
.. Tok.. Tok... Terdengar suara ketukan pintu
Dengan cepat dibukanya pintu rumahnya dengan wajah riang.
.. "akhirnya lo dateng yuk masukkk..." sembari mengantar iris menuju halaman belakang
Terlihat orangtua violla sedang menyiapkan makanan, dan sisi lain terlihat dua pria tampan tinggi, yang satu menggunakan kemeja bermotif kotak-kotak dengan celana jeans sobek, sangat stylist dan manly memukau setiap orang yang melihatnya dan. yang satu menggunakan celana training dengan baju kaos namun aura manly dan stylist tetap terpancarkan mereka terlihat mirip satu sama lain saling mengobrol dengan raut wajah yang bahagia, tentunya salah satu dari mereka orang yang dikenal baik oleh iris.
.. "hallo om tante" sapa iris sembari memberikan sebuah bungkusan ditangannya.
.. "eh iris, apa ini nak gak usah repot kamu kesini aja tante senang banget ris," mama viola tersenyum kepada iris dan mempersilahkan iris duduk untuk melanjutkan acara.
Dua pria yang sedari tadi asyik berbicara seketika mengalihkan pandangannya terhadap iris, terlihat cantik dan manis iris yang saat itu mengenakan sebuah dress polos berwarna merah muda selutut, dress yang sangat sesuai mencerminkan betapa manisnya remaja itu, terlihat semakin cantik dengan rambut curly yang diurai dan riasan wajah simple membuat kesan manis namun tetap elegan membuatnya menjadi perhatian dari kedua pria tersebut.
.. "ris" sapa salah satu pria tersebut dengan akrab.
Iris melirik kearah pria tersebut
.. " oh hay bryan" iris balik menyapa
.. "sini ris duduk disini" bryan menawarkan iris untuk bergabung dengannya.
.. "iya" tanpa basa basi iris segera menghampirinya.
.. " lo sama siapa kesini" tanya bryan
.."gw sendiri kok, kebetulan rumah gw deket" jawab iris dengan senyum manisnya.
.. " oh iya, ris kenalin ini kakak gue yang dibilang violla"..
Bryan memperkenalkan laki-laki tampan tersebut yang ternyata adalah kakaknya
.. " oh hallo kak" iris menyapa tersenyum kepada peria tersebut, mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.
.. " aku iris"
__ADS_1
.. " hay iris, aku steve jason kakanya bryan" membalas juluran tangan iris menyalaminya.
Deg... Sesutu terjadi kepada pria tersebut tiba-tiba jantungnya berdetak dengan aneh saat mereka bersamaan.
.. " sangat manis" kata hati steve
Masih terpaku melihat betapa manisnya wanita yang baru pertama kali ia temui itu.
.."kak,... Kak" bryan memanggil steve
Yang terlihat tidak mengedipkan matanya sama sekali.
"eh.." steve tersadar dan segera melepaskan salamanya secepat mungkin.
. "maaf ris" sahut steve dengan nada canggung
.. "ah gak apa kok kak steve" iris kembali memberi senyuman manisnya tersebut sehingga membuat dua pria disebelahnya blushing seketika.
" kknya bryan aneh, salamannya lama amat trus kok natapin gw gtu ya" kata hati iris
.. "hey lo kenapa kok pipi lo merah" tanya violla
" dari mana aja lo" tanya bryan
"maaf gw barusan habis bantuin mama buat nyiapin makan malam".
"kenapa gak manggil gw sih la, jadi gw kan bisa bantu" iiris mengerutkan alisnya menatap sahabatnya itu.
" eh gak usah, lo kan tamu iya kali tamu bantuin yang undang kan gw"
"gak apa dari pada gw bengong kaya gini".
" lah kan ada mereka berdua" violla menunjuk ke arah kakak beradik tersebut.
" iya kan ada kita" sahut steve sambil tersenyum.
__ADS_1
" ah gaenak gw la" sahut iris menatap kearah violla.
Makanan terhidang begitu rapi dan terlihat lezat dengan berbagai menu yang tertata rapi di atas meja, acarapun dimulai dengan bahagia candaa tawa terjadi saat acara makan malam berlangsung hingga selesai.
"ris," iris melirik ke belakang dan terlihat bryan menghampirinya dilihatnya iris yang sedang membantu violla membersihkan acara,
"lo udah selesai" tanya bryan
"ah udah kok, ini sudah beres gue mau pamit pulang dlu ya" iris segera mengambil tas.
" kalo gitu gue mau pulang mau pamitan sama om sama tante dlu, bye bryan" segera meninggalkan bryan.
"ehh tu.. tunggu" bryan dengan cepat mengayunkan tangannya memegang tangan iris, iris yang saat itu ingin pergi seketika terhenti dan terdiam.
Ia lalu menoleh ke arah bryan.
"hem anu.. Boleh gak gue anter lo pulang" tanya pria tersebut dengan tetap memegang tangan wanita yang ada didepannya.
"ah.. Tidak usah rumah gue deket kok" jwab iris menatap tangannya yang dipegang oleh bryan. " maaf bisa dilepas" tanya iris dengan nada gugup.
"ehh.. Maaf gue gaak sengaja" jawab pria tersebut dan langsung melepaskan tangannya. " beneran gue mau anter lo pulang ris" sekali lagi bryan menawarkan ajakannya itu.
" gausah lagian lo pasti nginep disini, ini jga udh malem rumah gue deket kok" jawab iris sembari tersenyum. "beso kan kita ketemu juga disekolah, hemm bye bryan gue pulang dulu daahh" dengan cepat iris meninggalkan bryan yang hanya bisa diam melihatnya pergi begitu saja.
" eh ris lo balik sekarang" panggil viola
" ya gue balik dulu takut ortu gue khawatir ya meskipun mereka tau gue disini" jawab iris
"yaudah hati hati ya, thankyou for your time iris" sambil memeluk sahabatnya itu.
"gue pamit ya, om tante iris pulang dlu goodnight da.." bergegas pergi meninggalkan rumah viola.
"byee syang hati-hati" jwab kedua ortu viola.
Larut malam iris pun meninggalkan rumah viola dan menuju rumahnya selama perjalan pulang iris memikirkan hal-hal yang terjadi
__ADS_1
Ia menyadari hal aneh terjadi kepada kakaknya bryan saat mereka saling berkenalan namun ia tidak ingin memikirkan terlalu jauh, rasa senang menyelimutinya malam itu jantungnya berdebar saat ia memikirkan pertama kalinya ia berpegangan tangan dengan pria yang selama ini membuatnya tertarik.
Malam indah yang dia lewati namun ia sedikit menyesal karna menolak pria tersebut untuk mengantarkanya pulang.