
Sorenya bara mengajak cessa untuk jogging di taman.
Bara sudah hampir lima putaran mengelilingi taman sedangkan cessa hanya duduk dikursi taman sambil makan cemilan.
Cessa terus memandangi arah lari bara,ia menatap takjub ciptaan tuhan yang amat sempurna itu.
Tatapan cessa terhenti ketika bara duduk disebelahnya dan minum air mineral.
Ingin rasanya cessa memegang leher bara yang jakunnya naik turun itu.sexy.
"Mau?"tanya bara memberikan botol air mineral pada cessa.cessa menggeleng kan kepalanya.
Cessa kaget karena bara yang tiba-tiba menidurkan dirinya di kursi taman dengan bantalan pahanya.
"Kek gini bentaran ya"pinta bara memejamkan matanya sejenak.
Cessa tidak menjawab ia membiarkan bara tertidur dengan bantalan pahanya.bara pasti lelah berlari memutari taman.pikir cessa
Cessa mengelus rambut bara sayang,ia bahkan mengelap sisa-sisa keringat yang masih menempel di kepala dan leher bara.
Bara menahan tangan cessa yang ingin mengelap keringat bara lebih lanjut.
"Ga jadi tidur"ujar cessa menghentikan kegiatannya.
Bara menggeleng lalu berkata
"Kenapa lo sering nyium pipi gue?"tanya bara membuka matanya.
"Karna gue sayang sama lo"jawab cessa pelan
"Kalau lo sayang sama gue kenapa lo ga nolak pas sean nyium pipi lo?"tanya bara lagi
"Karna sean sayang sama gue"jawab cessa cepat.
"Kata bang nael kalo ada yang nyium pipi kita berarti orang itu sayang sama kita,sama halnya dengan mommy,daddy,bang vian,ka nila,bang nael,termasuk sean yang selalu nyium pipi gue mereka sayang sama gue begitu juga gue"sambung cessa melihat keatas langit.
"Berarti gue juga termasuk?"tanya bara lagi
"Maksud gue.."ujar bara namun segera dipontong oleh cessa.
"Ya elo termasuk.gue sayang sama lo,lo tau pas elo nyium kening gue disitu gue berharap lo juga sayang sama gue"potong cessa menatap bara.
__ADS_1
Bara terdiam lalu bangkit dari posisi awalnya menjadi duduk
"Udah ah.pulang kuy,gue mau pake ini"ujar cessa menunjukan kutek yang dibelikan oleh bunda sean kemarin.
Bara mengangguk dan mengajak cessa pulang.
Bara berjalan agak cepat sehingga meninggalkan cessa yang masih menyimpan kuteknya kedalam tas kecil miliknya.
Setelah meletakan kuteknya cessa mengejar bara.
"Bara tunggu"ujar cessa karena tidak berhati-hati cessa terjatuh.
"Au"rintih cessa pelan namun bara masih bisa mendengar rintihan cessa.awalnya bara mengira cessa hanya berpura-pura namun setelah ia berbalik cessanya benar-benar terjatuh.
Dengan cemas Bara menghampiri cessa yang belum bangkit dari duduknya.
"Lo ceroboh banget si"ujar bara membantu cessa berdiri.cessa tidak menjawab kaki nya terasa perih namun ia tidak memberitahu bara.
"Kaki lo berdarah"ujar bara berlutut dihadapan cessa mengecek luka jatuh cessa.
"Kaki gue ga papa ko,cuma sendal gue putus"ujar cessa pelan dan bara kembali berdiri
"Ngerepotin tau ga,udah tau jogging masih pake sandal"ujar bara mengambil sandal cessa.
"Males banget"jawab bara melempar asal sendal cessa yang putus.
"Trus gue pulang nya kek gimana?"ujar cessa merajuk.
"Nyusahin"ujar bara berjongkok dihadapan cessa.
"Naik"perintah bara tanpa diperintah dua kali cessa segera naik ke gendongan cowo itu.
"Gue ga mau kaki gue yang luka,lebih baik lo kek gini"ujar bara dengan nada datar.walaupun begitu cessa merasa senang didalam kalimat bara mengandung perhatian yang cowo itu sendiri tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.
___
Sesampainya di apartemen bara langsung mengobati luka cessa dengan obat merah dan memasangkan handiplast di kaki cessa.
Setelah selesai mengaobati cessa bara bangkit dari duduknya untuk mengembalikan obat merah ketempat asalnya.
"Bara pakein ini ya,tangan gue kan kek gini"pinta cessa sambil mengangkat telapak tangannya yang juga lecet karena kecerobohannya tadi.
__ADS_1
Bara duduk kembali dihadapan cessa lalu membuka kutek warna ungu yang ingin cessa gunakan pada kuku-kuku cantik cessa
Dengan amat hati-hati bara memasang kan kutek kekuku-kuku cessa agar tidak kuteknya tidak keluar dari kuku-kuku cessa.
"Cantik kan kuteknya?"tanya cessa pada bara yang fokus memasangakn kutek untuk cessa.
"Diem,ngomongnya entaran aja"kata bara tidak mendengarkan cessa.
Cessa diam menuruti apa yang dikatakan oleh bara sambil menatap bara tanpa kedip hingga bara selesai memasang kan nya kutek..
"Done"kata bara menutup kembali kutek dan meletakannya diatas meja.
Cessa menatap hasil karya bara tidak terlalu buruk rapi malah.cessa merasa tersanjung karena bara mau memasangkan kutek padanya.
"Maacihh bara"ujar cessa mencium pipi bara
"Gue suka"ujar cessa lagi sambil meniup-niup kutek nya agar cepat kering.
"Hm"kata bara lalu bangkit sambil membawa kotak merah.
Drt...drt....
Botak is calling.....
"Nona saya sudah dibawa"
"lo tunggu,gue turun sekarang "
Tut..
"Siapa?"tanya bara menghampiri cessa.
"Botak.sekarang udah dibawah"jawab cessa mengambil tas kecil miliknya
"Emang ga ada kerjaan botak selain ganggu orang seneng"gerutu cessa kesal tanpa cessa sadari bara tersenyum atas gerutuan cessa.
Lucu..
"Gue pulang ya dan ya lo harus kangen sama gue"ujar cessa tak lupa dengan mencium pipi bara.
"See you bara"teriak cessa sebelum hilang dibalik pintu.
__ADS_1
"See you and i miss you now"
___