My Own Life

My Own Life
Episode 6


__ADS_3

19.10, Cinema 21, Mall Beomi Kedaton


"Ako, acim, acek, ko Ashung mau beli apa?" ucapku yang lebih dulu stand by di meja kasir. "Weits, Ren, mau traktir koko lu?" canda ko Ashung. "Iya, ko. Sekali-kali gapapa. Ko Ashung kan udah sering traktir." balasku santai.


"Mba, pesan popcorn caramel medium, ice lemon tea yang large, sama ... French fries deh.  Yang lain mau pesan apa?" tanyaku. "Lem9n te no ice aja Ren." ucap Ako Tata. "Samain aja punya acim sama ako lu." ucap acim Siska. "Tambahan lemon tea no ice 2 yang large. Ko-ko sama acek?" ucapku cepat. "Coca-Cola no ice 2, popcorn asin 1 yang medium aja, sama sosis bakar." ucap acek. "Oke. Coca-Cola no ice 2 yang large, popcorn asin 1 yang medium, dan sosis bakar 1." ucapku mengucapkan semua pesanan terakhir.


"Oke. Lemon tea no ice 2. Ice lemon tea 1, French fries 1, Coca-cola no ice 2, sosis satu, popcorn caramel dan popcorn asin masing-masing satu ukuran medium ya, mba." ulang penjaga kasir. "Iya." anggukku santai. "Totalnya 471.000 ya." ucap penjaga kasir ramah.


Aku pun memberikan 5 lembar uang 100.000-an. "Uangnya 500.000 ya, ini kembaliannya." ucapnya sambil menyerahkan uang kembalian sebesar 29.000 beserta bill, popcorn dan minuman. Kami masih menunggu French friend dan juga sosis di meja tunggu. Untunglah kami tidak terlalu lama menunggu pesanan kami.


***


21.00, selesai nonton film.


"Langsung pulang aja, cek?" tanya ko Ashung. "Iya lah, Ashung. Mau kemana lagi coba?" jawab Acek Edi santai. "Makan dong." jawab Ko Ashung dengan nada bercanda. "Langsung pulang aja, Ashung. Nanti dicariin mamak." ucap Acek Edi. "Pada mau ke Burger King ngga nih?" tanya Ko Ashung ke kami para perempuan. "Terserah aja. Aku ngikut." ucap Irene santai. "Boleh deh Ashung. Sekalian beliin mamak." balas Ako Tata. Kami pun pergi ke burger King. Tentunya, Ako Tata dan Acim semobil denganku.


Burger King, 21.40


"Ko Ashung yang pesenin aja. Aku ga tau yang mana yang enak." ucap Irene bingung dengan menu yang ditampilkan. "Ya udah. Lu bayar sendiri tapi ya." ujar Ko Ashung bercanda. "Ya. Iya lah ko. Kalo ngha, apa gunanya tadi ke MBK narik duit dulu?" ucapku cemberut. "Ya udah. Beef mushroom nya 2 yang single aja." ucap ko Ashung santai.


"Sama Pepsi 1, tambahan es krim coklat ya." tambah ku santai. Kami pun Makn dj burger king. Dari burger King kami pulang ke rumah. Tentunya, biar ga bolak-balik acek edi, ako tata, sama acim semobiomk denganku. Aku yang nyetir tentunya.


***


Rumah oma, 22.03


"Kemana aja Ed?" tanya Oma ke Acek Edi. "Nonton tadi sana makan di Burger King." jawab Acek Edi santai. "Nih, oma. Burger. Tadi sekalian beliin oma." ucapku sambil memberikan sebungkus beef mushroom Burger ke oma. "Nah. Yaudah. Sekalian udah malem juga. Aku pulang dulu ya oma, Acek, Ako, Acim." pamitku sambil beranjak ke luar rumah. "Lah, kirain mau nginep di sini Ren." ucap Ako Tata bingung sambil mengantar ku keluar.


"Nggak lah ko. Aku mau beres-beres di apartrment dulu. Sialnya nanti kayak ya tanggal 14 mau ke Cibubur." pamitku sambil memakai sepatuku. "Masih 4 hari lagi juga kan Ren?" ucap Acim berusaha menahanku pergi. "Ya... Nanti kalau ga disiapin dari sekarang ya kocar-kacir Cim." ucapku lalu pergi menuju ke mobilku untuk segera pulang ke apartement ku dan berberes.


***


Author POV


Apartemen Irene, 23.00

__ADS_1


Akhirnya, Irene pun tiba di apartemen miliknya. Setibanya di apartemen miliknya, Irene langsung mandi dan tidur karena esok harinya ia masih harus pergi ke sekolah lagi.


Keesokan harinya, SMA Xaverius Pahoman, 07.20


Irene pun tiba di sekolah kali ini Ia kesekolah menggunakan mobil Lamborghini miliknya. Irene tahu Gita dan Sinta sudah menunggunya dari tadi. Benar saja, begitu ia tiba di dalam ia sudah diserbu duluan dengan berbagai macam pertanyaan yang diberikan oleh Sinta dan Gita.



Mobil Lamborghini Aventador milik Irene yang dibawa ke sekolah.


"Sorry gue lama. Btw, Sin kita ke kelas dulu akn baru abis itu ke Aula SMA?" tanya Irene seperti biasa langsung to The point. "Iya." angguk Sinta santai. "Celucia itu ada temennya si A dia ngapain ya?" ucap Gita bingung sambil menunjuk seseorang yang berada tak jauh dari posisi mereka berdiri saat ini. "Mana ku tau." jawab Irene Tak peduli. "Pagi Lucia." sapa salah satu Anak seangkatannya. "Pagi." balas Irene seadanya.


"Tumben pada nyapa." ucap Gita bingung. "Ye, paling juga gegara acara kemaren doang." balas Irene masih tak peduli. Memang sejak acara sharing itu banyak murid trrutama yang seangkatan dengan Irene yang menyapa dirinya. "Celucia temennya si A ngeliatin tuh " ucap Gita memberitahu.


"Biarina jalan toh dia punya mata." ucap Irene seadanya. "Eh, Iyene, sekarang kan kamu udah ketahuan ounya perusahaan besar.... Semester 2 mau kayak gimana tuh?" tanya Sinta penasaran. "Mau ga mau lah, gue ga bisa bikin nilai gue sengaja di pas-pas in. Mau ga mau gue bakal jawab semua soal mata pelajaran serius." jawab Irene terdengar tenang.


"Celucia temannya si A kesini tuh." ucap Gita pelan. "Paling cuma lewat doang." ucap Irene lebih memilih untuk positive thinking. "Ren. Mau ke kelas bareng ga?" tawar Erika yang sekelas dengan Irene. "Nanti deh, Ka. Lo duluan aja." jawab Irene sambil tersenyum kecil. "Yaudah, gue duluan ya." ucap Erika pelan. Irene pun mengangguk sebagai balasannya.


"Huh... Kalau bukan Karena kejadian kemarin, mereka ga akan kayak gini ke gue." dumel Irene terdengar kesal. "Sabar aja Ce." ucap Gita pelan. "Ngomong-ngomong gue harus negosiasi dulu sama pak John biar dia nanti ga bilang soal siapa gue ke keluarga gue waktu bagi raport nanti." ucap Irene baru ingat. Baru saja Irene balik badan, ia sudah hampir jantungan karena teman Richard yang Gita juluki sebagai 'si a' itu berdiri persis di belakang punggungbya entah sejak kapan. "Maaf ko." ucap Irene lalu segera pergi ke kantor guru tanpa menunggu balasan dari orang yang nyaris ia tabrak.


***


Sontak Billy kaget bukan main. Ia tak menyangka bahwa Irene lah CEO Lovist International Company. Tak lama kemudian. irene sudah kembali, Irene kembali bertepatan dengan Gita yang bertanya. "Ko. Emang kenapa nanyain soal CEO perusahaan Celucia?" tanya Gita penasaran.


"Em... Rikcy, dia cerita kalau dia mau kerja sama dengan perusahaan Lovist International Company. Kami penasaran dengan CEO nya tapi Ricky bilang itu, rahasia. Kebetulan, kemarin CEI nya di undang ke sini. Jadi, sekalian kami mencari siapa CEO nya." jelas Billy pelan.


"Terus, kalau udah tau siapa CEO nya koko mau ngapain?" tanya Irene tenang. "Ga ngapa-ngapain." jawab Billy spontan. "Terserah deh. Ya udah, Sin naik yok. Udah tinggal 2 menit lagi masuk." ajak Irene santai. "Iya." angguk Sinta. Mereka pun bubar. Begitu melihat Irene dan Sinta pergi, Billy pun menghela nafas lega. Ia benar-benar nyaris mati kutu begitu di hadapan Irene tadi.


Mau bagaimana lagi, aura kewibawaan Irene tadi memang tidak main-maian. Antara orang itu yang akan terpikat atau orang itu akan menciut nyali nya.


***


09.03, jam istirahat.


"Sialan, males banget gue denger ceramahnya. Ga tertarik gue." ucap Irene cemberut berat. "Lah, terus Iyene maunya kemana coba?" tanya Sinta sedikit kesal. "Kan gue udah bilang, di luar Lampung. Kalau bisa ya,... Di luar Indonesia." jawab Irene enteng. "Dih... Jauh-jauh amat perasaan." ucap Sinta terdengar tidak percaya.

__ADS_1


"Emang, tapi kemungkunan besar gue bakalan kuliah di Amerika. Gue ga tau tapi di universitas apa." ucap Irene terdengar serius. "Jangan yang terkenal-terkenal banget lah Iyene. Pusing entar." ucap Sinta sambil terkikik geli. "Kalau beneran terkenal gimana?" tanya Irene sambil menunjukkan senyum misterius miliknya.


***


2 tahun kemudian...


Universitas Lampung....


"Sinta, belajar yang benar. Kan Lucia udah nggak di sini lagi. Cari teman yang banyak." ucap Ayah Sinta menasihati. "Iya, pak." balas Sinta pelan. Sinta saat ini sudah berkuliah di Universitas Lampung. Sementara itu, Gita sudah di jenjang SMA kelas 3. Irene sendiri, ia benar-benar kuliah di luar negeri.


Harvard University...


Accounting Facullity....


"Hello, my name Lucia Irene Christanita. I'm come from Indonesia. You all can call me Lucia or Irene. My age is 18 years old." ucap Irene memperkenalkan diri. Yup, Irene masuk ke Harvard dengan jalur undangan. Sekaligus, beasiswa 100% sebenarnya, ia tak perlu mencari beasiswa. Tetapi, Harvard mengirim kan dirinya beasiswa secara langsung jadi, Irene pun menerimanya.


11.07


"Hey, Irene's right?" ucap Alice salah satu teman sekelas Irene. "Yes. And you, Alice right?" balas Irene sambil tersenyum kecil. "Yup. Would you luke to be my friend?" tanya Alice pelan. "Off course yes." jawab Irene spontan.


"When you want to comeback to Indonesia?" tanya Alice penasaran. "I think last October until November." jawab Irene santai. "Can I come with you?" tanya Alice perlahan. "Of course you can." jawab Irene.


Akhirnya, Irene, Alice dan beberapa teman mereka yang lain memutuskan untuk pergi ke Indonesia pada akhir Oktober tepatnya, tanggal 26 Oktober 2 hari sebelum hari Sumpah Pemuda mereka sudah tiba di Indonesia.


*****


Maafkan Author yang baru bisa di upload sekarang episodenya


1492 words


Episode 5 ga jadi jadi soalnya wkwkwk


23 Januari 2021 finished


Jangan lupa vote dan comment ya supaya author makin semanhat bikin ceritanya

__ADS_1


jangan lupa like dan favoritekan juga yaa


__ADS_2