My Own Life

My Own Life
Episode 15


__ADS_3

Berakhir dengan aku mengajak oma pergi ke halaman belakang mansion yang sengaja ku dekor menjadi taman. Karena halaman belakang mansion yang luas, kami menghabiskan cukup banyak waktu untuk berkeliling taman belakang. Ditambah lagi kami juga pergi ke greenhouse. Rumah tanaman yang sengaja kubuat khusus. Aku memiliki 2 greenhouse. Karena, yang satu kubuat khusus untuk taman hias dan yang satu lagi untuk tanaman obat obatan dan juga saya dan buah. Ya.... Bagian belakang rumahku sudah menjelma menjadi taman sekaligus kebun.


Tentu aku juga tak lupa untuk memberi oka oleh-oleh berupa bibit tanaman anggrek dan juga memetik kan beberapa sayur dan buah yang sudah matang dan tentunya masih segar. Diantaranya, semangka, pir, apel, jeruk, rambutan, mangga, dan strawberry. Kanapa ada strawberry? Jelas karena untuk mencari strawberry perlu di daerah tinggi, jadi aku menanamnya di ruangan khusus tentu dengans uhu ruangan yang disesuaikan. Untuk sayuran hanya tomat, sawi, kacang panjang, buncis, wortel, terong, dan lobak.


Selain itu, aku juga memberi obe sedus kopi bubuk, sekarang gula pasir, dan sekarang gula halus. Hitung-hitung mengurangi gudang persediaan ku yang sudah nyaris tak dapat dimasuki apapun lagi.


***


Setelah kira-kira 2 jam berkeliling taman belakang, kami pun kembali ke ruang keluarga.karena aku malas untuk kembali ke ruang tamu lagi. Dapat kulihat oma dan yang lain takjub melihat ruang keluarga yang telah ku desain sedemikian rupa. Yup... Ruang keluarga ini sengaja ku desain sedikit lebih mewah. Lengkap dengan tv dinding sebesar 64 inch termasuk dengan sofa-sofa yang sudah ku tata sedemikian bagusnya. Tv itu sengaja ku masuk kan beberapa tayangan film di bioskop karena terkadang aku malas keluar rumah hanya sekadar untuk menonton film di bioskop.


"Lu beli tv gede-gede tapi jarang lu tonton?" tanya Acek Edi bingung. "Dibilang jarang juga engga kadang juga engga. Ya aku tonton kalo ada waktu senggang. Mau gimana lagi? Kerjaan numpuk semua bolak-balik luar negri ga sempet refreshing." jelas ku sambil mengurus pekerjaan ku. "Makanya punya perusahaan jangan mau terkenal banget, Ren." Ucap Ako Tata berusaha menghibur. "Yah... Buat apa bangun perusahaan kalau nggak berkembang?" tanyaku santai. "Jadi, lo diindonesia berapa lam?" tanya Acek Ates padaku. "Ya... Sampe ada pengumuman wisuda." jawabku tenang.


"Lu, ga jalan-jalan kemana gitu?" Tanya Acek ahan bingung. "Besok paling cek. Atau lusa. Masih ada kerjaan dikit. Males mau ngasih ke sekretaris." jawabku enteng. "Emang mau kemana lu?" tanya Acek Ahan lagi. "Palingan jalan-jalan ke pulau Jawa. Yang terdekat." ucapku tenang.


***


Keesokan harinya, 10.00


Karena pekerjaan ku sudah selesai Hari ini aku Memutuskan untuk mengajak keluargaku ikut ke pulau Jawa besok. Jadi, aku pun pergi ke rumah orang tuaku untuk memberi tahu mengenai hal ini.


Author POV


Rumah Orang tua Irene, 10.30 , ruang tamu

__ADS_1


Saat ini Irene sudah tiba di rumah orang tuanya, bahkan mereka sedang duduk di ruang tamu. "Kenapa Ren?" tanya Aleng bingung. "Nggak kenapa-kenapa. Cuma mau ngajak jalan-jalan aja besok ke Jawa." jawab Irene santai. "Siapa aja?" tanya Aleng lagi. "Papi, koko, kalsu bisa cici juga." jawab Irene lagi. "Yaudah nanti pakai kasih tau." ucap Aleng akhirnya. "Ya udah. Besok aku jemput jam 9 pagi soalnya rencana keberangkatan nya jam 11." ucap Irene sambil bersiap untuk pulang ke rumahnya.


Keesokan harinya 09.00


Sesuai janji kemarin, Irene tiba di tempat orang tuanya tepat pukul 9 karena mereka pergi beramai-ramai jadi Irene pun membawa mobil limusin tentu dengan supir kepercayaannya yang menyetir.


Ruang tamu, rumah orang tua Irene 09.05


"Pi, udah pada siap semua?" tanya Irene begitu tiba di ruang keluarga rumah orang tuanya. "Udah Ren. Tinggal di masukin ke mobil." jawab Aleng santai. "Yaudah. Mobilnya udah di depan. Masukin aja ke bagasi belakang. Nanti aku minta sama om Heru bantuin ngangkatin.


Mereka pun memasukkan, barang yang perlu dibawa ke bagasi mobil limusin Irene, tentunya dibantu oleh Heru sopir kepercayaan Irene. Seusai memasukkan barang-barang ke bagasi mobil mereka pun berangkat menuju bandara Raden Inten II. Selama perjalanan banyak percakapan yang mereka lakukan. "Ren, emang ga kemahalan tiketnya?" tanya papi. Bingung. "Tiket? Untuk?" tanya Irene bingung. "Naik pesawat, lah." kali ini Arnold yang menjawab. "Nggak. Kan pake pesawat pribadi. Nanti om Heru langsung bawa mobil nya ke parkiran. Trus kita pemeriksaan abistu langsung ke pesawat. Jadwal jam 11 itu karena jam itu paling baik untuk penerbangan." jelas Irene panjang lebat. "Kamu punya pesawat pribadi Ren!?" tanya Cindy kaget. "Punya." jawab Irene singkat.



Pesawat Irene


***


Bandara Soekarno-Hatta, 12.00


Setelah satu jam perjalanan berlalu, akhirmya Irene beserta keluarganya pun tiba di Bandara. Sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan Limusin yang telah Irene siapkan di bandara, mereka makan siang terlebih dahulu di Bandara. Irene juga sempat membeli beberapa bungkus Roti'O untuk camilan di perjalanan nanti ia juga membeli beberapa camilan di Indomarket di Bandara. Juga, selama liburan mereka akan menginap di hotel yang telah Irene pesan bukan di mansion.


"Pi, kita makan dulu aja sebelum lanjut ke Bandung. Aku udah siapin mobil." ucap Irene kepada Aleng. "Ya udah. Udah siang juga kan?" ujar Aleng menyetujui ucapan Irene barusan. Mereka pun pergi ke salah satu restoran di bandara. Usai makan siang, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke Bandung tentu dengan mobil limusin yangvtadi irene siapkanm. Beruntung, Irene memiliki supir pribadi yang mengetahui jalan-jalan dan juga tempat wisata Indah di pulau Jawa.

__ADS_1


***


13.00, perjalanan menuju Bandung.


"Pak, sampai di Bandung nanti langsung check in aja ke The Trans Luxury Hotel. Mau berberes dulu nanti jam setengah 4 jemput lagi ya. Kita pergi ke beberapa toko fashion di Bandung." pesan Irene. "Baik, non." ucap sang sopir fokus dengan jalanan di depannya.


Seusai dengan instruksi Irene tadi, begitu mereka di Bandung mereka langsung check in di hotel tentunya Irene memesan kamar presidental suite yang harga per malamnya bisa mencapai 2,5 juta. Karena ibu dan adik perempuannya tidak ikut maka ia hanya memesan 1 kamar dengan 2 double bed. Irene tahu kalau sejak awal hubungan keluarganya tidak baik. Jadi, sepertinya ia mengajak anggota keluarganya jalan-jalan di pulau Jawa adalah pilihan terbaik. Sementara mereka berempat di pulau Jawa ibu dan adiknya berada di kampung halaman mereka. Pringsewu.


Usai membereskan barang-barang mereka tak lama setelahnya Limusin Irene pun tiba di hotel. Mereka pun pergi ke beberapa toko fashion di Bandung. Banyak barang mereka beli di sana seperti, pakaian, sepatu hingga perhiasan. Mereka juga sempat membeli eskrim durian di sana. Dapat Irene lihat ayah dan kedua kakaknya itu senang berada jauh dari sang ibu.


***


Setelah sekian lama memikirkannya, Irene pun memutuskan untuk menyusul kan apa yang ia pikirkan tersebut kepada ayahnya ketika mwreka tiba di hotel nanti setelah makan malam.


The Trans Luxury Hotel, 21.00, kamar 1106


"Pi, aku udah coba cari jalan keluar untuk masalah ini. Kalau memanh papi ga bisa cerai sama mamii. Gimana kalau papi tinggal terpisah sama mami? Papi, cici, koko. Untuk Angel, itu urusanku nanti." ucap irene serius. "Rencananya papiĀ  juga gitu, Ren. Cuma kalau tinggal terpisah mau tinggal di mana? Kan harus nyari rumah dulu." ucap Aleng pelan. "Tinggal aja di mansion aku. Mami ga punya akses ke sana kecuali aku ngizinin penjaga bawa dia masuk. Dia kemarin masuk karena perayaan aja. Walau dia bilang aku anaknya, penjaga ga akan bukain pintu. Aku udah bilang ke mereka kalau dia ga boleh masuk." ujar Irene panjang lebar. "Yakin kamu Ren?" tanya Aleng kaget. "Kenapa nggak? Toh, aku juga ga ada teman ngobrol di sana." jawab Irene tersenyum kecil.


"MMansionta emang cukup jauh sih kalau mau ke kantor cici, atau ke Itera. Tapi, seenggaknya lebih baik dari pada di rumah kan?" tambah Irene lagi. "Yaudah, nanti papi urus kapan pindahannya." ucap Aleng akhirnya. "3 hari lagi aja, pi. Nanti pulang beres-beres. 3 hari setelahnya kau jemput." usul Irene santai. Aleng pun memikirkan usul putrinya barusan. Akhirnya, ia pen memutuskan untuk menyetujui usulan tersebut karena, lebih cepat lebih baik.


*****


1360 words

__ADS_1


Maaf gaes up nya terlalu lama ya hehe


22 Januari 2021 finish


__ADS_2