
Bara hanya menatap cessa yang masih pingsan di ranjang nya dengan tatapan penyesalan yang dalam.
Coba saja ia tidak mencoba menjahili gadis nya maka cessa tidak begini dan sean tidak akan marah padanya juga muka mulus nya tidak akan bonyok. tapi penyesalan selalu diakhir kini bara tidak akan pernah menakuti gadisnya lagi.
Flashback
"Anjing lo!" kata sean yang tiba-tiba saja membogem bara.
"Gue percaya sama lo,tapi apa hah!"kata sean berang sambil menarik kerah bara lalu membogem bara lagi.
Bara diam saja tidak membalas ini memang kesalahan nya jadi wajar jika sean marah padanya seperti ini
"Kenapa lo diam aja. punya mulut kan lo"ujar sean lagi dan sekali lagi sean membogem bara.
"Sialan"kata sean melepaskan kerah baju bara lalu duduk dilantai apartemen bara yang dingin.
"Dimana cessa?"tanya nya pada bara ketika emosinya mulai reda
"Ada didalam"jawab bara susah payah karena tiga kali kena bogem oleh sean.
Sean berdiri lalu masuk kekamar bara diikuti oleh bara sendiri.
Sean duduk disisi ranjang sedangkan bara duduk di sofa bad nya.
"gagal ginjal"ujar sean ambigu membuat bara bingung,seakan tau sahabat nya itu bingung sean lalu berkata lagi.
"Gagal ginjal. cessa sakit itu selama dua minggu sekali cessa cuci darah yang lo tau dia jalan-jalan kan?" jelas sean membuat bara mengangguk sean benar ia hanya tau cessa jalan-jalan tidak tau jika cessa mempunyai penyakit yang begitu serius.
"Cessa ga punya temen kecuali sandra yang memang pacar vian abangnya,cessa yang lo tau gadis ceria suka ceplas-ceplos ternyata ga seperti dugaan lo. dia sekarat tapi ga pernah ngeluh"
"Kemaren ulang tahun cessa,tapi satu pun dari keluarga ga ada yang berani merayakan bahkan cuma bilang 'selamat ulang tahun'. uncle bryan,aunty ariel juga ga pernah ngucapin itu ke cessa. karena kalo itu terjadi cessa bakal marah besar dan lo tau dihari ulang tahunnya kemaren cessa drop"
Bara benar-benar tidak tahu jika kemaren ulang tahun cessa lalu apa tadi kata sean cessa kemaren drop. berarti handiplast bergambar jerapah itu bekas infus. astaga betapa banyak hal yang tidak bara ketahui tentang cessa.
__ADS_1
"Lo tau kenapa cessa takut badut kenapa?"tanya sean yang di jawab gelengan oleh bara.
"Dulu cessa suka badut"
"Tapi dia.."
"Dengerin gue dulu bego"kata sean membuat bara menutup rapat mulutnya.
"Gara-gara satu kejadian cessa jadi takut badut, dimana badut yang cessa sukai berubah menjadi menakutkan bagi cessa"
"Jelasin yang benar njir"ujar bara tak sabar karena menurutnya sean terlalu banyak berbelat-belit membuat kepalanya tak bisa mencerna dengan baik.
"Cessa dibawah badut ke pasar gelap jual beli organ dalam,disana lah awal dimana cessa mendapatkan penyakit ginjal.uncle bryan berhasil membawa cessa pulang tapi sayang ginjal cessa udah diambil satu. kata dokter ginjal cessa harus segera mendapat donor kalo engga sesuatu yang buruk bakal ke cessa".
bara mematung ingin sekali ia mencari orang yang telah mengambil ginjal gadisnya.
"Dan lo tau sangat susah mencari ginjal yang cocok buat cessa. ada satu yang cocok tapi cessa menolak katanya ' gue ga mau hidup orang lain jadi memperhatikan gara-gara gue' cessa bahkan membayar pedonor dua kali lipat dari yang dibayar uncle bryan agar pendonor itu ga jadi donorin ginjalnya buat cessa.semua orang tau kalo cessa yang membayar pendonor itu tapi mereka berlagak ga tau demi cessa"
"Gue cerita ke elo biar lo paham ketakutan cessa sama badut.jangan bilang kecessa kalo elo tau semua nya,kalo cessa tau mungkin dia akan menjauh dari lo. gue balik"ujar sean lalu berdiri dari duduknya lalu sean mencium pelipis cessa namun sebelum itu terjadi bara segera menghentikan aksi sean.
Flashback off
___
"Engga. gue mohon.Aaaaaaa"
"AAAAA"
"lo ga akan kenapa-napa,ada gue"ujar bara langsung memeluk cessa erat.
"hiks...gue...hiks..gue takut"ujar cessa menangis di pelukan bara
bara tidak berkata-kata ia hanya mengelus kepala cessa sayang. menenangkan gadis nya.
__ADS_1
"Hei.lo denger gue oke,lo bakal baik-baik aja trust me"ujar bara melepaskan pelukannya lalu menghapus sisa-sisa air mata cessa.
Cessa mengangguk lalu masuk kembali kedalam pelukan bara.
"Maafin gue"ujar bara membuat cessa mengangguk
"Jangan kasih gue ke badut lagi"pinta cessa
"Ga bakal dan ga akan pernah"jawab bara langsung.
"Gue sayang sama lo"ujar cessa membuat bara dengan spontan mencium rambut cessa.
Wangi Rambut yang selalu ia rindukan.
"Bara"panggil cessa pelan
"Hm"
"Gue laper" ujar cessa membuat bara ternganga. cessa gadis cantik nya ini selalu saja membuat suasana romantis menjadi kacau.
"mau makan apa? Gue masakin"
cessa menggelang membuat bara bingung.
"Trus maunya apa.?"
"Sate mang ujang, ga tau kenapa gue pengen makan sate"pinta cessa membuat bara langsung mengangguk menuruti keinginan cessa.
Bara lalu bangkit dari duduknya untuk mengambil hoodie untuk nya dan juga untuk cessa
"Pake ini dulu"ujar nya lalu memakai kan hoodie untuk cessa.
"Let's go"ujar cessa setelah bara telah memakaikan hoodie untuknya.
__ADS_1
Bara tersenyum melihat tingkah cessa lalu mengajak gadisnya untuk makan sate mang ujang langganan nya eh salah langganan mereka bedua.
__