
Bara uring-uringan didalam kamarnya sudah pagi tapi cessa belum menghubungi dan mengirimnya pesan.
"Kalem bar,biasa aja napa"ujar nico yang sudah mulai geram atas sikap bara yang dari tadi uring-uringan.
"Gimana gue bisa biasa aja.setidaknya kasih tau kek pulang nya kapan?biar gue ga kek gini"jawab bara kesal lalu duduk kembali diatas ranjangnya.
"Sabtu cessa emang ga pernah berangkat sekolah sedangkan minggunya dia liburan "ujar sean yang memancing bara menoleh kearah sean.
"Dua minggu sekali"lanjut sean lagi
"Telpon cessa ah.minta oleh-oleh sapa tau dibeliin cessa kan princcess yang baik hati"ujar nico mengambil ponselnya .
"Percuma"ujar bara menghentikan gerakan nico
"Kenapa ?"jawab nico mengabaikan bara dan menghubungi cessa.
Satu kali,dua kali,tiga kali dan nomor cessa sedang berada diluar angkasa ak.tidak bisa dihubungi.
"Nomornya cessa lagi diluar angkasa"ujar nico nampak kecewa.
"Udah gue bilang,kalau nomor nya bisa dihubungi gue ga akan gini"kata bara lalu masuk kedalam kamar mandi untuk bersiap kesekolah.
"Bar,gue mandi duluan elah"ujar nico mengetok-ngetok pintu kamar mandi tapi tak dipedulikan oleh bara.
"Lo mau kemana yan?" tanya nico pada sean yang sudah bersiap akan pulang.
"Pulang mau mandi"jawab sean lalu bersiap keluar dari apartemen milik bara.
"Bar gue pulang"ujar sean sebelum ia keluar dari apartemen.
Tak ada sahutan namun sean dadri dalam,sehingga sean memutuskan untuk langsung pergi.
"Gak asik lo yan"ujar nico setelah sean sudah benar-benar keluar.
Mau tak mau nico kembali menidurkan dirinya sambil menunggu bara yang sedang membersihkan diri.
____
"Nico mana?"tanya sean ketika bara sudah duduk di kursinya.
"berantem sama alea diparkiran"jawab bara menempelkan kepalanya diatas meja sesekali mengecek ponsel nya.
Sean hanya mengangguk tidak heran mendengar nico sedang bertengkar dengan alea.nico dari dulu menyukai alea hanya saja tidak bisa menunjukananya.
"selamat pagi bara"sapa renata hangat.
"Pagi re"jawab bara tanpa mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Aku bawain sarapan pagi buat kamu"ujar renata lagi tersenyum sambil menyerahkan bekal untuk bara.
"Makasih re"ujar bara menerima bekal yang diberikan oleh renata.
"Sama-sama bara"jawab renata sambil tersenyum manis namun dicibir oleh sean.
"Adit kemana sampe lo lari kebara?"tanya sean sinis.
"adit lagi di Karantina buat olimpiade fisika"jawab renata mempertahankan senyum nya yang akan pudar karena ucapan dari sean.
"Pacar lo pinter ya tapi sayang cewenya pinter-pinter"ujar sean lagi
"pinter-pinter?maksudnya?"tanya renata bingung
"Kata cessa pinter-pinter sama aja kek belut,licin"bukan sean yang menjawab namun nico yang baru saja datang.
"Oh.aku kira apa,bara aku ke kelas dulu ya bekalnya jangan lupa dimakan"pamit renata pada bara yang dijawab anggukan oleh bara.
"Sekali lagi makasih"ujar bara sebelum renata pergi.
"Buat lo"ujar bara menyerahkan kotak bekal pada nico .
"Kagak mau gue.jangan-jangan ada racun lagi di dalem nya"jawab nico menolak.
"Lo kenapa sih nic,biasanya juga lo mau"tanya bara bingung.
"Buat lo"ujar nico
"Makasih nic"ujar ucup girang.
"Tamatama ucuppp"jawab nico mengikuti gaya cessa.
Bara hanya diam tidak berbicara,seharusnya ia marah karena nico memberikan bekal yang dibuatkan Renata untuk nya pada ucup.namun ia tidak ia membiarkan nya saja.apa sekarang ia mulai mencintai cessa dan melupan renata atau mungkin perasaan cinta untuk renata tidak pernah ada.hanya batas perasaan terhadap sahabat.
___
Istirahat renata masuk ke kelas bara dan kelas bara sudah sepi hanya beberapa orang yang tinggal.
"Cup kamu liat bara ga?"tanya renata pada ucup.
"Kantin mungkin ga tau gue"jawab ucup sambil mengeluarkan bekal yanh diberikan nico.
Mata renata membelak ketika ucup memakan bekal yang ia buatkan untuk bara.
"Kamu buat sendiri bekalnya?"tanya renata memancing ucup.
"Engga la.nico yang kasih,ga tau gue tumben tu anak baik"jawab ucup terkekeh.
__ADS_1
Renata langsung berbalik meninggalkan kelas bara.marah itu la yang ia rasakan sekarang.bisa-bisa nya nico memberikan bekal bara pada ucup yang membuat renata merasa lebih marah adalah bara sama sekali tidak melarang.itu kesimpulan yang renata simpulkan.
Renata berjalan ke kelas nya
'awas aja lo nico'
Sementara dikantin bara dan kedua temannya sedang menikmati makanan mereka
"Ko gue kangen ya sama cessa"celetuk nico membuat bara langsung melototi nico
"Maap bos,maksud gue kangen aja kagak ada yang berisik.biasanya kan cessa yang paling berisik"ujar nico menyengir.
'Gue juga kangen' batin bara menekan makanannya.
"Lo kangen juga kan sama cessa?"tanya nico pada bara namun bara tidak menjawab.
"Ya kangen la nic,siapa orang yang buat temen kita uring-uringan dua hari ini?"kata sean sambil melirik bara
"Cessa"jawab nico pelan.
"Nah itu,bara sebenarnya kangen sama cessa cuma ga mau nunjukin aja"ujar sean lagi.
Nico hanya mengangguk benar apa yang dikatakan oleh sean.
"Sandra sekolah ga yan?"tanya nico pada sean
"Sekolah"
"Kok ga kelihatan"
"Emang gitu kalo ga ada cessa,sandra ga akan ke kantin"jawab sean.
"Lo kok tau banget sih.jangan-jangan lo cenayang lagi"ujar nico menyelidik
"Cessa sepupu kesayangan gue.apa yang ga gue tau"jawab sean pelan
"Dan cessa dilahirkan untuk disayang bukan untuk disakiti.siapa pun orang yang menyakiti cessa gue pastikan hidup orang itu ga akan tenang.ga peduli dia temen atau pun sahabat gue sendiri"kata sean pelan namun membuat dua orang yang mendengarkan merinding.apa lagi nico ia sampai meneguk air ludahnya.
Bara menatap sean semua yang dikatakan sean adalah kebenaran seperti hari itu dimana sean memperingati dirinya untuk tidak menyakiti cessa.
"tegang amat kek beha baru aja"ujar nico menyengir
"Otak lo perlu dirukyah''ujar alea tiba-tiba di samping nico lalu pergi begitu saja setelah mengatakan isi kepala cewek itu.
"Woi alea.maksud lo apa"teriak nico mengejar alea yang sudah lari duluan sebelum nico mengejarnya
Sedangkan bara dan sean hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka .
__ADS_1
___