
Robert Stamford, salah satu teman kuliah Irene menghampiri mereka. "Hei, Irene. You can't believe this." ujar Robert terdengar bersemangat. "What?" tanya Irene bingung. "BTS will come to America." ujar Robert semangat. "Owh, come on, you're ARMY!?" Ucap Irene kaget. "Of course yes." angguk Robert semangat 45.
"Up to you. Come, we go inside. I think Alice and Grace already in there." ucap Irene malas. "Hei, Irene. How about you? You still Reno girlfriend's right?" tanya Robert penasaran. "Yeah, I'm still Reno girlfriend's. But, recently, he was very busy. He never chat me anymore." ucap Irene pelan.
...***...
"Celucia uda ada pacar!?" tanya Gita kaget. "Udah. Lebuh tua dari gue hehehe." ucap Irene sambil cengar-cengir tanpa dosa. "Sama siapa?" tanya Sinta penasaran. "Namanya Reno. Dia jadi Model di AS." jawab Irene santai. "Yen. Jangan becanda dong." ucap Sinta tak percaya. "Gue ga bercanda gile. Nih foto gue berdua sama dia." ucap Irene sambil menunjukkan sebuah foto di ponselnya ke pada Sinta.
"Kok ga ada beritanya di IG?" ucap Sinta terkaget-kaget. "Backstreet" jawab Irene santai. "Terus, dia sering ngechat Celucia?" tanya Gita penasaran. "Pertama pertamanya sih sering. Cuma.... Belakangan ini dia ga pernah ngechat lagi." ucap Irene terdengar sedih. "Hei, Irene. You can meet Reno in America later. 2 days again he comback to America." ucap Reno berusaha menghibur Irene.
"Thanks, If I can, I will meet him." ucap Irene sambil tersenyum kecil. "I will hit him if he make you cry." ucap Robbert serius. "Thanks, Robbert." ucap Irene sedikit terkekeh. "Yaudah, gausah dipikirin lah ce." ucap Gita berusaha menghibur. irene hanya menjawab dengan anggukan kepala.
...***...
2 hari kemudian....
Washington D.C, Amerika Serikat, 15.30
Hari ini Robbert mengajak Irene menemui Reno. Irene sih hanya menurut saja. Hingga, tanpa sengaja, ia melihat Reno, pacarnya mencium seorang perempuan di hadapannya sendiri. Melihat hal itu hatinya serasa hancur berkeping-keping. "Robbert... Let's we go home now." bisik Irene pelan. Robbert pun langsung melihat ke arah Irene memandang.
Sebenarnya, Saat ini Robbert ingin sekali menghajar Reno tapi, Irene menghalangi nya. Hari demi hari akhirnya, Irene pun bisa melupakan Reno. Ia pun semudah bisa kembali menjalani masa-masa kuliahnya seperti sedia kala.
Harvard University, Amerika Serikat, Accounting Class, 09.50
"Hei! Our princess is comeback!!" sapa Robert ceria. "I'm nota princess Robert." Ucap Irene terlihat malu. "I can't believe you can forgot Reno!?" ucap Grace semangat 45. "Hehehe. I will never suffering with him so long right? That was so long time ago. Just a memorize story." ujar Irene sambil tersenyum kecil.
"That's our friend" ucap Robert sambil terkekeh geli. "Keep cheerfull Irene. That is more boys out there that more love you than him." ucap Alice menyemangati Irene. "I know It Alice. Thanks to support me." ucap Irene sambil tersenyum kecil.
"Maybe... In some day you can meet Kai EXO, you're his fans right?" goda Grace sambil terkekeh geli. "Grace.... Okay, I'm confess I'm was Kai fans. But, can you not speak it out loud?" ucap Irene sambil bertolak pinggang kesal. "Ups... Sorry. Okay-okay, I'm so sorry about it." ucap Grace sambil menahan tawanya.
...***...
__ADS_1
15.07, Lovist International Company, USA
"Walt, It's any problem in here?" tanya Irene serius. "Nothing miss." jawab Walt sopan. "Is that any meeting today?" tanya Irene lagi. "Yes, miss. At 19.00, in Lavender's hotel." jawab Walt lagi. "Okay." balas Irene serius.
Beginilah keseharian Irene selama di Amerika. Tiada hari tanpa bekerja lembur. Pagi hingga sore hari ia kuliah, lalu ia melanjutkan hingga malam dengan bekerja. Terkadang, ia bahkan baru bisa pulang pukul 2 pagi. Siapa yang tidak lelah? Jam 2 hingga jam 5 pagi ia mungkin mengerjakan tugas kuliah. Terkadang, ia tidak bisa tidur karena terlalu banyak kerjaan.
Walau begitu, itu tidak pernah membuat Irene putus harapan kok. Ia bahkan masih bisa lulus di semester 1 dengan IPK 4,5. Itu bukan lah pencapaian yang mudah bagi anak kuliah biasa. Anak kuliah biasa saja tidak bisa tapi Irene, ia bisa walau kemungkinannya sangatlah kecil.
Liburan di semester 1 ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Lumayan selama 2 bulan ini ia bisa menghabiskan waktunya untuk refreshing. Di Indonesia ia mungkin akan berkunjung ke beberapa tempat. Seperti, rumah neneknya, rumah orang tuanya, rumah sepupu jauhnya, dan juga rumah teman-teman nya.
...***...
Indonesia
Irene POV
Rumah oma, 10.25
"Udah dong cek." jawabku tenang. "Berapa Ren?" tanya Acek Edy penasaran. "4.5" jawabku santai. "4.5?! Ga salah lu?" tanya Acek Edy kaget. "Nggak. Nih." ucapku sambil menunjukkan buktinya di hp ku.
"Bagus tuh. Pertahanin terus, Ren." ucap Ako Tata menyemangati. "Iya, Ko." anggukku. "Terus di Indonesia Mau ngapain aja Ren?" tanya Acim Ade bingung." jalan-jalan bentar,Cim. Palingan sampai tanggal 27 Desember udah berangkat lagi." ucapku santai.
"Masuk tanggal berapa emang?" tanya Acek Ahan penasaran. "Tanggal 6 Januari." jawabku tenang. "Lah, buru-buru amat perginya." ucap Ako Tata iseng. "Ya... Tanggal 27 aku mau ke Jepang. Jalan-jalan. Hehehe." ujarku cengar-cengir tanpa dosa.
"Bisa lu bahasa Jepang?" tanya Acek Edy tidak percaya. "Bisa lah, Cek. Kalau nggak ngapain liburan ke Jepang coba?" balasku cemberut. "Terus di Indonesia mau ngapain aja?" tanya Ako Tata penasaran. "Hm... Ya... Sekadar berkunjung gitu." ucapku santai.
"Mau berkunjung ke mana?" tanya Oma bingung. "Ke rumah temen, ke rumah papi, Kandang, ke mana-mana." jawabku cengar-cengir. "Bisa tah mobil lu di pake ke kandang?" Tantang Acek Edy. "Pakai Pajero lah, Cek. Kalau pake Lamborghini ya bemperku penyok." balasku enteng.
...***...
Besoknya, aku, Acek Edy, Ako Tata, Acim, Ayu sama Oma pergi ke kandang. Sesuai ucapan ku, aku membawa mobil Pajero ku. "Beneran bawa Pajero dia." ucap Acek terkekeh geli. "Ya iya lah cek. Udah janji. Seenggaknya di jalan nanti rada mulus dari pada pakai Escudo." ucapku sambil cengengesan tanpa dosa.
__ADS_1
11.01 kami pun berangkat ke kandang. Tentu aku yang menyetir mobil mengingat ini mobilku sendiri. Di sebelah kiriku ada Ako Tata, dibelakangnya oma, di sebelah oma ada Ayu,dan di jok belakang ada Acek Edy dan Acim Siska yang menurutku pasti sedang nge-bucin ria.
Sebelum kami tiba di kandang kami pergi makan siang terlebih dahulu. Kami makan di salah satu warung bakso di dekat lokasi. Baru setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kandang Acek Ahan terlebih dahulu.
...***...
Kandang Acek Ahan, 13.05
"Cek, gimana kabarnya?" tanya aku begitu tiba di kantor Acek Ahan. "Baik, Ren." balas Acek Ahan. "Jesicca mana Cek?" tanyaku sambil celingak-celinguk kebingungan. "Di kamar masih tidur kayaknya." jawab Acek Ahan. Tak lama kemudian, Jesicca masuk ke dalam ruang kerja ayahnya ini.
"Baru bangun lu Jes?" ledekku pura-pura kaget. "Biarin lah, suka-suka gue. Udah libur ini." balas Jesicca tak peduli. "Dih. IPK lu berapa?" tanyaku penasaran. "3,3." jawab Jesicca santai. "Bagus tuh kalau bisa lu tingkatin lagi." dukung ku. "Emang IPK lu berapa?" tanya Jesicca bingung. "Gue 4,5." jawabku tenang.
"Gimana bisa? SMP aja nilai lo pas-pas-an perasaan." ucap Jesicca tak percaya. "Belajarlah, neng. Kalau nggak mana bisa gue dapet beasiswa 100% kuliah di luar negeri." ucapkan geleng-geleng kepala. "Kuliah di mana, Jes?" tanya Ako Tata penasaran. "Salatiga ko. Jurusan sastra Inggris." ucapan Jesicca santai.
"Masih sering chat sama koko ga?" tanyaku usir. "Udah jarang." jawab Jesicca singkat. "Sekalinya ngechat banyak dong." Ucap Ako Tata iseng. "Iya. Eh, lu kuliah di mana?" tanya Jesicca baru ingat. "Tebak sendiri nama negaranya. Kalau lu bisa nebak nama negara nya.... Nama universitas nya pasti lo tau juga." balasku santai.
"Singapura? China? Korea? Jepang?" tebak Jesicca asal. "Gue di Amerika ***." ucapku tenang. "Amerika? USA maksud lu!?" ucap Jesicca kaget. "Iya." anggukku santai. "Jauh amat." ucapan Jesicca tak percaya. "Mau gimana lagi? Gue dapat jalur undangan plus beasiswa 100% di Universitas Harvard." ucapku sambil mengangkat bahu sekilas. "Cici Nadia aja di Canada." lanjutku lagi. "Angel di mana nanti?" ucapan Jesicca sambil geleng-geleng kepala. "Entahlah. Cici di Universitas Bandar Lampung, jurusan Hukum, S1. Koko di Itera. Gue di Harvard. Angel? Palingan di universitas negeri nanti sama kayak koko." ucap ku terkesan tak ambil pusing.
"Harvard jurusan apa lu?" tanya Jesicca penasaran. "Akuntansi." jawab ku santai. "Abis dari Harvard mau kerja di mana lo?" tanya Jesicca lagi. "Ya... Di mana aja." jawab ku sambil tersenyum misterius. "Ngambil akuntansi bisnis?" tanya Jesicca lagi. "Yoi." anggukku membenarkan ucapan Jesicca tadi.
...*****...
1391 words
23 Januari 2021 finish
Maaf lama updatenya episode 5 ga selesai selesai soalnya hehehe
Budidayakan vote dan comment saat membaca
Berani baca berani vote
__ADS_1
jangan lupa favorite dan like juga yaa