My Ice Prince (BaraCessa)

My Ice Prince (BaraCessa)
Bab 32


__ADS_3

Sore pulang sekolah bara mengajak cessa ke taman sambil menikmati es cream.


Tidak ada pembicaraan yang keluar dari bara maupun cessa,mereka sama-sama menikmati es krim sambil menatap lurus kedepan.


Cessa membuang asal stik es cream nya lalu menoleh kearah bara.


"Tadi ka bella nyamperin gue"ujar nya membuat bara langsung memegang kedua lengan cessa dan menatap gadis didepannya dengan tatapan khawatir


"Bella ngapain lo?hah?ada yang luka?lecet?jawab jangan diam aja"ujar bara panik sambil mengecek keadaan cessa. bara tahu betul watak dari bella kakak kelas nya yang sangat menyukainya,bukannya bara ge-er tapi itu la kenyataannya


"Kok lo mendadak cerewet gini sih?"ujar cessa menempelkan tangannya ke kening bara.


"Ga panas"kata cessa membuat bara mengerutkan keningnya bingung.


"Jawab gue bella ngapain elo?. elo dibully?cessa jawab gue. lo. diapain sama bella?masih ga mau jawab? " kata bara membuat cessa bingung kenapa bara sebegitu khawatir pada nya karena ia bertemu dengan bella.


"Eh.elo mau kemana?"tanya cessa ketika bara bangun dari duduknya.


"Mau nyamperin bella"jawab bara acuh


"Ih dengerin gue dulu elah"kata cessa menarik bara agar duduk kembali.


"Ck.gue ga diapa-apain sama ka bella"ujar cessa lagi membuat bara mendengarkan cessa.


"Trus?"


"aneh sih,ka bella tiba-tiba nemuin gue trus katanya dia lebih suka gue sama lo dari pada renata..."jelas cessa lalu menghadap bara.


"Gue malah baru tahu kalo ka bella tu orang nya tulus,pada dasar nya gue percaya ka bella ga kek gitu orangnya. suka ngebully,nindas yang lemah sama sekali ga cocok untuk ka bella yang selalu tampil faminim"


Bara mengangguk menyetujui perkataan cessa.dulu awal ia masuk sma bella tidak seperti ini,bella sangat ceria,mudah senyum,rama. entah la apa yang membuat bella berubah bara tidak ingin memikirkannya


"Dan yang pengen buat gue ga nyaman adalah ka bella ngedoain kita dengan tulus.'bahagia ya"


"Lucu ya,padahal kita sama-sama cuma dua bulan"ujar cessa tertawa sumbang membuat bara menoleh kearah cessa entah kenapa ia membenci penuturan cessa barusan.


"Lo tenang aja. pas 60 hari gue ga akan ganggu elo lagi,lagain sekarang kek nya renata udah sadar deh kalo dia tuh sebenarnya suka sama lo."


Bara diam ia tidak harus berbicara apa ia hanya tidak ingin cessa kemana-mana.


"Nanti pas lo ga sama gue jangan sombong,mentang-mentang udah taken gue dilupain lagi"


Bara menatap cessa dengan tatapan


'please jangan dilanjutkan. gue ga mau denger. yang gue mau cuma elo bukan yang lain'

__ADS_1


"Hus. serius amat lo"ujar cessa membuyar kan lamunan bara.


"Main sama mereka kuy"ajak cessa menunjuk segerombolan anak kecil yang sedang bermain bola.


Tanpa menunggu jawaban bara cessa membawa bara bersamanya.


''Udah ga usah takut gitu"ujar cessa membuat bara mendengus kesal.


"OI BOCAH,ADA YANG MAU GABUNG NIH" teriak cessa keras sehingga anak-anak yang bermain bola menghentikan aktifitas mereka sambil menatap kearah cessa bara.


Bara hanya diam saja,cessa gadisnya ini benar-benar sekali.


"Pacar kaka ya?"teriak salah satu dari mereka.


"Ciee..ciee..."sorak Meraka


"paan dah. bocah tau apa tentang pacar-pacaran"jawab cessa kesal.


"Lo kenal sama mereka?"tanya bara penasaran.


"Hm.gue sering maen kesini sama sean"jawab cessa membuat bara merasa kesal pada dirinya karena tidak mengetahui apa pun tentang gadisnya.


"Nama nya bara. yap benar dia pacar gue, boleh join ga?"kata cessa lagi


Cessa tersenyum jadi la bara dan bocah-bocah yang cessa teriaki tadi bermain dilapangan taman.


"Capek?"tanya cessa pada bara ketika laki-laki itu telah usai bermain.


"Hm"jawab bara dan duduk disamping cessa.


"Bang besok-besok kita main lagi ya"ujar bima melambaikan tangan.


"BIMA" panggil cessa membuat bima menghentikan langkahnya.


"Kenapa ka?"


"Manggil aja wlek"kata cessa meledek dan tertawa


"yee.kirain apaan"ujar bima langsung berlalu.


"bocah"komentar bara membuat tawa cessa berhenti mendadak


"lo bocah"balas cessa meledek.


"Lo"

__ADS_1


"Pokoknya bukan gue.yang bocah it...."


"Ka cessa"panggil bima tiba-tiba muncul.


"Apaan?"


"Kaka hadap sana,nanti aku kasih tau"perintah bima dan sekarang perasaan cessa menjadi tidak enak


"Ada badut dibelakang,ka bara tolong antar ka cessa pulang sekarang"kata bima serius,bada cessa menengang ketika mendengar ada badut dibelakangnya.


"Kenapa?"


"Ka cessa takut badut"jawab bima pelan agar cessa tidak mendengar suaranya,jawaban bima membuat ide untuk menjahili cessa.


Tanpa aba-aba bara langsung menggendong cessa dan membawa nya kearah badut. cessa cemas,takut badan ya sudah berkeringat semua.


"KA BARA JANGAN"teriak bima namun tidak dihiraukan oleh bara ia tetap membawa cessa kearah badut.


"BARA GUE GA MAU. TURUNIN GUE.BARA" teriak cessa histeris namun tidak di enyah kan oleh bara. bara tetap membawa cessa kketempat badut itu berada.


"Hahaha masa takut sama badut gitu doang"ujar bara menurunkan cessa didepan badut. dengan gerakan cepat cessa langsung memeluk bara erat.


"Coba lo lihat. Badut nya lucu"ujar bara membujuk cessa untuk melihat badut.


"Gue takut. please jangan"kata cessa lirih yang sempat membuat bara berhenti menjahili gadisnya.


"Lihat dikit aja"kata bara tak mau menyerah


Cessa menggeleng didalam pelukan bara.badanya bergetar hebat,keringat dingin mengalir indah dipelipisnya.


"Cilup bah"ujar badut tiba-tiba menghadap cessa dan seketika saja cessa berteriak kencang.


"ENGGA. GUE GA MAU. PERGI" teriak nya tak lama kemudian cessa pingsan.


Cessa pingsan di pelukan bara membuat laki-laki itu cemas setengah mati.


"Cessa. bangun jangan becanda.sumpah ga lucu"ujar bara panik .


"Ka cessa ga becanda bang." ujar bima disamping bara


"Ka cessa emang takut badut. dulu saya pernah nakutin ka cessa pake badut dan ya sampe pingsan kayak gini juga. bang sean marah ke saya katanya 'kalo lo bukan anak kecil udah tamat lo' saya ga pernah lihat bang sean marah kayak gitu selama kita main sama-sama"jelas bima membuat bara terdiam.


"Ka cessa emang ga marah tapi ka cessa ga lupa.mending abang bawa ka cessa pulang"ujar bima lalu pergi meninggalkan bara dan cessa yang masih pingsan.


"Sialan"teriak bara lalu menggendong cessa menuju apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2