasnya setelah kelasnya sudah usai dan bersiap menemui cessa dikelas gadis itu.


"Bara"panggil Renata membuat langkah bara terhenti dan berbalik menghadap renata


"ya re?"tanya bara langsung.


"Aku boleh minta tolong gak?"pinta Renata penuh harap


"Minta tolong apa?"


"kata bi ina ibu aku masuk rumah sakit,kamu bisa gak anterin aku kesana"jawab renata pelan.


"Adit?"


"ga bisa.adit lagi belajar sama buk tini di perpus"


Bara berpikir sejenak sedetik selanjutnya ia mengangguk.


"Kamu tunggu di mobil,aku ada perlu sebentar"kata bara yang diangguki oleh Renata.


Tujuan bara saat ini adalah kelas cessa.


"Eh ko elo kesini,gue baru mau ke kelas ya elo"kata cessa ketika bara sudah ke kelasnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Lo pulang bareng bang botak aja gue mau nganter rere kerumah sakit"


"Botak ikut bokap ke bandung,eh tapi gue bisa pulang bareng sean ato nico.lo duluan aja nganterin renata ke rumah sakit"jawab cessa tersenyum paksa.ia sedih karena bara bahkan tidak ingat jika bara sudah berjanji akan menemaninya ke kedai es krim.


"Gue nelpon nico bentar"kata bara namun dicegah oleh cessa.


"biar gue aja,renata pasti lagi nunggu lo sekarang"


"Gue duluan kalau ada apa-apa telpon gue"pesan bara sebelum pergi.


Setelah bara hilang dibalik pintu cessa melangkah gontai keluar dari kelas.cessa bahkan tidak menelpon nico ataupun sean.


Cessa memutuskan untuk duduk di kursi panjang yang berada didepan kelasnya.


Entah betapa lama cessa melamun namun ia tersadar karena sebuah bola basket mengenai kakinya.


"Bola gue"ujar seseorang membuat cessa mengambil bola yang berada tepat di kaki nya dan memberikan pada laki-laki pemilik bola.


"Thanks,gue Aiden.lo?"ujar Aiden memperkenalkan diri.


"Sama-sama.gue cessa"jawab cessa menerima uluran tangan aiden.sama


Cessa mengenal nama aiden siapa yang tidak kenal Aiden badboy nusa bangsa yang membuat guru bk kualahan menghadapi Aiden.


"lo main basket sendirian?"tanya cessa karena ia penasaran pasalnya dilapangan basket tidak ada orang.


"Iya,gue ga suka main rame-rame"jawab Aiden tersenyum cessa ingin bertanya lagi namun ia tahan.karena cessa merasa takut pada aiden,ya tepatnya oleh rumor tentang aiden yang ia dengar.


"Lo sendiri kenapa belum pulang?"tanya aiden balik


"Belum pengen aja"jawab cessa menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.


"Mau main bareng?"tawar aiden mengangkat bola basketnya.


"Gue ga bisa main basket"


"Ayo.gue ajarin"ujar aiden menarik cessa menuju lapangan.


Cessa hanya menurut saja.


___


Sedangkan dilain tempat bara ikut mengantar renata kedalam kamar inap ibu renata


"Ibu sedang istirahat"ujar bi ina pada renata.


Renata mengangguk lalu duduk di sofa yang memang disediakan dikamar inap.


Bara mencoba menelpon cessa namun tidak diangkat.sudah tiga kali bara menghubungi cessa namun tidak diangkat oleh gadis itu.


Bara lalu menghubungi sean


"lo dimana?"


"Dirumah.bilang ke cessa bunda gue nyuruh tu bocah main kerumah"


"Hm.ntar gue bilang"


"Hm"


dengan gerakan cepat bara menghubungi nico.harap-harap cessa ada dengan nico saat ini.

__ADS_1


"Lo bareng cessa sekarang?"


"Engga.gue sama alea sekarang"


"Lo liat cessa?"


"Bukannya lo yang bareng cessa?"


Tut ..


Bara memutuskan panggilan sepihak.


"Re,aku duluan"pamitnya pada renata buru-buru tanpa mendengar balasan dari renata bara langsung keluar dari kamar inap ibu renata.


Bara membawa mobilnya kembali kesekolah.


Dengan rasa cemas bara segera melangkahkan kakinya ke kelas cessa setelah memarkirkan mobilnya asal.


Sesampainya didepan kelas cessa,bara melihat tas cessa di kursi panjang yang berada didepan kelas cessa.


bara masuk kedalam kelas namun cessa tidak ada didalam sana.


Mata Bara menemukan cessa yang sedang tertawa bersama dengan sosok yang amat dikenal oleh bara yaitu aiden.


Bara marah.tentu saja.


Cessa gadisnya sedang tertawa bersama aiden dilapangan basket,entah apa yang lucu sehingga cessa terlihat sangat senang berada didekat aiden.


Bara menghampiri cessa dan juga aiden.


"Pulang sekarang"ujar bara menarik paksa cessa.


Cessa mengikuti langkah bara tapi sebelumnya cessa mengisyaratkan pada aiden jika ia pulang duluan.


"Bara lepas,sakit elah"ujar cessa melepaskan paksa tangan bara.


"Lo bisa ga sekali aja ga buat gue khawatir"ujar bara setengah berteriak.


Cessa diam tidak menjawab ia mendengarkan bara saja.


"lo tau gimana rasa cemas gue pas sean sama nico bilang lo ga ada sama mereka.hah."


"Jantung gue berdetak kek mau copot,gue takut apa lagi pas lo gak jawab telpon gue"sambung bara.


"Gue ...."ujar cessa namun segera dipotong oleh bara


"Ga usah ngomong gue juga ga tau kenapa gue kek gini"


"Padahal lo itu cuma pacar dua bulan gue dan sialnya lo selalu buat gue cemas"kata bara tanpa melihat cessa yang menghadap kesamping menyeka air matanya yang tiba-tiba jatuh.


setelah menyeka air matanya suara cessa keluar.


"Gue minta maaf.kuy pulang udah sore"ujar cessa tersenyum terpaksa sambil membuka pintu mobil


Sepanjang perjalanan pulang tidak ada suara cerewet cessa.cessa hanya diam sambil menatap jalanan.


Bara memberhentikan mobil nya tepat didepan rumah cessa.


Cessa keluar dari mobil bara tanpa suara ia hanya mencium pipi bara lalu keluar begitu saja.


Bara memukul setirnya kesal.ia tidak bermaksud membentak cessa tadi ia hanya cemas dan takut jika cessa akan berpaling darinya.ia tidak tahu mengapa ia begitu hanya saja bara sangat khawatir tadi.dan juga bara merasa dadanya panas ketika melihat cessa tertawa bersama aiden.

__ADS_1


Setelah rasa kesal nya mereda bara melajukan mobilnya pulang.


__ADS_2