
Pukul 10.10 Cessa terbangun dari tidurnya entah dari pingsannya cessa pun tak tahu yang ia tahu ia tidak bisa tertidur lagi rasa kantuknya lenyap entah kemana.
Karena tidak bisa tidur lagi cessa bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah sofa bad dimana bara sedang tertidur.
Cessa membenarkan selimut bara lalu berjongkok dihadapan bara.
"Lo tuh nyeselin tapi gue sayang sama lo.lo itu cinta pertama dan terakhir buat gue"ujar cessa pelan sambil mengelus kepala bara sayang.
"Gue ***** dikit ga papa kali yak.mumpung si doi lagi bogan" ujar cessa pelan sambil tersenyum lalu mencium kening bara.
"Bobok yang nyenyak ya calon masa depannya cessa."ujarnya lagi lalu berjalan menuju balkon apartemen nya bara.
Setelah cessa pergi ke balkon mata bara terbuka,sebenarnya ia tidak tidur tadi bara sama sekali tidak bisa tidur karena cessa belum juga bangun dari pingsannya hal itu lah yang membuatnya khawatir.diam-diam bara tersenyum atas ucapan tulus cessa.
'mau kemana tuh cewe' batin bara penasaran.
Entah kenapa bara bangun dari tidurnya dan menyusul cessa ke balkon.
Cessa memejamkan matanya menikmati angin malam.
Sejuk
Itu lah yang cessa rasakan,cessa menghirup dalam-dalam udara malam lalu melepaskannya.cessa lalu membuka matanya bersamaan dengan nafasnya.
Cessa sangat terkejut ketika ia membuka matanya ada bara dihadapannya.
"Udah sadar?"ujar bara membuat cessa melongo dan mengangguk seketika.
"Bagus lah gue kira Lo udah sama tuhan sekarang"ujar bara membuat raut wajah cessa menjadi murung.
"Ga lama lagi juga gue bakal ketemu tuhan" jawab cessa lirih sambil memandang langit.
Jawaban cessa lirih namun masih terdengar oleh bara.bara langsung menatap cessa.
"Maksud Lo?"tanyanya
"Eh.emang gue jawab apa tadi?"jawab cessa gelagapan.
__ADS_1
"Maksud Lo apa ngomong gitu tadi?"ujar bara lagi dengan nada kesal.
"Oh itu.ada saatnya manusia akan bertemu tuhan ga tau kapan waktunya ya kan?"jawab cessa tersenyum.entah mengapa bara tidak suka cessa tersenyum seperti sekarang ini.
"Tidur kuy.gue ngantuk lagian udah malem juga,besok sekolah"ujar cessa meninggalkan bara yang masih terdiam dibalkon.
Cessa sengaja mengajak bara tidur padahal ia masih belum mengantuk.ia belum siap memberi tahu bara yang sebenarnya bahkan cessa tidak ingin bara tahu apa yang tengah ia alami.
____
"Bara sepatu gue dimana?"teriak cessa sambil mencari sepatunya.
"Mana gue tau"jawab bara cuek.ia sudah berpakaian rapi dan siap untuk pergi ke sekolah.
"Lo bareng gue ga?"ujar bara berbasa-basi
"Bareng Lo lah.kalo ga bareng Lo gue sama siapa pergi sekolahnya"gerutu cessa yang masih setia mencari sepatunya.
Namun bara tidak memperdulikan cessa ia keluar dari apartemennya.
"BARA TUNGGUIN GUE" teriak cessa kesal karena bara meninggalkannya padahal sepatunya belum ia temukan.
Cessa berjalan dengan cemberut disebelah bara.
"Ga usah pasang muka kek gitu lo jelek"ujar bara ketika mereka akan masuk lift.
Ucapan bara sontak saja membuat Cessna tambah cemberut.
"Sepatu lo ada di mobil "ujar bara sambil melipat tangan nya didada dan sontak saja membuat cessa melototkan matanya tak percaya.
"Kenapa Lo ga bilang"ujar Cessa kesal ingin rasanya cessa mencabik-cabik muka bara namun ia urungkan.
"Ini gue bilang"jawab bara santai.
"Maksud gue kenapa ga dari tadi bara.gue udah keliling cari sepatu dimana-mana dan lo baru bilang sekarang "ujar cessa berusaha sabar.
Bara diam saja tidak menjawab hal itu lah yang membuat cessa bertambah geram pada bara.
__ADS_1
"Mana sepatu gue"tanya cessa ketika mereka sudah masuk kedalam mobil.
"Tuh dibelakang"ujar bara menunjuk kursi belakang mobil.
"Is"jawab cessa kesal lalu mengambil sepatunya di kursi belakang.
Dengan menggerutu kecil cessa memakai sepatunya.
"Nyokap Lo malam tadi nelpon"ujar bara membuka percakapan mereka.
"Iya tadi pagi nyokap nelpon"jawab cessa
"Baguslah"
____
Setelah sampai disekolah cessa disambut oleh botak digerbang sekolah.
"Nona ini sepatu yang nona inginkan"ujar botak memberikan sepatu pada cessa.
"Bawak pulang aja tak,sepatu gue udah ketemu"jawab cessa melirik bara.
"Baik nona " ujar botak lalu berbalik menuju mobil.
"Eh tak"teriak cessa
"Iya nona?"jawab botak membalik badannya kembali
"Salam buat anak bini Lo ya"ujar cessa lagi diiringi oleh tawa sedangkan raut wajah botak sudah seperti orang pasrah.
"Hina saja terus saya nona.asal nona senang saya ikut senang"ujarnya lalu masuk kedalam mobil.
Tawa cessa tambah keras ketika mobil yang dibawa oleh botak telah pergi meninggalkan sekolah
"Tawa aja terus sampe bel" ujar bara malas lalu pergi meninggalkan cessa sendiri.
"Eh tungguin gue elah.perasaan gue ditinggalin Mulu"ujar cessa mengejar bara.
__ADS_1
____