My Ice Prince (BaraCessa)

My Ice Prince (BaraCessa)
Bab 37


__ADS_3

Bara sedang bersiap-siap sore ini ia akan pergi menonton bersama dengan gadisnya.


Drtt...drt....


Bara tersenyum ketika ponselnya berbunyi,gadisnya pasti menelponnya.


Setelah mengambil dan melihat ponselnya ada perasaan kecewa karena bukan nama gadisnya yang menelpon dirinya melainkan renata.


"Ya re?"


"Bara ....hikss....hiks..."


"Kamu dimana sekaran?''


"Aku..hiks...hiks...aku...."


"Kamu dimana?"


"Di...tama...man..."


Bara mematikan panggilan sepihak dan segera mencari renata.


Sementara didepan di bioskop cesaa telah menunggu bara,bara terlambat lima menit.membuat cessa takut jika bara tidak datang.


Dengan sudah panyah akhirnya bara menemukan renata di salah satu kursi taman,dengan langkah yang cepat bara segera menghampiri renata


"Kamu kenapa nangis?"tanya bara lembut setelah duduk disebelah renata.


Bukannya menjawab renata malah memeluk bara erat.


"Aku..hikss..aku...putus sama adit"ujar renata.


Bara diam seharusnya ia senang renata dan adit putus namun kenapa sekarang ia malah sebaliknya.


"Dan semua itu gara-gara cessa.pacar kamu"ujar renata lagi.


Jantung bara rasanya hampir berhenti berdetak,namun segera ia tepiskan jika putus nya adit ada hubungan nya dengan gadisnya.karena bara tahu betul jika gadisnya itu sangat mencintai dirinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa diem?ga percaya sama aku?" kata renata melepaskan paksa pelukan bara.


Bara diam tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku punya buktinya"kata renata mengeluarkan ponselnya lalu memberikan ponselnya pada bara


Jantung bara yang tadi hampir tidak berstak kini berhenti sejenak.didalam video tanpa suara itu cessa dan adit berpelukan dibelakang sekolah.


"Pacar kamu jahat tau gak.udah ngambil kamu sekarang dia juga ngambil adit dari aku"ujar renata masih menangis.bara membawa kembali renata sedalam pelukannya.


Dengan emosi yang tinggi bara meremas ponsel renata hingga hancur dan membuangnya begitu saja.


Sementara di bioskop cessa mulai cemas ia takut jika bara tidak datang padahal film nya sebentar lagi akan dimulai.


Ketika cessa ingin menghubungi bara tiba-tiba saja ponselnya mati.setelah berpikir keras akhirnya cessa memutuskan untuk datang ke apartemen bara dan meminta penjelas kan dari laki-laki itu kenapa tidak datang ke bioskop.


Sesampainya di apartemen bara,cessa sama sekali tidak menemukan bara dimana-mana.cessa mengambil charger ponsel milik bara lalu mencharger ponselnya.untung ponsel milik nya dan bara sama jadi ponsel cessa bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup.


Karena bara tak kunjung pulang cessa menjadi suntuk lalu menghidupkan lagu dari ponselnya. Ed-shereen 'perfect' la menjadi pilihan cessa.


Setelah mengantar renata pulang dan memastikan renata masuk rumah dengan baik,bara langsung pulang ke apartemen nya .


Pip...pip..


'Akhirnya bara pulang juga' batin cessa tersenyum senang.


"Lo tadi kemana?lo lupa kalo hari ini mau nonton?"ujar cessa pelan bara tidak langsung menjawab ia duduk disofa lalu berkata.


"Pergi!" bara menekan suaranya.


"Lo ngusir gue bar.lo kenapa sih"tanya cessa bingung


"Gue.bilang.pergi. gak.usah.banyak.tanya"jawab bara menekan suaranya.


"Iya tapi kenapa?"


"PERGI" teriak bara marah.

__ADS_1


"Gue peringatin jangan pernah nyuruh gue pergi atau lo bakal nyesal seumur hidup lo"tegas cessa.


"GUE BILANG PERGI YA PERGI" teriak bara emosi.


"Kasih gue alasan kenapa gue harus pergi"kata cessa lirih.


"Alasan?oke.lo anggap gue apa hah?!pacar? Atau isengan lo doang"


"Gue.."


"Adit putus dengan rere gara-gara elo kan.elo dari awal emang punya dendam kan sama rere.jawab gue"hardik bara marah


Cessa diam dia tidak menjawab


dendam pada renata,cih


Memang nya cessa tipe orang pendendam.lagian cessa tidak ada masalah apa -apa pada renata.Lalu dendam dari mana?


"Dan lo alasan kenapa rere ngeluarin air matanya.lo tau jalan keluarkan?"


Cessa mengangguk mengerti jadi bara seperti ini karena bara masih mencintai renata salah bara sangat mencintai renata dalam hati cessa mengutuk dirinya sendiri karena telah mengira bara telah mencintainya.


"Gue ngerti dan gue tau pintu keluar.semoga lo bahagia"pamit cessa mendoa kan bara bahagia lalu keluar dari apartemen bara.


Cessa masuk kedalam lift dan seketika tangis cessa pecah,ia menangis sejadi-jadinya.


"Bego banget sih lo cess.jelas-jelas ini udah jadi konsekunsi elo trus kenapa lo nangis"


Setelah pintu lift terbuka cessa segera menghapus air matanya lalu menemui botak yang sudah menunggu nya diparkiran.


Cessa masuk kedalam mobil sambil mencari-cari pinselnya,sedetik kemudian cessa ingat ponselnya tertinggal.


"Tak pinjem hp"


Botak menyerahkan ponselnya yang langsung diambil oleh cessa


cessa lalu menghubungi kakanya.

__ADS_1


"Ka,cessa mau operasi"


Tbc


__ADS_2