
Cessa langsung ngacir ke kelas nya bara setelah bel berbunyi bahkan pak Broto belum keluar dari kelas cessa sudah mendahului beliau.dengan ditemani oleh sandra cessa menunggu bara didepan kelas laki-laki itu.
Kelas bara ricuh ketika guru yang mengajar keluar barulah cessa masuk kedalam kelas bara.
"Hai bara sayang"sapa cessa dengan senyum ceria membuat sandra mual karena itu.
Cessa menyuruh nico bangkit dari kursinya agar ia bisa duduk disebelah bara.
"Kantin yuk,laper"ajak cessa pada bara.bara mengangguk sebagai jawaban.
"Eh.cess gue ga diajak"ujar nico membuat cessa dan bara menoleh kearah nico.
"Biasa nya ga diajak ikut"bukan cessa yang menjawab melainkan bara.
Cessa tersenyum lalu berjalan disamping bara menuju kantin diikuti oleh sandra dan nico.
Lalu dimana sean? Sean lagi sakit mangkanya hanya mereka berempat makan dikantin.
"Biar gue aja yang pesen"ujar nico menyembunyikan tersenyumnya.
"Gue mi ayam sama es jeruk"ujar sandra tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Gue.."jawab cessa terpotong karena langsung diselah oleh nico.
"Bakso tanpa kecap kan sama air putih"potongnya.
Cessa mengangguk sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Gue pesen sendiri"kata bara bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju bu de kantin sedangkan nico mengikuti bara.
Sementara di gerbang sekolah sean ingin menitipkan bekal untuk cessa yang dibuatkan oleh bundanya pada satpam sekolah.namun tidak jadi karena bundanya mengiriminya pesan ingin melihat cessa memakan masakan bundanya.
Dengan amat terpaksa sean masuk ke kelas cessa.tapi sean sama sekali tidak melihat sosok cessa didalam kelas.
"Lo liat cessa?"tanya sean pada mike si ketua kelas.
"Kantin tadi gue lihat cessa bareng pacarnya"jawab mike
Sean berlari menuju kantin didalam pikirannya jangan sampai cessa makan baksonya bisa ngamuk bundanya karena cessa tidak memakan masakan bundanya.
___
"Maacih nicooo"ujar cessa ketika nico membawakannya bakso kesukaannya.
"Sama-sama cessa cantik "jawab nico mengedipkan matanya.membuat bara langsung menatap nico tajam tentu saja tanpa disadari cessa.
"Elah maap bos"ujar nico mengangkat kedua tangan nya.
"CESSA"teriak sean sambil berlari menuju cessa yang akan memasukan baksonya kedalam mulutnya.
"Apaan si yan"ujar cessa kesal karena baksonya tidak jadi masuk kedalam mulutnya .
__ADS_1
"Bekal dari bunda"ujar sean memberikan kotak bekal pada cessa dan segera diterima oleh cessa.
Mata cessa seketika berbinar ketika melihat masakan yang dimasak oleh bunda sean.
"Bakso lo buat gue ya cess"ujar nico membuat semua menoleh kearah nico.
"Hihi"ujar nico menyengir
"nih ambil''jawab cessa menggeser kan baksonya kearah nico.walaupun ia menyukai bakso namun ia lebih menyukai masakan bundanya sean.
"Lo bukannya sakit yan?"tanya sandra yang memang peka pada keadaan.
"Hm,tapi tadinya sekarang udah engga"jawab sean mengambil kursi tambahan ditengah-tengah cessa dan bara.
"alah bilang aja lo banyak tugas trus males sekolah.pura-pura sakit deh"ujar cessa tanpa menatap sean yang duduk disebelahnya.
"Lo tu bukan nya makasih ke gue mala ngatain lagi"ujar sean tak terima
"Gue makasihnya sama bunda la bukan elo.wlek"jawab cessa menjukurkan lidah dan memulai menyantap bekalnya
"Serah lo dah"ujar sean mengalah.
Drtt...drtt..
bunda is calling...
"Ya bun"
"........."
"......."
"Hehe maap bun"jawab sean menyengir lalu memberikan ponsel nya pada cessa.
"Bunda mau ngomong "ujarnya.cessa mengangguk dan mengambil ponsel dari sean.
"Makasihh lho bun,bekalnya sangat-sangat enak "
"......."
"Iya bun.dahhh bunda cantik secantik cessa"
"......"
Tut..
"Ni gue balikin hp jelek lo"ujar cessa memberikan ponselnya sean.
"Makasih"sindir sean
"Sama-sama sean jelek"jawab cessa acuh.
__ADS_1
"Temen lo san"ujar sean pada sandra
"bukan temen gue"jawab sandra cuek
"Wah durhaka banget lo jadi sahabat gue sand gue kutuk jadi batu baru tau lo"
"Emang lo nyokap gue"
"Gue sahabat lo"
"Apa hubungannya?"tanya sean
"Ada lah.sekarang sahabat durhaka bisa dikutuk juga kek maling kundang"jawab cessa tak mau kalah.
"Serah"ujar sean dan sandra serempak.
Bara hanya menatap pertengkaran kecil antara cessa,sandra dan juga sean bahkan ia lupa akan makannya.
Keras kepala,imut,cantik,tak mau kalah
Entah mengapa kata itu la yang muncul dikepalanya sekarang ini tenteng cessa.
"Woi bro lo ga mau makan.buat gue ya"ujar nico mengagetkan bara dan bara segera menyingkirkan pikiran tenteng cessa di kepala nya.
"ini gue mau makan"jawab bara memakan makanannya.
"Bara nanti nyate kuy"ajak cessa pada bara.
"Hm"
"Lo mending pulang deh"ujar cessa mengusir sean.
"Gue mau ikut makan sate"ujar sean pada cessa
"Ga boleh"
"pokoknya gue ikut"ujar sean sebelum pergi dari kantin dan sebelumnya sean juga mencium pipi kanan cessa.
Bara merasakan panas di d ada nya melihat sean mencium pipi cessa.dan yang membuatnya lebih panas adalah cessa sama sekali tidak protes dicium oleh sean.
"Besok-besok jangan mau dicium sean"ujar bara membuat cessa melongo.
"Hah"ujar nya memastikan
"Itu larangan"ujar bara bangkit dari kursi nya dan meninggal kan kantin.
"Bara kenapa?"tanya cessa
"Bara cemburu sama sean.kuy balik kekelas"jawab nico dan mengajak kembali ke kelas.
What bara cemburu sama Sean?
__ADS_1
Apa jangan-jangan bara sudah....
___