
Cessa melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar,meletakan tas nya ke sembarang tempat lalu membaringkan diri diatas ranjang. matanya tak sengaja menatap camare EOS 70D yang baru dimiliki sebagain orang.
"Mom. ini camera nya siapa?"teriak Cessa dari dalam kamarnya.
"Oleh-oleh dari bang naek"
"Bang nael udah pulang mom?"teriak Cessa lagi
"Kamu bisa ga sih ga udah teriak-teriak?bisa pecah telinga mommy"
Cessa ingin sekali mencibir mommy nya,namun ia urungkan.
"Jawab Cessa aja mom"
"Iya. udah selesai magang nya"balas ibunya
"Trus sekarang bang naek kamana mom?"tanya Cessa lagi namun kali ini ia menongolkan kepalanya diambang pintu
"Ketemu temennya"
Cessa mengangguk kemudian ia mengunci kamarnya lalu membaringkan dirinya diatas ranjangnya lagi sambil menatap camera pemberian Nael.
Sementara diparkiran apartemen bara ada seseorang yang sedang menunggunya.
Bara memarkirkan mobilnya dengan rapi setelah itu ia keluar dari mobilnya dengan balon dan kue ditangannya. ia harus menyiapkan sesuatu untuk merayakan ulang tahun cessa yang telah lewat dua hari yang lalu.
Sabodo amat cessa tidak menerimanya yang penting ia telah menyiapkan semuanya untuk cessa.
bukkk!!!
Bara terjungkang kebelakang kue ulang tahun nya berserakan.
Bara memegang sudut bibirnya yang berdarah karena kena bogem mendadak dari orang yang tidak dikenal.
Bara mengangkat kepalanya siapa orang yang berani membogemnya.
"Siapa lo?"tanya bara bangkit dan menyiapkan kuda-kudanya.
Tapi nael enggan untuk menjawab ia memilih menyerang bara kembali namun dengan sigap dielak oleh bara lalu berbalik menyerang nael.dan perkelahian pun terjadi begitu saja,jika tidak dihentikan oleh satpam mungkin mereka berdua sudah terkapar dirumah sakit.
Setelah satpam meninggalkan mereka nael membuka suara.
"Gue restuin lo sama ade gue,kemampuan lo boleh juga"
Bara menoleh kearah nael dan mengerti apa yang dimaksud oleh nael.
__ADS_1
"Princcessa ariella"kata nael membuat bara mengangguk.
"Jagain ade gue baik-baik,kalo ga lo bakal berhadapan dengan gue langsung"
''Tanpa lo suruh"jawab bara cepat namun berhasil membuat nael tersenyum.
"Nyokap bilang,cessa banyak cerita tentang lo. bahkan nyokap bilang dia ga pernah liat cessa se bahagia itu saat cerita tentang elo. sebagai abang yang menyayangi ade nya gue restu in elo jadi adek ipar gue"kata nael tersenyum jenaka.
"Gue cabut,bro.semoga kita bisa akur,walau gimana pun gue ga rela kalo cessa lebih perhatian smaa elo dibanding gue"kata nael lalu masuk kedalam mobilnya.
Setelah nael pergi bara tersenyum bahagia,nael orang yang selalu sean ceritakan abang cessa yang paling galak sudah merestuinya.
Bara bangkit dari duduknya lalu memunguti kue yang berserakan lalu membuangnya ke tong sampah.
"Nael sialan"gerutunya lalu membawa balon-balon kedalam lift.
__
Bara sudah mendekor kamarnya dengan balon-balon,ia menyiapkan semua itu sendiri dipandu oleh mbak google,kue ulang tahun pun sudah bara ganti dengan kue yang lebih besar dari yang tadi.tak lupa diatas kue nya bara juga menyiapkan angka 16,yaps cessa lebih muda darinya.
Hal yang terakhir bara lakukan adalah menempelkan fotonya dan juga cessa di lemari pakaiannya. sebenarnya bara tidak suka berfoto namun karena dipaksa oleh cessa jadilah di ponsel bara banyak sekali poto cessa dan dirinya di ponselnya.
Setelah semua beres bara keluar dari kamar nya dan duduk disofa sambil menunggu cessa.
pip...pip..
"makin pinter aja lo,sampe-sampe baca buku kebalik"ujar cessa mencibir membuat bara tersenyum bak orang tolol.
Cessa lalu duduk disebelah bara.
"Ikut gue"kata bara berdiri dari duduknya lalu lebih dulu masuk kedalam kamar nya.
"Kebiasaan suka main tinggal,baru juga duduk udah ditinggal aja"gerutu cessa mengikuti bara.
"Bara. lampunya kok mati?"ujar cessa mencari bara.
"Kejutan"teriak bara menghidupkan lampu
Cessa terdiam sesaat namun setelah itu senyumnya terbit.
"Selamat ulang tahun sayang"ujar bara memeluk cessa
Dalam hati cessa senang karena bara memanggilnya 'sayang'
"Ulang tahun gue udah lewat"kata cessa malas didalam pelukan bara.
__ADS_1
"Udah tau,dua hari"
"Kok lo tau?"tanya cessa penasaran
"Gue anak pemilik sekolah kalo lo lupa"kata bara sombong membuat cessa memutarkan kedua matanya malas.
Bara melepaskan pelukan nya lalu mengambil kue ulang tahunya tapi sebelumnya bara menghidupkan lilin angka 16.
"make a wish" perintah bara yang langsung diangguki oleh cessa.
'Tuhan gue cuma mau bareng bara selamanya'
Fiuhh..
"Yey" ujar cessa bertepuk tangan.jika diingat ingat selama sembilan terakhir ia tidak pernah merayakan ulang tahunnya bukan karena ayah nya tidak mampu ataupun apapun tapi karena cessa takut umurnya tidak panjang seprti yang diharapkan kebanyakan orang yang menyayangi nya.
Tanpa aba-aba bara langsung memeluk cessa lalu membisikan sesuatu ke telinga cessa.
"Semua bakal baik-baik aja"katanya menenangkan gadisnya seakan tahu apa yang yang sedang ada di kepala cantik gadisnya.menenangkan.
"Gue punya hadiah buat elo"ujar bara melepaskan pelukannya lalu mengambil sesuatu dari sakh celananya.sebuah kotak warna hitam
"Bentar"kata bara melepaskan kalung dileher nya dan juga melepaskan kalung milik Cessa. Cessa terkejut tentu saja karena bara tiba-tiba melepaskan kalung dileher nya.
Cessa hanya menatap apa yang bara lakukan yaitu mengganti liontin merpati dikalung mereka berdua dengan cincin.
"Cincin ini punya gue"kata bara memasang kan kalung milik cessa kembali.
"Dan ini cincin elo"kata bara lagi sambil mengangkat kalung yang berliontin cincin yang pas dijari cessa.
"Lo bisa pasangakan ke gue"tanya bara yang langsung dianggui oleh cessa.
Cessa memakaikan kalung keleher bara sesuai dengan keinginan laki-laki itu
Setelah memasang kan kalung keleher bara,cessa langsung memeluk bara erat.
"Makasih"kata cessa tulus.
'Tuhan bahagia itu sangat sederhana'
Bara pradipta
Bara Pradipta selamat ulang tahun sayang♥.
♥ 25.018 comen 13.782
__ADS_1
__