My Own Life

My Own Life
Episode 17


__ADS_3

Usai jalan-jalan di Malang, mereka pun melanjutkan perjalanan ke Bali kali ini, Irene memilih untuk menaiki kapal karena tujuan yang akan mereka capai tidak terlalu jauh. Hanya memerlukan waktu satu jam dan untuk menyebrangi selat Bali dengan kapal. Setibanya di dermaga Bali, mereka susah di tunggu oleh salah satu supir Irene. Tentu, Irene sudah lebih dulu menghubungi supirnya ini untuk menunggunya di dermaga.


Kapal yang dipake buat nyebrangin selat Bali.



Pukul 16.00 mereka pun tiba di Bali. Karena waktu sudah menunjukkan sore hari, Irene pun memutuskan untuk langsung check in di hotel atau resort dan esok harinya mereka baru berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Bali seperti, Tanah Lot, Pantai Kuta, dan beberapa destinasi yang lain.


***


Mereka pun check in di salah satu villa terbaik di Bali. Mereka check in di Private Villas of Bali. Irene memang harus merogoh kocek sebesar 30 juta per malamnya tapi, itu tak masalah buat nya karena ia bisa pergi ke Rooterfish Beach Club hingga ke Pantai Pandawa hanya dengan berjalan kaki ya, sekalian hitung-hitung berolahraga bukan? Memang letak villa tersebut sangat strategis. Namun, villa tersebut juga mewah dan tentunya mahal dengan pemandangan yang di suguhi dari private villa tersebut sangat fantastis dan indah.


Bahkan, ayah, kedua kakak, dan adiknya saja sampai terkaget-kaget begitu tiba di villa yanv telah Irene sewa tersebut. "Kamu sewa villa ini berapa Ren?" tanya Arnold kaget. "1 lah." jawab Irene pura-pura tidak mengerti. "Bukan itu!" ucap Arnold gemas. "Trus? Berapa malam! 2-3 malam." jawab Irene lagi. "Harganya?" tanya Arnold lagi. "Per malam nya 30 juta." jawab Irene super santai. Seketika keempat keluarga Itene yang lain kaget bukan main mendengar ucapan Irene barusan.


***


"30 juta!?" ucap Arnold kaget bukan main. "Hehehe.... Iya." ucap Irene lengkap dengan cengiran tanpa dosa miliknya. "Kenapa ga di hotel aja Ren?" tanya Aleng setelah tersadar dari rasa syoknya. "Nggak pi, fasilitasnya kurang lengkap kalau di sini kan berasa kayak di rumah karena ini private villa. Baru di bersihinnya pas nanti kita pulang." jelas Irene tenang. "Tapi senggaknya di hotel lebih murah." ucap Aleng lagi. "Memang. Tapi, di sini strategis. Kita ga perlu capek-capek naik mobil untuk ke pantai ya kecuali ke Kuta." ucap Irene tenang. Aleng pun menghela nafas pelan. Susah melawan Irene apalagi kalau Irene sudah kekeuh pada hal itu. Ia tak akan mudah untuk dibuat berubah pikiran.


Mereka saat ini berada di ruang tengah villa. "Ngomong-ngomong besok cihu ada di Surabaya. Aku udah tanya sama Cihu mau liburan apa nggak. Cihu setuju. Sebagai itung-itung an honeymoonya cici sama cihu. Jadi 2 hari lagi kemungkinan besar udah ke Surabanya langsung jemput Cihu terus langsung ke Jakarta untuk langsung terbang ke lokasi. Lokasi honeymoonnya aku rahasiain karena papi sama cici pasti nolak. Jadi aku minta tolong nurut aja. Karena semuanya udah aku tanggung biayanya." ujar Irene panjang lebar dengan nada serius. Untuk kali ini ia ingin membuat kakak perempuannya memiliki kenangan indah saat honeymoon. Aleng dan Cindy hanya bisa mengangguk pelan, mereka tak dapat membantah.


"Soal siapa saja yang akan pergi sudah pasti, kita berlima dan cihu. Untuk sodara yang lain sama orang way Lunik ga usah tau cici bakal honeymoon di mana. Lagipula, ini buat pelajaran untuk mereka untuk jangan pernah sombong." ujar Irene tenang. "Pelajaran?" tanya Aleng bingung. "Bon harga, semua masih aku simpan. Kalau ditotalkan mungkin besar biaya yang sudah dikeluarga lebih dari 2 miliar. Tentu jika ditambah dengan honeymoon." jelas Irene dengan mimik wajah tenang. Yang berbeda dengan Aleng, Arnold, Angel, dan Cindy yang kaget. Mereka tak menyangka hasil liburan ini akan lebih besar dari perkiraan mereka.

__ADS_1


***


Sesuai janji, esoknya mereka berlima pun pergi keliling private villa untuk jogging tentu setelah kemarin Irene membawa mereka semua ke toko sepatu di Bali dan membeli 5 pasang sepatu original pula. Salah satunya adalah Adidas dan Nike. Yang harganya bisa lebih dari 1 Juta. Sekitar pukul 10.00 mereka sudah berkumpul di villa sementara Angek dan Cindy mereka menyiapkan sarapan, Irene ia mulai berkutat dengan pekerjaannya melalui tablet, Aleng dan Arnold sedang menonton televisione dengan Arnold yangvsesekali matanya terfokus dengan game di hp nya.


Sekitar pukul 13.00, makanan pun telah siap mereka pun pergi ke meja makan untuk makan bersama. Tentunya Irene dengan amat terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya menggantung dan pergi ke meja makan. Ya, Dario pada nanti ia harus menikmati omelan ayahnya, lebih baik ia meninggalkan pekerjaannya sementara waktu untuk makan bersama.


***


Sekitar pukul 15.00 mereka berlima pun mulai berjalan kaki menuju ke beberapa pantai yang dekat dengan lokasi private villa mereka seperti saat ini mereka sedang menuju ke Rooterfish Beach Club yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi bahkan dari villa mereka dapat melihat Rooterfish Beach Club dengan amat jelas. Kecuali ya, bagi para pengguna kacamata minus atau silinder. Mereka tetap memerlukan kacamata untuk melihat Rooterfish Ceach Club dari peivate villa.


Setibanya di Rooterfish Beach Club, mereka berlima disuguhi dengan oemandangan yang indah. Mereka berlima berencana untuk melihat sunset di Rooterfish Beach Club. Tapi, namanya Irene kalau ngelihat kolam renang, ataupun pantai, sudah pasti bakal nyebur. Namun, karena kali ini ia tidak membawa baju ganti jadi, kali ini ia terpaksa untuk menahan hasratnya untuk tidak bermain air. Lagipula, di private villa juga ada kolam renang. Sembari menunggu sunset tiba mereka pun bermain di pinggir pantai. Seperti Irene dan Angel yang sibuk berlarian di bibir pantai. Mereka berdua sangat menikmati suasana sore hari di pantai. Usai melihat sunset, mereka pun kembali ke private villa kecuali Angel, Cindy, dan Irene. Mereka bertiga mendapat tugas untuk membeli bahan-bahan untuk makan malam mereka nanti. Irene yang di tengah jalan melihat ada toko oleh-oleh, ia pun pergi ke dalam toko dan membeli beberapa oleh-oleh baru kembali melanjutkan perjalanan ke supermarket. Cindy yang melihat kelakuan Irene hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Sementara Irene, ia hanya membalas dengan cengiran tanpa dosa miliknya.


***


Sepulangnya Angel, Cindy, dan Irene dari supermarket, mereka bertiga langsung ke dapur dan mulai memasak makan malam. Malam ini mereka akan makan Chicken Teriyaki, capcay, cah kangkung, kepiting saus padang, dan Irene juga membuatkan mereka tamago, salah satu makanan khas Jepang. Mengingat membuatnya cukup mudah dan Arnold penyuka anime, menurutnya tak ada salahnya membuatnya sekali-sekali. Lagipula, pembuatan bumbu celupan Tamagonya cukup mudah. Ia hanya menggunakan kecap asin saja.


Setelah berlama-lama berkutat di dapur, mereka akhirnya selesai memasak. Berbagai macam makanan pun sudah tertata rapi di atas meja makan. Tak lupa mereka juga membuat makanan pencuci mulut yaitu pudding. Selama makan diiringi dengan beberapa obrolan ringan dan cerita dari Aleng. Tak jarang pula seisi ruangan diisi dengan canda tawa. Yah... Malam yang cukup menyenangkan dalam sebuah keluarga kecil bukan?


***


Esok harinya, 15.00

__ADS_1


Seusai makan siang, Oren pun membawa Aleng, Angel, Arnold dan juga Cindy ke Joger, salah satu toko Souvenir di Bali sebelum menuju ke Bandara. Yup, hari ini mereka akan pergi ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput Wandi dan pergi ke lokasi selanjutnya yang sudah Irene siapkan dari beberapa hari yang lalu. Ireme sengaja memilih penerbangan yang lebih sore agar mereka menginap dulu di Jakarta selama semalam lalu esoknya baru berangkat ke lokasi. Kalau hari ini, mereka akan tiba di malam hari bukannya di siang hari. Bahkan, bisa saja mereka baru mendarat di tengah malam. Karena lokasi yang mereka tuju selanjutnya berada di luar negeri! Usai tiba di Jakarta, mereka pun menginap di salah satu hotel dan esok pagi baru berangkat ke lokasi dengan pesawat pribadi milik Irene tentunya.


Esok paginya, 06.00, Bandara Soekarno-Hatta.


Jika menggunakan pesawat umum kemungkinan mereka akan naik Garuda. Tapi, karena ini pribadi, dan juga atas seizin pemerintah, Irene dapat melakukan penerbangan dengan lancar ke lokasi. Sementara Irene, Angel, dan Arnold terlihat santai-santai saja. Aleng, Cindy, dan Wandi terlihat deg-degan karena tak tahu kemana Irene akan membawa mereka semua pergi. Irene yang melihat hal tersebut pun memgulum senyum tipis. Irene sengaja mempersiapkan hal ini untuk kenang-kenangan tak terlupakan untuk mereka semua.


Karena perjalanan yang cukup jauh dan mereka berenam juga kelelahan, jadilah mereka sempat tertidur selama perjalanan di dalam pesawat. Sementara yang lainnya tertidur, seperti biasa Irene langsung mengerjakan pekerjaan kantornya melalui tablet, pesawat miliknya tak akan terpengaruh. Toh, ia sudah membuat mode pesawat dan pekerjaan nya bisa di kirim ke perusahaan pusat saat mereka sudah landing nanti.


Pukul 07.55 karena mereka menggunakan pesawat Jet, jadi waktu yang mereka tempuh ke lokasi jauh lebih cepat di banding jika mereka nanti menggunakan pesawat penumpang. Setelah mengirim hssil kerjanya ke perusahaan pusat, Irene pun segera membangunkan yang lainnya dan pergi keluar. Yup, mereka berhenti di mansion Irene. Irene malas menyewa lokasi untuk pesawat jet nya. "Ini di mana Ren?" tanya Wandi sambil celingak-celinguk kebingungan. "Oh... Ini di..."


*****


1432 words


28 januari 2021 finish


Selamat membaca


Nb:


Pesawat pribadi Irene yang di pakai mereka berenam

__ADS_1



__ADS_2