
"Ini di... Manila ibukota Filipina. Nah, kita naik helikopter atau seaplane dari sini. Soalnya kita bakalan nginep di Banwa Private Island itu ada di pulau Puerco di Palawan." Jelas Irene dengan raut wajah santainya. "Harga per malamnya?" tanya Cindy yang sudah mengantisipasi kalau harganya sangatlah mahal. "Oh... Per malamnya 1,4 miliar rupiah. Aku pesan 3 kamar, 1 kamar untuk cihu sama cici, 1 kamar untuk papi sama koko, dan 1 kamar lagi untuk aku sama Angel. Jadi total biaya per malamnya 4,2 miliar rupiah. Kuta menginap di sini untuk 3 malam. Kalau mau jalan-jalan lagi di pulau pribadi aja. Pekerjaan ku uda lama di kacangin soalnya pasti udah pada numpuk kek gunung." jelas Irene panjang lebar.
Awalnya Aleng ingin mengomel, namun karena Irene sudah lebih dulu membayar tempat menginap ini. Ia pun tak jadi. Mereka pun menaiki helikopter untuk pergi ke Banwa Private Island. Tentu, helikopter yang akan di gunakan adalah private Luxury helicopter milik Irene yang seharga 7,9 juta US$ atau sekitar 110.000.000.000 jika di ubah ke rupiah. Beruntung, Irene ridak mengatakan apapun mengenai harga kendaraan miliknya. Mungkin jika ia Mengatakan nya orang-orang yang ia ajak saat ini bisa syok di tempat.
Helikopter yang akan mereka naiki
***
Banwa Private Island, 09.25
Akhirnya mereka berenam pun tiba di lokasi tujuan setelah dua kali penerbangan. Penerbangan pertama 1 jam 55 menit menggunakan pesawat jet. Penerbangan kedua dengan waktu 1 jam 30 menit dengan helikopter. Betapa kagumnya, mereka melihat pemandangan di Banwa private island kecuali Irene. Karena ia sudah lebih dulu melihatnya walau dalam versi digital. Karena hari sudah cukup siang dan mereka belum sempat sarapan kecuali, Wandi ia yang paling cepat kelaparan diantara mereka berenam. Irene pun segera memesan makanan sekalian makan siang. Ia memesan beberapa sayuran dan juga seafood.
Irene tahu kalau Wandi tidak dapat memakan udang yang tidak segar. Tetapi Irene tetap memesan udang karena, udang yang ia pesan sudah terjamin kesegarannya jadi , Wandi tidak akan kambuh alergi nya saat memakan udang nanti. Selain itu, Irene juga tahu kalau porsi makan Wandi 2x lipat dari porsi pada umumnya, jadi Irene memesan dua piring nasi khusus untuk Wandi. Tak lupa, Irene juga memesan minuman. (Iyalah, masa makan ga minum😂😂).
***
Karena hari sudah siang dan mereka tak suka berenang di siang hari. Kebetulan juga mereka tidak membawa baju renang jadi ,Irene pun mengajak mereka umtuk pergi membeli baju renang. Juga membeli beberapa souvenier khas Manila. Ya, seharian ini mereka habiskan dengan bebelanja. Walau sebenarnya Irene malas belanja tapi, demi meluhat keluarga nya berbahagia tak ada salahnya bukan sesekali melakukan hal yang tidak disukai, terlebih, Irene bukan tipikal orang yang akan melakukan hal yang akan menyatakan ketidak sukaannya secara terang-terangan ia akan lebih memilih untuk memendamnya sendiri.
Lagipula, Irene juga mau membeli dan melihat-lihat barang kesayangannya apalagi kalau bukan boneka? Katakan saja jika ia kekanak-kanakkan tapi, itulah yang disukai nya terutama dolphin dan Cookie (hayoo ARMy mana suaranyaa😂). Yup, Irene sekarang sudah ketularan Robert. Salahkan Robert yang setiap hari mengiriminya lagu BTS. Sampai-sampai membuatnya mencari tahu tentang BTS.
__ADS_1
Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, mereka pun kembali ke Banwa Private Island. Untuk makan malam mereka makan di Banwa tapi, bukan Irene namanya malau tidak membeli beberapa camilan dan roti juga susu untuk mengisi perut agar tidak kosong agar tidak mudah kelelahan saat berenang besok. Tentu, mereka juga sudah membeli beberapa set pakaian renang.
***
Esok harinya, 07.00, Banwa Private Island.
Sesuai rencana, mereka akan berenang di esok paginya. Irene hanya geleng-geleng kepala melihat Angel yang begitu bersemangat ingin berenang. Setelah mereka mengisi perut dengan roti dan susu (kecuali ayahnya, ayahnya hanya makan roti coklat dan minum air mineral karena alergi keju dan susu) mereka pun bermain air dulu, ayahnya tak pernah ijut bermain air. Namun, kali ini dengan berbagai macam bujukan yang di berikan, akhirnya ayahnya pun ikut bermain bersama mereka.
Karena terlalu seru bermain, mereka pun tak menyadari kalau mereka sudah berada di kolam renang selama kurang lebih 2 jam. Mereka pun segera membilas tubuh dan pergi sarapan lalu Irene akan mengajak mereka berlima berkunjung ke beberapa lokasi wisata di Manila. Sangat jarang bukan bisa berkunjung ke negara orang? Lagipula, Irene juga mengajak mereka ke Filipina secara cuma-cuma. Tak ada salahnya bagi mereka untuk melupakan sejenak masalah mereka dan sedikit bersenang-senang bersama keluarga terlebih, Irene jarang bertemu dengan mereka karena sering bolak-balik keluar negeri untuk mengurus perihal pekerjaan nya.
***
10.00, Manila, Filipina
Seperti saat ini, mereka sedang asik bercanda ria sementara Irene menyetir mobil, karena ia satu-satunya di antara mereka berenam yang tau seluk beluk jalanan di Manila, walau tidak keseluruhan tapi 50% jalanan di Manila Irene hafal di luar kepala. Sementara, adiknya dan saudara-saudara nya yang lain sibuk bercanda ria termasuk ayahnya, ia serius dengan jalanan di daerahnya ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi selama mereka bersenang-senang jadi, ia memilih untuk serius berkendara di banding sesekali bercanda ria dengan keluarganya! Ia lebih memilih saat sudah tiba di tujuan baru bercanda ria.
***
Pukul 11.30 mereka pun tiba di salah satu tempat destinasi di Manila. Tentunya, lokasi tersebut amat sangat menarik untuk mereka berenam kunjungi. Mereka berenam tiba di Manila Ocean Park. Mereka juga sempat untuk makan siang di dekat lokasi tersebut lalu melanjutkan perjalanan ke Fort Santiago dan ke beberapa tempat lainnya, hingga mereka tiba di Kultura, tempat berbelanja murah di Manila. Sebenarnya, Irene tidak ingin membawa mereka ke sana tapi, ia tahu pasti kakak perempuan dan ayahnya akan senang di ajak ke lokasi murah. Jadilah kali ini ia memilih untuk mengesampingkan egonya dan membawa mereka ke Kultura untuk berbelanja.
Sekitar 2 hingga 3 jam mereka habiskan untuk berbelanja. Entah itu camilan, oleh-oleh khas Manila, pakaian dan masih banyak lagi. Irene yang sudah pegal dari tadi hanya diam saja. Ia masih betah melihat keluarganya yang masih semabgat berbelanja di Kultura. Irene juga tidak banyak membeli. Ia hanya membeli beberapa keperluan nya saja dan juga beberapa camilan.
__ADS_1
***
Banwa Private Island, 13.30
Irene pun langsung tiduran di atas kasurnya karena kelelahan terlebih, kakinya sangat pegal. Keluarganya sanagt bersemangat berbelanja tadi terutama kakak perempuannya. Irene benar-benar tidak habis pikir, mengapa mereka lama sekali membeli pakaian sedangkan dirinya saja tidak sampai 1 jam sudah selesai. Bahkan sebagian besar waktunya untuk membeli pakaian terbuang hanya untuk mencari-cari dimana pakaian yang sedang ia incar.
Sekitar pukul 14.00 Irene pun memesan makanan. Namun, ia tak ikut makan karena ia masih harus mengerjakan pekerjaan nya mengingat dari tadi pagi waktunya dihabiskan untuk berkunjung ke berbagai tempat destinasi di Manila. Dan lagi, esok harinya, kakak perempuannya beserta dengan sang suami akan pulang ke Kalimantan. Irene, ayah, kakak laki-laki, dan juga adik perempuannya akan pulang ke Sumatera. Mereka hanya 2 malam dan 3 hari di Banwa Private Island karena 3 hari berikutnya mereka harus ke rumah sang nenek untuk sembayang atau beribadah.
***
Skip~~
Keesokan sorenya, Mansion Irene, 16.00
Saat ini mereka semua tengah berkumpul di Mansion Irene. Irene sengaja tidak mengantar keluarganya pulang ke rumah mereka. Termasuk adiknya. Ia tahu persis ibu tirinya masuh berada di ruanh yang di kontrak oleh ayahnya. Oleh karena itu, ia sengaja membawa keluarganya pulang ke rumahnya ralat, mansion miliknya. Saat ini mereka sedang asik dengan kegiatan masing-masing. Arnold dengan game di handphone nya dan sesekali ia juga bermain dengan Bobby anjing Siberian Husky milik Irene. Angel sedang bermain dengan Mochi, anjing pudel (kalo bener tulisannya😅) berwarna putih milik Irene.
Sedangkan Irene dan ayahnya sedang berbincang. "Jadi, papi mau pindah ke sini atau nggak? Keliatannya Angel sama koko cukup senang berada di sini. Soal mami itu urusan mudah. Yang penting soal papi, koko, Angel clear dulu." ujar Irene tenang. Aleng pun terdiam dan mulai memikirkan ucapan Irene tadi. Ia bimbang. Di satu sisi ia tak ingin merepotkan Irene, di sisi lain ia tak ingin bertengkar dengan istrinya saat ini terlebih, Arnold dan Angel sangat senang berada di mansion Irene.
*****
Finish 23 Febuari 2021
__ADS_1
Jangan lupa vote,like, favorite dan comment yaa