
Flashback
Satu tahun yang lalu....
"Nih ambil udah itu pergi dan jangan nampakin diri lo lagi" ujar cessa memberikan dua koper uang pada pendonor yang akan mendonorkan ginjal padanya.
"Jangan sia-sia in hidup lo,anak istri lo bakal kehilangan punggung keluarga kalo lo donorin ginjal lo buat gue.mungkin satu dua tahun ga terjadi apa-apa sama lo,tahun berikutnya siapa yang tau?"jelas cessa membuat pendonor itu bungkam seribu bahasa.
Cessa meninggalkan saja pendonor itu tanpa melihat kebelakang lagi
Kaki cessa berhenti di taman rumah sakit.ia duduk dikursi taman sambil menundukkan kepala dan seketika air matanya jatuh ia menangis namun tak bersuara
Dan saat itu la bara menghampiri cessa
"Gue boleh duduk?"tanya nya membuat cessa mengangkat kepalanya lalu mengangguk
"Gue ga tau apa ya yang buat lo nangis tapi gue punya dada bidang buat lo besandar"kata bara membuat cessa langsung memeluk bara erat.
Bara tidak berkata apa-apa atau pun berkomentar pada cessa yang menangis ia malah menenangkan cessa agar gadis itu tidak lagi menangis.
Setelah cessa mulai tenang cessa melepaskan pelukan bara.
"Thanks"kata cessa tulus
"Nope,gue ga punya coklat tapi gue punya ini"jawab bara sambil memberikan cessa permen mint.
Dengan ragu cessa menerima pemberian bara
"Biar lo ga sedih lagi"kata bara lalu pergi meningglkan cessa.
___
Tak serasa sudah satu tahun berlalu dan pikiran bara masih ada cessa gadisnya yang tidak akan terganti.sandra juga ikut dengan cessa ke jerman menemani gadisnya disana.
"Cie prom night alone ni yee"ejek nico pada bara dan juga sean yang duduk dikursi penumpang sedangkan nico menyetir mobil disebelahnya ada alea yang sudah menjadi pacar nico selama setahun ini.
"Cari pacar dong biat ada yang perhatian trus prom night ga alone"ejek nico lagi tapi tidak ditanggapi oleh kedua sahabatnya itu.
Nico menghela napas malas sampai kapan es pada diri sahabatnya akan mencair.
Nico memarkirkan mobilnya diparkiran lalu turun duluan untuk membukan pintu pacarnya.
"Ayo bebeb"ajak nico yang dianggui oleh alea mereka masuk kedalam sambil bergandengan.
__ADS_1
"Kalian masuk satu-satu ya biar ga dikira maho"ejek nico sebelum ia dan alea benar-benar masuk ketempat prom night.
"Sialan"gerutu sean
"Gue duluan bro" ujar sean pada bara lalu menyusul nico dan alea.
Bara tak kunjung masuk ia lebih memilih menyandarkan badannya di pintu mobil.
'Seandainya ia tidak melakukan kesalahan mungkin ia akan ke prom night bersama dengan gadisnya'
"Ga masuk?"tanya seseorang yang amat dikenal oleh bara,napas bara tercekat.suara itu milik gadisnya.
Bara mengangkat kepalanya benar didepannya gadisnya berdiri cantik dan gaun prom night yang indah.
bara mematung dan sedetik kemudian ia menertawakan dirinya sendiri.
"Gue udah gila.astaga"kata bara mengusap wajahnya.setelah mengusap wajahnya bara kembali melihat gadis yang selama ininia rindukan dan gadisnya berjalan mendekat kearahnya membuat napas bara tertahan,namun tiba-tiba saja.
PLAKK!
Cessa menampar bara dengan sekuat tenaga yang ia miliki agar bara sadar bahwa dirinya benar-benar nyata bukan sekedar halu.
Seakan sadar jika dirinya tidak sedang halu bara langsung memeluk cessa erat
"Bara gue sesek.lepas elah"ujar cessa lirih,bukannya melepas pelukannya bara malah mengeratkan nya membuat cessa dapat mendengar detak jantung bara.cepat dan kuat.
"Gimana caranya?"tanya bara membuat cessa menggelengkan kapelanya
"Bilang ke gue gimana caranya gue nebus semuanya"bara memohon.
Cessa menatap bara serius lalu berkata.
"Ada dua cara,lo mau denger?"kata cessa membuat langsung mengangguk.
"Pertama gue ga suka badut jadi jangan kasih gue kebacut lagi"
Ya tuhan.semenjak kejadian di taman waktu itu bara sudah berjanji tidak akan melihatkan cessa pada badut lagi.
"Yang kedua?"
"Jangan pernah nyuruh gue pergi lagi.gue ga sanggup nahan kangen sendirian"
Cukup!
__ADS_1
Bara tidak mau mendengar apa-apa lagi dari cessa ia membawa cessa masuk kedalam mobil.bukan hanya cessa yang kangen ia juga sangat merindukan gadisnya.
"Bara kita harus ke dalam,sean pasti udah nunggu"kata cessa
"Sttt..diem ya"kata bara memeluk cessa erat,cessa tidak protes nyatanya pelukan laki-laki ini la yang selalu ia rindukan.
"Kita kek gini sampe pagi ya"bisik bara membuat cessa melotot kan matanya.
Cepat-cepat bara mencium bibir gadis nya agar tidak bisa protes.lalu memeluk gadis nya lagi.
Bara memejamkan mata sambil mengelus sayang rambut cessa.
Mata cessa melihat kalung dileher bara yang berisi cincin sama seperti yang ia pake sekarang.
"Bara"panggil cessa pelan.
"Apa sayang"
"Kawin yuk" kata cessa membuat bara terkejut namun sedetik kemudian bara mencium pelipis gadisnya.
"Nikah dulu sayang"katanya lembut membuat cessa terkekeh didalam pelukan bara
Diam – diam bara memasangkan kalung yang bertulisan Princcessa Ariella M keleher gadis nya,kalung yang bara temukan disaat awal pertemuan mereka.
Tak butuh waktu lama cessa sudah terlelap didalam pelukan bara.
"Wah yo lo,mesum ya"tiba-tiba membuka pintu mobil.
"Diam"ujar bara pada sean
"Cessa tidur?"tanya sean membuat bara mengangguk
"Lo duluan aja,gue mau kek gini sampe pagi"kata bara menyerahkan dompetnya yang langsung diambil oleh nico.
"Siap boss,ayo sayang"jawab nico cepat lalu mengajak alea pergi.
"Jangan apa-apain sepupu gue"kata sean lalu pergi menyusul nico.
Sekali lagi bara mencium pelipis bara ia tidak menyangka bahagia itu ketika ia bersama dengan gadisnya seperti sekarang ini.
'Gue cinta elo"
Dari jauh sandra dan renata memperhatikan cessa dan bara,sandra lalu menoleh kearah renata
__ADS_1
"lo liat kan bara udah bahagia,gue harap lo nemuin orang yang benar-benar sayang sama lo"kata sandra meninggalkan renata dan mendatangi vian,tunangannya.
TAMAT!!!