
Seketika itu juga Irene melotot kaget. "Kamu bisa bahasa Indonesia?" ucap Irene syok berat. Awalnya, Ken juga kaget, tapi lama kelamaan Ken malah terkekeh geli melihat wajah syok Irene. "Tak ada yabg lucu, Ken." ucap Irene cemberut berat. "Iya aku bisa bahasa Indonesia." jawab Ken sambil tersenyum lembut. Seketika Irene terbengong-bengong.
"Barusan... Kamu senyum?" tanya Irene kaget. "Iya." angguk Ken tenang. "Astaga, pulang-pulang bisa di bunuh Alice aku!?" ucap Irene ngeri sendiri. "Kenapa?" tanya Ken bingung. "Hello.... Ken kamu itu Prince kampus. Lah aku apa? Rubahnya kampus mah iya. Suatu fenomena ngelihat kamu senyum oke. Mengingat, banyak yang bilang kamu itu ice prince." jelas Irene pusing sendiri.
"Terus, biar kamu ga dibunuh gimana?" tanya Ken sambil menahan tawa. "Pertama, aku tutup mulut. Kedua, aku lupa sama kamu. Ketiga... Aku ga tau. Pikirkan sendiri lah. Lanjut kerja duku. Bisa di depak aku." ucap Irene pura-pura panik. Padahal sudah dari 15 menit yang laku ia menyelesaikan pekerjaan nya.
***
14.00, Petit Grande Miyabi.
"Tak kusangka, kita akan pulang secepat ini. Hey, Ken. Kamu mau tetap di sini atau jalan-jalan? Aku mau pergi soalnya takut ga ada yang jaga rumah." ucap Irene tenang. "Aku ikut denganmu saja." balas Ken santai. Seketika Irene langsung panik. "Tenang saja. Aku akan tutup mulut. Kamu mau pergi ke LJC Group kan?" ucap Ken santai. Setelah berfikir tak terlalu lama akhirnya Irene memutuskan untuk membawa Ken bersamanya ke LJC Group.
Seperti biasanya, setiap kali Irene tiba, para karyawan akan menyapanya. Irene tentu akan mambalasnya. Entah itu dengan senyum tipis, balas menyapa, atau langsung bertanya mengenai pekerjaan. Itu sudah menjadi rutinitasnya ketika memasuki gedung perusahaannya. Irene adalah orang yang tegas, namun ia masih memiliki sifat baik. Ia selalu tepat waktu. Walau begitu, ia tak pernah menekan karyawannya untuk bekerja dengan gayangua. Ia membiarkan karyawannya untuk menyalurkan kreatifikas masing-masing. Dengan begitu, hubungan atasan dan bawahan semakin erat. Oleh karena itu pula, Irene disegani dan dihormati oleh karyawannya yang lain.
Ruang CEO, 14.15.
"Tak kusangka, kamu begitu dihargai di sini." ucap Ken sambil tersenyum kecil. "Ya. Tak ada salahnya juga kan mempererat hubungan atasan dan bawahan bukan?" balas Irene sambil mengangkat kedua bahunya sekilas dengan santai. Entah mengapa, mereka berdua begitu akrab berbicara dengan bahasa Indonesia. Tak jarang pula, Irene dan Ken berbicara dengan sedikit campuran bahasa Jepang.
***
15.20, still di ruang CEO, LJC Group
Irene saat ini masih sibuk berkutat dengan tugas-tugas nya. Ia saat ini benar-benar pusing tujuh keliling. "Sepertinya kamu benar-benar kerepotan ya." ucap Ken terdengar sedikit khawatir dengan kondisi Irene. "Humph... Mau bagaimana lagi? Deadline pekerjaanku sudah dekat dan itu berarti aku harus bisa menyelesaikan ini semua secepatnya. Mou~ ini benar-benar banyak!!" balas sambil menggerutu.
__ADS_1
Ken yang mendengar gerutuan Irene hanya bisa terkekeh geli. "Bersabar saja lah. Kalau kamu perlu bantuan panggil saja aku oke?" tawar Ken dengan senyum malaikatnya (note: malaikat maut pencabut hati para gadis 😂) "memang nya kamu paham soal ini? Mengingat di kampus kamu terlihat santai-santai saja." tanyaIrene dengan tatapan yang menyelidiki kepada Ken.
"Tentu saja aku bisa." balas Ken tenang. Irene punulai terpikirkan sesuatu. "Ken. Apa nama lengkapmu?" tanya Irene terdengar serius. "Takatsu. Takatsu Ken." jawab Ken sedikit bingung. "Bukan nama samaranmu tau! Nama aslimu!" ucap Irene gemas sendiri. Kem terkejut mendengar penuturan dari Irene. "Dari kana kamu tahu kalau aku menggunakan nama samaran?" tanya Ken kaget. "Ayolah. Namamu tak ada di seluruh Jepang. Maksudku ada, tapi wajahnya sangat berbeda dengan. Aku sudah mencari nama Tak atau aken di seluruh Jepang. Bahkan sudah ke seluruh dunia. Tapi, tak ada yang mirip denganmu." jelas Irene sambil cemberut kesal.
Ken pun menghela nafas pelan. "Yang mirip denganmu itu salah satu pengusaha besar di Jepang. Atau... Kamu memang anaknya? Tn. Reimura Kensuke putra tunggal dari pasangan Reimura Kakeru dan Shicirin Reina blasteran Indonesia-Jepang pemilik perusahaan Reimura Group dengan total 20 cabnag perusahaan dan 5 saham." ujar Irene sambil tersenyum simpul. Seketika wajah Ken langsung memucat. "Wah. Sepertinya ucapan ku tadi tepat sasaran ya." ucap Irene pura-pura kaget setelah melihst reaksi Ken.
Sepertinya, Irene sedikit terhibur dengan reaksi yang Ken tunjukkan barusan. "Hahaha! Oke-oke aku minta maaf. Tenang saja, di kampus itu t3tap rahasia kita berdua kok." ucap Irene sambil tertawa puas dengan wajah Ken yang panik. Baru saja Ken akan bernafas lega, ia sudah dibuat tercekat lagi. "Tapi... Bukan berarti aku bisa memaafkan ayahmu yang gila jabatan itu lho. Sampaikan pada ayahmu untuk menghentikan rencana husuknya itu. Ia tak tahu siapa yang ia hadapi. Aku tak akan segan-segan untuk membunuhnya kalau ia sampai diluar batas." ucap Irene serius. Ken langsung meneguk liur gugup. Perlahan, Ken pun mengangguk.
***
18.35, Petit Grande Miyabi
"Akhirnya tiba..! Kamu mandi duluan sana. Aku sudah mandi di kantor tadi. Habis ini ikut aku kita pergi makan." ujar Irene tenang. Seolah-olah tadi sama sekali tak ada masalah apapun yang terjadi diantara mereka berdua.
***
3 minggu kemudian...
Usai magang, Irene memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Sudah cukup lama ia meninggalkan kota kelahirannya itu.
Bandara Raden Inten II, 08.00
Setibanya di Lampung, Irene segera pergi ke mansionnya dan membawa mobil Lamborghini Aventador berwarna merah kesayangannya itu ke rumah neneknya.
__ADS_1
Irene POV
Sebelum ke rumah oma aku memutuskan untuk membeli beberapa barang sebagai buah tangan saat tiba di sana. Setibanya di rumah oma, aku segera masuk tentunya dengan beberapa barang yang kubeli tadi. "Oma." sapaku begitu tiba di dapur. "Wih, Ren. Bawa apaan tuh?" tanya ako Tata penasaran. "Buah tangan dong, Ko. Masa mampir ga bawa apa apa." balasku cengar cengir tanpa dosa.
"Gimana kuliahnya?" tanya ako Tata lagi. "Lancar kok. Tinggal nunggu kapan wisuda aja." ucapku santai. "Udah mau wisuda aja lu Ren." ucqo ako Tata. "Iya nih." ucapku sambil terkekeh. "Balik ke rumah bapak lu Ren?" tanya ako Tata lagi. "Nanti, satu satu." balasku tenang.
"Nyampe di Lampung kapan?" tanya oma. "Tadi pagi jam 8." jawabku santai. "Terus lu ke sini pake apa?" tanya oma bingung. "Bawa mobil kan pulang ke rumah dulu baru ke sini." "Kirain langsung." ucap ako Tata pelan. "Nggak lah. Kek mana ngambil kuncinya nanti?" balasku sambil terkekeh. "Lu tinggal Di Rumah Ren? Ga di apartement lagi?" tanya oma bingung. "Iya. Paling sesekali doang tinggal di apartemen. Tapi ya, belakangan ini aku tinggal di rumah." jelasku santai.
"Sekali-sekali boleh ga tuh oma main ke rumah lu?" tanya ako Tata. "Boleh dong. Nanti alamatnya aku kirim ke ako. Tapi, kabarin dulu kalau mau dateng takutnya aku lagi ga ada di rumah." jelas Ku tenang "besok Lusa Paling." ucap ako Tata. "Boleh. Jadwal kantor bisa aku cancel yang lusa. Sekalian kumpul-kumpul aja sekeluarga di sana." ucapku menyetujui ucapan ako Tata.
***
2 hari kemudian....
Seusia Rencana, hari ini kami akan berkumpul di rumahku. Oke, ralat. Maksudku mansionku (anggap aja ada mansion di Indonesia wkwk). Pukul 11.00 kami sekeluarga sudah berkumpul di ruang tamu mansionku. "Bilangnya mah rumah, eh ga taunya mansion." ucap Ako Tata dengan tatapan Pura-pura menyindir. "Hehehe... Ga pa pa lah, ko. Suprise sesekali heheh." ucapku lengkap dengan cengiran tanpa dosa yang kuberikan. "Berapa lama udah tinggal di mansion?" tanya Acek Edy penasaran. "Kalau tinggal di mansion baru bulan ini. Tapi kalau beli mansionnya udah dari tahun kemarin sih. Hehehe." jawabku tanpa dosa. "Kalau tinggal di mansion baru bulan ini kok belinya tahun lalu?" tanya Acim Ade bingung. "Ya... Biar ga capek-capek nyari lagi. Sekalian aja beli mansion." jawabku amburadul.
"Tinggal di Mansion tamannya dikit bener, Ren." kritik oma sambil menatap sekitar. "Luarnya aja dikit. Dalamnya belom oma." sahutku tenang. "Dalem?" tanya oma bingung. "Ya... Halaman belakang belum, taman belom, ga ada deng taman. Halaman belakang ku jadiin taman kecil mah iya. Sama green house." jelasku tenang.
*****
1332 words
Maaf lama up nya hehe
__ADS_1
22 Januari 2021 finished