
"Akhirnya kenyang juga"kata nico sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit karena kekenyangan.
"Iya la mesti kenyang masa tiga piring somay ga kenyang"cibir cessa menatap nico ngeri.
"Kek elo kagak aja cess,lo aja abis dua piring.tapi tumben hari ini lo ga abis"balas nico bertanya.
"Setidaknya gue lebih dikit dari elo sekarang tiba-tiba gue ga napsu liat muka lo"ujar cessa berkelit dan mencibir lagi kearah nico
"Serah dah,yang penting lo seneng"kata nico akhirnya.
"Yan"panggil cessa pada sean
"Paan?"balas sean malas.
" 'Vitamin' gue ketinggalan"kata cessa membuat raut wajah sean yang mulanya biasa-biasa saja menjadi cemas sehingga memancing bara dan nico jadi menatap sean dengan tatapan selidik.
Sandra sama halnya dengan nico dan bara menatap cessa seolah berkata.
'Lo harus cerita kalo ga mampus aja lo'
Cessa menyengir pada sandra.
Sedangkan sean tidak peduli akan tanda tanya yang sedang menari-nari di kepala kedua sahabatnya itu dan bergegas lari menuju kelas nya untuk mengambil 'vitamin' yang memang ia selalu ia bawa kemana-mana setiap ia berada di lingkaran atau pun jauh dari lingkaran cessa.
"Ko kalian natap gue kek gitu sih.ngeri sumpah"kata cessa membuat bara,nico dan sandra tak menatap cessa lagi.
"Hai princess"ujar aiden tiba-tiba muncul diantara mereka.
"Eh elo den"itu la respon yang cessa berikan.
"Gue bawain macha buat lo"kata aiden membuat mata cessa langsung berbinar.
"Wah makasih den,dari kemaren gue pengen eh sekarang kesampean berkat elo"kata cessa tersenyum membuat bara menoleh kearah cessa.diam-diam bara merasa bersalah karna ia mengantar renata ke rumah sakit cessa dan ia tidak jadi ke kedai es krim.
"Sama-sama princess"jawab aiden duduk disebelah nico.
"Bagi dong cessa"pinta nico,cessa langsung mendelik kearah nico
"Enak aja"katanya.
"Cuil dikit deh"ucap nico masih tak menyerah
"No"jawab cessa menikmati macha nya sendiri sedangkan nya yang lain hanya menatap cessa seakan terhipnotis apa lagi nico iler disamping bibir nya sudah mengalir.
"Eh kok lo bisa beli macha,disini kan ga ada?"tanya sandra membuat cessa mengangguk kan kepala setuju tapi enggan mengeluarkan suaranya.
"Manjat pagar"jawab aiden santai
"seriusan"tanya nico tak percaya yang dijawab anggukan oleh aiden.
"Bara say aa"ucap cessa menyuapi satu sendok macha pada bara.
"Males"balas bara acuh.
"Gue mau"kata aiden dan nico cepat.
"aaa"kata cessa pada aiden namun dengan cepat bara memutar sendok kearah dirinya dan melahapnya membuat cessa bingung.tadi bara ditawari tidak mau sekarang..entah la.pikir cessa.
"Minum"kata sean tiba-tiba dihadapan cessa sambil mengeluarkan obat dari tempatnya dan memberikan pada cessa.
Cessa langsung meminum 'vitamin' tanpa suara.
"Buat lo"ucap cessa setelah meminum 'vitamin' memberikan macha nya pada nico.
"Makasih lho ces"balas nico girang dan langsung melahap macha yang diberikan cessa.
Bara menatap cessa penuh tanya.
"Cuma vitamin ko,gue pernah cerita kan kalo gue ga dari kecil ga bisa capek.nah ini vitamin nya" ujar cessa melirik bara.
"Cess ke kelas kuy udah mo bel"kata sandra mengajak cessa.
"Kuy" jawab cessa bangkit dari duduknya namun secara tidak sengaja matanya menangkap luka disini aiden
"Siku lo berdarah den"ujar cessa menunjuk siku aiden.
"Oh nope ces"jawab aiden santai
"Ga papa sih ga papa den,tapi ini bisa infeksi lho kalo ga cepet ditanganin"kata cessa sambil membersihkan luka aiden dengan tissue basah yang selalu ia bawah.wangi.itu la alasan cessa selalu membawa tissue basah kemana pun ia pergi.
Aiden membiarkan saja cessa menangani luka nya.
"Lagian kok bisa sih lo luka kek gini?"tanya cessa ditengah mengobati luka aiden.
"Gue juga ga tau tapi kek nya luka nya ada pas gue manjet pagar deh"jawab aiden membuat cessa tak enak.
__ADS_1
Cessa lalu menempelkan handiplast gambar jerapah disiku aiden.
"Sorry ya gegara lo beliin gue macha lo jadi kek gini"
"Nope cess,selagi elo seneng gue juga"kata aiden tersenyum membuat bara ingin muntah mendengat penuturan aiden.
"Makasih dan maaf sekali lagi den,gue ke kelas duluan.lo liat tu sandra udah kek cacing kepanasan nungguin gue"pamit cessa pada aiden.
"Dah cessa,tiati yaa"
tangan cessa tiba-tiba ditahan oleh bara dan..
Cup
Bara mencium kening cessa membuat si empu terdiam mematung.bara ingin menunjukan pada aiden jika cessa adalah gadisnya jadi jangan harap bisa mendekati gadisnya barang sejengkal saja.
"Nanti pulang sekolah kita pergi"Kata bara
"Hah?"Balas cessa bengong.
"Cessa"panggil sandra lagi
"Gue ke...ke kelas ya"ujar cessa mendadak gagu dan cessa yakin 100% pipinya sekarang sudah seperti dandanan tante-tante di lampu merah.merona tepatnya.
"Hm"ujar bara sambil menagacak rambut cessa.
Cessa dan sandra meninggalkan kantin dan tinggal la sean,nico dan juga aiden
"Kalian berdua duluan,gue mau ngomong sama aiden"kata bara pada kedua temannya.
"Tapi bar,bentar lagi masuk lho'' jawab nico menatap bara.
"Yan"panggil bara yang langsung diangguki oleh sean.ia tahu maksud dari sahabat nya itu.
"Udah la co mereka masih ada urusan"kata sean menarik tangan nico menjauh dari kantin.
Setelah nico dan sean pergi baru la bara mengeluarkan suara.
"Apapun alasan lo deketin gadis gue,gue harap lo menjauh dari sekarang"ucap bara to the point.
"Kenapa?dan ya gue ga mau.cessa gadis yang manis..."
"Gue.bilang.jauhin"potong bara menekan suaranya membuat aiden tertegun.
"Kita liat aja nanti"balas aiden langsung pergi meninggalkan bara.
Bara meninju meja kantin sehingga membuat orang yang tersisa dikantin menoleh kearahnya,namun bara tidak peduli dan segera meninggalkan kantin.
__
Kita belajar nya dimana?
bara menepuk jidat nya bagaimana ia bisa lupa jika renata ingin belajar bersama hari ini.
Dengan gerekan cepat bara mengetik dan mengerimkan pesan pada renata.
Aku ga bisa.aku mau ngajak cessa jalan-jalan
Tak ada pilihan bagi bara ia tidak mau aiden selangkah darinya.cessa adalah gadis nya dan bara tidak ingin miliknya diambil darinya.
Sedangkan diparkiran tepatnya disamping mobil bara,renata menatap kesal pada balasan pesan yang dikirimkan bara.
'Cessa lagi.cessa lagi'
"eh elo kok disini?"tanya cessa ketika ia keluar dari kelas bara sudah menunggunya didepan kelasnya..
"Nunggu lo"jawab bara singkat
"Bentar"kata cessa pada bara dan memasukan kepalanya serangan badan.
"sand gue duluan"teriaknya pada sandra yang masih didalam kelas.
"Hm" sandra hanya menjawab dengan deheman namun masih didengar oleh cessa.
"Kuy"ajak cessa tersenyum sambil menggandeng tangan bara
"pake motor?"tanya cessa ketika mendapati bara membawa ke parkiran motor.
"Yap.gue pinjem motor sean.jadi sekarang jakarta kita kelilingin"jawab bara tersenyum membuat cessa terpana sesaat dan mungkin jika bara tersenyum seperti ini terus keterpanaan cessa mungkin akan selamanya
"Helm dipake buat keselamatan bukan dipeluk tapi dipake dikepala"ujar bara membuat cessa merintis malu karena seperti tertangkap basah telah terpana oleh bara pradipta.
Ketika cessa ingin memasang helm nya buru-buru bara mengambil alih dan memasang kan nya di kepala cessa.
"Maacih"kata cessa tulus ketika helm sudah bertengger manis di kepala nya.
__ADS_1
"are you ready?"
"Let's go.jakarta we're coming" teriak cessa lalu dengan dibantu bara,cessa naik ke atas moge milik sean.
Bara tersenyum dibalik helm nya dan melajukan moge kejalan raya.
Cessa memeluk pinggang bara erat ini pertama kalinya ia naik motor.cessa sangat senang ternyata berkendara dengan motor tidak terlalu buruk.
Tak pernah terlintas dibenak nya ia akan memeluk bara sepanjang perjalanan,tapi sekarang..jangan ditanya cessa rela dibawa kemana pun dengan motor asal bersama dengan bara.
Bara menghentikan moge nya ketika lampu lalu lintas berwarna merah dan melepaskan hoodie nya.bara turun dari moge membuat cessa terkejut yang membuat cessa terkejut lagi adalah bara memasangkan hoodie milik bara kepadanya.
"Biar ga dingin.nanti lo masuk angin gue lagi yang repot"ucap bara namun mampu membuat cessa semakin mencintai laki-laki dihadapannya sekarang ini.
Tin..tin...
"Woi cepetan.panas"teriak pengendara mobil sambil mengeluarkan sebagian badannya.
Tin...tin...
Suara klakson bertubi-tubi membuat bara cepat-cepat naik kembali keatas moge dan menjalankannya.
Yang dikatakan bara berkeliling jakarta memang benar hingga sore mereka masih mengelilingi jakarta sampai-sampai pantat cessa terasa pegal belum lagi perut nya juga sudah keroncongan minta diisi oleh asupan gizi.
"BARA" teriak cessa kencang memanggil bara
"APA"balas bara dengan teriak juga
"GUE LAPER"
"HAH?"
"GUE LAPER.L.A.P.E.R"
Bara masih kurang mendengar apa yang dikatakan cessa lalu menghentikan moge nya dipinggir jalan.
"Apa"kata bara lembut.
"Gue laper"ujar cessa mengelus sambil perutnya.bara mengangguk mengerti lalu menjalannkan moge nya lagi.
Bara menghentikan moge nya didekat monas.
"Ko kesini?"tanya cessa penasaran.
"disini ada ketoprak enak.lo harus cobain"jawab bara menarik tangan cessa menuju pendagang ketoprak.
"Bang dua"pesan bara
"Tiga bang"kata cessa memesan lagi membuat bara menoleh kearahnya.
"Gue laper bara sebiji mana kenyang gue"keluh cessa membuat bara tersenyum.gadisnya ini benar-benar...
"Eh bar.ada bintang jatuh"ujar cessa membuat bara juga melihat kearah langit.benar ada bintang jatuh.
"Katanya kalo ada bintang jatuh semua permintaan kita akan dikabulkan.minta permintaan kuy"ajak cessa setelah menjelaskan panjang lebar pada bara.
Cessa memejamkan matanya dan meletakan tangan nya didadanya.
'tuhan.gue ga mau banyak,gue cuma mau bara bisa cinta juga sama gue.aamiin'
Bara juga melakukan hal yang sama dengan cessa.
'aku ingin gadis yang bersamaku sekarang bahagia selamanya.jangan sampai ada yang bisa membuat nya bahagia selain diriku'
"Lo minta apa?"tanya cessa penasaran.
"Rahasia"
"ah elo mah gitu,pake rahasia-rahasia an segala sama gue"ujar cessa kesal namun tidak ditanggapi oleh bara
Tak lama kemudian ketoprak pesenan mereka datang.tanpa ba-bi-bu lagi cessa langsung melahap ketoprak nya.
Ia lapar salah ia sangat hangat-hangat lapar.
Pukul 17.04 bara mengantarkan cessa ke kediaman gadis itu
"Maacih bara udah ajak gue keliling"ujar cessa tulus lalu mencium pipi bara yang dibalas bara dengan kecupan bibir sekilas.
Cessa merona malu dibuatnya.
"Gue pulang"pamit bara tersenyum.
"Ati-ati ya"ujar cessa malu.
Setelah moge bara sudah tidak kelihatan lagi cessa menepuk - nepuk pipinya yang masih terasa panas.
__ADS_1
'tuhan kalo ini mimpi please jangan buat gue bangun' batin cessa lalu masuk kerumah nya dengan perasaan yang berbunga-bunga.