My Own Life

My Own Life
Episode 13


__ADS_3

Sebenarnya Alice masih curiga berat dengan Irene tapi, mau bagaimana lagi? Alice tak dapat memaksa Irene untuk buka mulut. 'Maaf, Live. Tapi, ini bukan saatnya untuk lo tau hal ini.'batin Irene merasa bersalah dengan Alice.


Alice pun akhirnya hanya bisa menghela nafas pelan. "Irene, please don't try to lie to me. I know you have some secret from me. It's okay if you doesn't want me know it." ucap Alice pelan. "Sorry. I want to tell you about this Alice. But.... Not now. Not this time." ucap Irene sambil tersenyum kecut. "I can wait for that." ucap Alice sambil mengangguk singkat. "Thanks." ucap Irene sambil menguji senyum tipis.


***


Minggu, 08.00, Seoul, Korea Selatan


Hari ini Irene berencana untuk mengajak Alice berkeliling di Seoul. Ia berencana untuk mengajak Alice ke Namsan Tower  nanti siang. Alice yang diajak Irene pergi ke Namsan Tower langsung semangat 45. Apalagi, mengingatvia termasuk salah satu penggemar lagu kpop.


11.05, Namsan Tower


"Hey, why you're so excited today?" tanya Irene sambil terkekeh pelan. "Because, I want to go here for long time. But, right now. I can go here stand in here." jelas Alice dengan wajah berbinar-binar karena senang. "Owh, yeah. So, join this day ini here until you get bored. Just today." ucap Irene tenang. "Yeah. It must be. U will enjoy this." ucap Alice senang..


Hari ini mereka berdua habiskan di Namsan Tower. Alice tak ada bosannya berkeliling di Namsan Tower. Irene sendiri sampai bingung. Kapan Alice akan merasa bosan atau lelah. Tenaganya sedari tadi seperti tak terkuras sama sekali sedangkan Irene yang dari tadi hanya mengikuti Alice dari belakang saja sudah merasa lelah. Tapi, mau bagaimana lagi? Irene tidak ingin mengganggu kesenangan Alice hari ini.


***


20.00, Orakai Insandong Suites


"You have so much fun today huh?" ucap Irene tersenyum kecil melihat Alice yang begitu bersemangat. "Yeah. I was really excited today." ucap Alice yang tidak ada lelah nya hari ini. "I hope you tomorrow same like this too. Now, better you go sleep. You kuat be tired. Tomorrow we go back to Bank of Seoul." ucap Irene sambil tersenyum lembut pada Alice.


"Yeah. You're right. See you tomorrow morning." ucsp Alice sambil beranjak ke atas kasur untuk tidur. Setelah Irene rasa Alice sudah tidur pulas, Irene mulai beranjak dari atas kasur king size mereka.


***


01.30, Orakai Insandong Suites, ruang tengah

__ADS_1


Irene pun memijat dahinya pelan. Ia benar-benar pusing dengan segala pekerjaannya. Ia juga sepertinya belakangan ini terlalu banyak memforsir tenaga nya untuk bekerja di tambah lagi ia harus kembali magang besok. Sepertinya hari ini Irene mau tidak mau tidak tidur seharian penuh mana pula ia sudah kelelahan karena diajak kesana kemari oleh Alice selama di Namsan Tower. Sungguh suatu penderitaan bagi Irene. Berdoalah tak ada mata panda yang menghiasi kelopak matanya besok.


Senin, 07.00, Bank of Korea


"Irene... You look so tired today. Why?" tanya Alice khawatir. "Don't be panic. I'm okay. Just little bit tired." ucap Irene berusaha terlihat baik-baik saja di depan Alice. Alice pun mengangguk walau ia masih melihat Irene dengan tatapan khawatirnya. Hari itu Irene benar-benar tidak fokus untuk bekerja. Selain karena mengantuk, sepertinya hari ini bos tempat mereka berdua magang rasa empatinya sedang mengambil cuti. Irene benar-benar diberikan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk banyaknya. Jika saja, ia sedang tidak dalam anda magang ia mungkin sudah mengajak perang bos tempat ia berada saat ini.


***


Orakai Insandong Suites, South Korea, 18.20


Ting... Tong...


Sore menjelang malam itu sepertinya Irene sedang kedatangan tamu. Dengan ogah-ogahan ia membuka pintu bagi orang itu. "Dangsin-ui bangmun-eun mueos ibnikka (당신의 방뭉은 무엇입 니까) [ada apa kamu berkunjung ke sini?]" tanya Irene ogah-ogahan. "Gwichanhgehaeseo mianhabnida-hajiman samusil-e nam-eun pail-eul jeondalhagi wihae yeogie wasseubnida (퀴찮케해서 미안합니다 하지만 사모실에 남은 파일을 제운달하키 위해 야어키에 와쎄웁니다)[maaf mengganggu anda, nona. Tapi, saya kemari mengantarkan beberapa berkas yang tertinggal di kantor.]" ucap Jaegum sopan. "Hm... Maelyeog. I pail-eul na-ege jeondalhae jusyeoseo gumsahabnida (hm... 마엘옄 이 파일을 나에케 체은달해 줏여서 큼사합니다)[hm... Kemari kan. Terima kasih sudah mengantarkan berkas ini kepadaku.]" ucap Irene seadanya. "Joh-ayo sillye habnida (좋아요 실예 합니다)[baik. Kalau begitu saya permisi.]" ucap Jaegum sopan lalu pergi meninggalkan apartement Irene.


(Maaf kalau hangulnya salah ya)


Sepeninggal Jaegum, Irene pun menutup pintu apartementnya. "Who's that?" tanya Alice seketika membuat Irene spot jantung. "Come on! You make me suprised. You want me go die huh?" ucap Irene berusaha menetralkan detak jantungnya yang 3x lebih cepat. "Sorry about that." ucap Alice sambil mengangkat bahu taj peduli. "Just some works for me." ucap Irene tenang sambil melangkah menuju kamarnya sendiri. "What work?" tanya Alice curiga. "This not for you Alice don't be like that. You see like a jealous person." ucap Irene tak peduli dan mengunci pintu kamarnya dari dalam.


***


Tak disangka waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Dan Irene belum juga selesai dengan pekerjaan kantornya. Sepertinya, hari ini Irene harus pergi ke perusahaannya. Ia benar-benar harus melihat secara langsung apa yang sebenarnya terjadi hingga ia harus 24 jam tidak tidur.


***


Selasa, Bank of Korea, 09.25


"Alice. I will go fir a while. You keep stay here. I don't know when I come back. If the time your job is finish please go home. Don't be worried about me." ucap Irene berpesan kepada Alice. "By what I have to go to our apartemen?" tanya Alice bingung. Seketika Irene langsung menepuk dahinya. Ia lupa soal itu.

__ADS_1


Irene pun mengeluarkan ponselnya. "16.00 e jaegum, nanneun dongsin-i nae jangso-eseo jejaga inteun chinguleul delileo ogil wonhabnida (16.00ㅔ 재쿰, 난는 동신이 내 상소에서 제자카 인튼 치우를 데리러 오킬 원합니다) [Jaegum, pukul 16.00 aku mau kamu pergi ke tempatku magang. Jemput temanku. Akan aku kirimkan fotonya]." ucap Irene pada seseorang dengan nada tegas. "My friend will take you here at 4 p.m. to the apartemen. He can speak English. Sorry, I can't with you today. Another job was waiting for me. Tell the CEO I can't go here. Thank you. See you at apartement." ucap Irene tersenyum kecil sambil mengendarai mobil Lamborghini Aventador miliknya.


Mobil Irene



***


Sesuai ucapan Irene. Alice sore itu pulang diantar oleh Jaegum. Sebenarnya Alice ingin tahu apa yang sebenarnya Irene sembunyikan dari dirinya. Ia ingin bertanya pada Jaegum tapi ia yakin, Irene pasti sudah berpesan terlebih dahulu kepada Jaegum untuk tidak memberitahukan apa yang sedang ia kerjakan sedari pagi.  Lebih tepatnya, sedari kemarin. Sepertinya Alice harus memata-matai Irene. Alice benar-benar penasaran dengan apa yang selama ini Irene lakukan di belakangnya.


Tak terasa, Irene dan Alice sudah magang selama 3 minggu. Kini giliran Alice magang bersama Larry di New York, sedangkan Irene, ia akan melanjutkan proses magangnya di Jepang.  Tepatnya Irene dan Ken akan magang di Marubeni Corporation, Ōtemachi, Chiyoda, Tokyo Jepang. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum.


Lagipula, Irene juga memiliki kantor cabang di Tokyo. Selama magang di Tokyo, mereka tinggal di Petit Grande Miyabi. Irene memesan kamar superior family untuk 3 minggu dan itu harganya minimal Rp. 701,341 per malam nya. Kalau Irene menyewa dengan harga segitu. Artinya, jika ia benar-benar membayar untuk 3 minggu ia akan kena biaya sekitar Rp. 14.000.000-an. Siap yang rela coba membayar segitu? Tapi Mau bagaimana lagi? Tapi, Irene beda. Bukan menyewa selama 3 minggu sekamar-kamar apartrmentnya pun dia beli. Kurang niat apa coba?


Irene juga mengurus cabang perusahaannya di Tokyo. LJC Group. Atau kepanjangannya Lovist Japanese Company Group. Perusahaan Irene yang ini juga bersaing ketat dengan perusahaan lainnya. Entah dari segi bisnis, project, ataupun pada bagian keuangannya. Irene tak pernah tanggung-tanggung dalam mengurus perusahaan miliknya. Irene akan terus bekerja keras hingga tujuannya tercapai tak peduli ia harus bekerja dari siang hingga malam bahkan, 24 jam. Irene tak peduli.


***


Sabtu, Marubeni Corporation, Ōtemachi, Chiyoda, Tokyo, Jepang, 09.25


"Ohayou, minna. (Selamat pagi, semua)." sapa Irene tersenyum kecil. Ada banyak reaksi yang di tunjukkan oleh Marubeni Corporation. Ada yang syok, ada yang kaget, ada yang histeris, ada pula yang takut. Hingga Ken baru saja menyadarinya, bahwa 90% tatapan karyawan di Marubeni Corporation tertuju ke pada Irene. Seketika Ken mengernyit tak suka. Yup, rupanya selama ini hati Ken telah berlabuh pada Irene. Tapi, Irene pada dasarnya ga peka sama sekitar gimana geh ('yang sabar ya Ken sini sama Author aja 😂😄').


Irene dan Ken pun pergi ke meja kerja nereja yBg rupanya letaknya berdekatan. Hanya terhalang oleh sekat meja saja. "Irene... Apa kamu tahu materi ini?" tanya Ken tanpa sadar menggunakan bahasa Indonesia yang fasih. "Ooh... Ini mah gampang, Ken. Tinggal ini dikali ini terus di jumlahin. Kalau udah ketemu hasilnya cocokin sama yang lain. Kalau ga ketemu coba pakai rumus ekonomi mikro." jelas Irene dengan santai sambil menunjuk layar komputer milik Ken. Hingga... irene baru menyadari sesuatu yang janggal.


*****


1495 words

__ADS_1


27 Januari 2021 finish


Selamat membaca maaf lama update yaa


__ADS_2