
"Sweety mommy masuk ya"ujar ariella namun tidak ada sahutan dari dalam kamar. ariella masuk ke dalam kamar putrinya.
Ariella menggeleng pelan ketika melihat ariella masih tertidur,dengan posisi yang paling tidak etis menurut ariella,cessa tertidur dengan tengkurap.
ariella lalu duduk disisi ranjang kemudian mengelus sayang rambut cessa.
"Makan malam yuk. daddy udah ada dibawa baru pulang dari bandung. kamu ga kangen sama daddy?"ujar ariella lembut.
Tak ada jawaban dari cessa membuat ariella dengan susah payah membalik badan putrinya. betapa terkejut nya ariella ketika melihat keadaan cessa cairan merah kental itu mengalir dari hidung.
"VANILA...BRYAN"teriak ariella histeris sambil memeluk putrinya erat.
"BRYAN..hiks...hiks...."panggil ariella dengan isak tangis. ia cemas benar-benar cemas akan keadaan putrinya sekarang.
"Sayang ada apa denganmu kenapa kau berteri......"ucapan bryan menguap begitu saja di udara dan langsung menggendong cessa membawa nya kerumah sakit.
Dirumah sakit cessa segera ditangani oleh dokter.
"Bagaimana keadaan ariel?"tanya bryan cepat ketika cessa telah ditangani oleh vanila.
"Dad,cessa harus segera mendapat donor"jawab vanilla.
jawaban vanilla membuat bryan dan ariella bungkam hanya isak tangis ariella yang terdengar.
Vanilla tahu selama ini belum ada pendonor yang cocok untuk cessa. namun ia selalu berusaha mencarikan pendonor untuk adik nya,vanilla juga tahu bahwa ayah nya tidak pernah diam saja ayahnya selalu mencari bahkan sampai keluar negri.
Lagian vanilla juga belum yakin kalo pun pendonor yang cocok itu ditemukan cessa akan mau diopreasi. karena vanilla tahu betul jika adiknya itu tidak mau mengorbankan orang lain demi dirinya.
__
Setelah pak Suryo keluar dari kelas bara langsung berlari menuju kelas cessa. laki-laki itu benar-benar cemas pasalnya pagi tadi ia hampir terlambat kesekolah karena menunggu cessa diapartemennya. biasanya cessa akan datang ke apartemennyadan membawakan nya sarapan namun hari ini cessa sama sekali tidak datang itu la yang membuat bara sekarang berlari menuju kelas cessa.
"Bara"panggil renata lembut membuat langkah bara terhenti.
"Ya re?"
"Kamu mau kemana?. buru-buru gitu"tanya renata.
"Oh.aku mau ke kelas cessa. suka bikin cemas dia"balas bara meninggalkan renata tanpa melihat ekspresi renata yang mulai kesal karena mendengar nama 'cessa'.
"San. cessa mana?"tanya bara pada sandra setelah sampai dikelas cessa.
"ga masuk"jawab sandra singkat dan berlalu begitu saja meninggalkan bara.
__ADS_1
Bara terduduk di kursi dimana sandra duduk tadi.
'Lo dimana sih? Jangan buat gue cemas napa? Salah mala gue udah cemas sekarang' batin bara menertawakan dirinya.
di toilet sandra sengaja meninggalkan bara sendirian karena ia tidak mau bara menanyainya dimana cessa sekarang. mana bisa sandra berbohong pada bara,bara sangat mengenal dirinya dari pada dirinya sendiri.
Bara mengecek tanggal di ponsel nya. mengamati lama-lama angka pada bulan juni.
'Cessa emang sering gitu.dua minggu sebulan dia dirumah eyang habis itu jalan-jalan'
Bara mengingat perkataan sean hari dimana cessa tidak masuk.
'Sekarang belum genap dua minggu.tapi cessa ga sekolah. kemana gadis itu?"
Hari ini benar-benar beruk bagi bara,cessa tiba-tiba hilang tanpa memberi kabar.
Berulang kali bara menelpon nomor cessa namun nomor cessa sama sekali tidak bisa dihubungi. mungkin sudah beratus-ratus pesan yang ia Kirim pada cessa entah la mungkin sudah beribu jumlah nya.
Bara membuka pintu apartemennya dengan tidak semangat.
Hal pertama yang ia lihat ketika pintu apartemen benar-benar terbuka adalah cessa gadis manis nya yang sedang tertidur pulas diatas boneka.
Bara marah. namun ia tidak ingin mengeluarkan amarahnya.
Bara menghela napas lega lalu menghampiri cessa yang tertidur pulas sambil memeluk boneka.
Mata bara tak sengaja menatap handiplast bergamabr jerapah dipergelangan tangan cessa. karena rasa keinginan tahu bara besar ia mencoba melepaskan handiplast yang terpasang manis dipergelangan tangan cessa.
"Lo udah pulang?"tanya cessa bangun dari tidurnya membuat pergerakan bara terhenti di udara.
"Hm"jawab bara lalu berdiri dari jongkok nya.
"Lo dari mana aja hm"ujar bara lembut.
"Nemenin ka nilla di rumah sakit"jawab cessa tersenyum cantik.
Bara mengangguk paham ia tidak bertanya lagi.
"Bara"panggil cessa lebih tepatnya seperti rengean.
"Apa"
"Gue laper hihi"ujar cessa menyengir membuat bara mau tak mau pergi ke dapur yang diikuti oleh cessa.
__ADS_1
Bara membuka kulkas nya dan isinya hanya ada ikan dua ekor.
Bara mengambil ikan itu dan membersihkannya.
"Bara"panggil cessa ketika bara sedang serius membersihkan ikan.
"Hm"
"Tadi lo nyium gue ga?"tanya cessa membuat gerakannya terhenti.
"Ga"jawab bara cepat.
"Kalo engga berarti gue mimpi dong ya. tapi kalo mimpi kok terasa nyata"guman cessa lagi.
"lihatin gorengan bentar gue mau ke wc"pesan bara yang langsung disanggupi oleh cessa.
"Ay aya bara sayang"ujarnya tersenyum senang.
Setelah bara pergi cessa hanya melihat saja gorengan ikan tanpa melakukan apa-apa hingga warna ikan dan minyak didalam wajan menjadi hitam.
Bara menatap cessa horor ketika urusannya selesai,ia kaget karena ikan nya gosong. dengan gerakan cepat bara mematikan kompor.
"Lo.apa yang lo lakuin sama ikan gue"ujar bara geram.
"Ga ada tu"jawab cessa menggelangkan kepalanya.
"Terus kenapa ikan nya gosong?"ujar bara gemas.
"tadi kan lo cuma nyuruh gue liatin doang"balas cessa merasa bersalah.
"Ya tuhan. maksud gue ga gitu juga cessa"
"Lagian lo juga sih yang salah"ujar cessa mengangkat kepalanya.
"Kok gue yang salah?"ujar bara tak mengerti.
"Ya salah elo lah. lo liat tu kepala ikannya lo hadapin. kan mereka jadi nya ngobrol terus gosong deh"jawab cessa sambil menunjuk ikan yang gosong didalam wajan.
"Huff"bara menghela napas pasrah lalu melangkah meninggalkan dapur.
"Bara mau kemana?"teriak cessa
"Cari makan. lo ikut ga"
__ADS_1
"Ikut. tungguin gue elah"ujar cessa mengejar bara.
___