
Sebulan kemudian, suara hening menyelimuti ruangan semua murid terlihat serius pengawas begitu memperhatikan mereka.
Hari ini adalah hari ujian kelulusan terakhir bagi mereka ujian yang sangat menentukan apakah mereka lulus atau tidak.
Ujian berjalan selama beberapa jam.
Tet..tet.. Suara bel berbunyi mendandakan waktu telah selesai mereka dengan cepat mengumpulkan kertas ujian mereka masing-masing begitu juga dengan iris.
"hah akhirnya selesai". Celoteh iris lega.
"selesai sih selesai tapi kan belum selesai kalo hasil akhirnya belom keluar". Sahut reno
"apaan sih lo, yakin deh kita pasti lulus kok". Violla menjawab reno dengan cepat.
"gue deg..degan juga kale wajar". Dengan nada sinis reno menjawab kembali ke arah violla.
"hahahhaha canda gue, serius amat lo". Viola tertawa puas melihat wajah kesal reno.
"risss,risss oyyyyy kamvret". Berteriak kearah sahabatnya yang saat itu terlihat melamun.
"*apaan sih kaget gue!".
"makanya klo diajak ngobrol itu jangan bengong akhir akhir ini gue lihat lo bengong muku sih ris*". Violla semakin penasaran dengan sahabatnya itu karena semenjak hari dimana ia berbicara kepada bryan iris selalu terdiam dan tidak seceria dulu.
"*ahh apaan siapa yang bengong coba".
"ris*". Dari kejauhan terlihat seorang pria menyapanya dengan senyuman diwajahnya.
"ehhhh". Iris menyapa balik pria tersebut.
"ecieee cieee yang dijemput tunangan oy". Celetuk reno dan violla saat melihat yang menyapa iris adalah adrian yang sudah resmi menjadi tunangan iris selama sebulan ini.
"usst diem lo! Pada iri kan lo gue dijemput makanya jadian sana!. Sambil meledek kedua sahabatnya.
"amiinnnn.. Dah gue juga mau kayak lo sama kak adrian donk iyaa sayang". Kata reno sambil tersenyum kearah violla.
"auaah lu aja sayang sayangan ama tembok!" ketus violla yang langsung mengajak iris meninggalkan reno sendirian.
__ADS_1
"tunggu kali, dasar betina pms". Teriak reno sambil berlari mengejar mereka.
Mereka bertiga menuju kearah bryan saat itu.
"hay olla, hay reno". Sapa adrian dengan senyuman.
"hayy kak adrian". Reno dan violla menyapa balik adrian.
"balik bareng kita yuk". Tanya adria kepada kedua sahabat karib iris. Violla melihat kearah reno memeberikan isyarat kedipan mata mereka berdua menyadari situasi dengan baik saat itu.
"makasi kak, tapi aku sama violla masih ada yang harus kami selesaikan dulu kak". Jawab reno.
"loh eh urusan apa kok gue gak tau". Sahut iris dengan heran.
"*ahh ahahaha gue sama reno mau ke toko buku kok hehe gpp kalian pulang duluan saja".
"loh toko buku yuk skalian aja mumpung lewat*". Sahut adrian.
" gausah kak lagian kami mau ketoko buku yang lain hhe,yaudah kita dluan ya byee".
"eehh".
"gpp yuk naik". Adrian membukakan pintu mobilnya untuk iris dan bergegas mengemudikan mobil meninggalkan sekolah.
" gimana ujian terakhir kamu?". tanya adrian sambil focus menyetir saat itu.
"eehh lumayan menguras otak kak". Iris menjawab dengan nada canggung.
"pasti lulus kok kamu kan anak yg pintar".
"terimakasih kak berkat bantuan kakak juga semoga beso pengumumannya sesuai harapan". Iris tersenyum kearah adrian yang membuat adrian tersipu saat itu dan menghentikan mobilnya seketika.
"loh kok berhenti?". Kata iris kebingungan.
Namun adrian malah membalikkan badannya menatap iris saat itu ia begitu terpesona dengan gadis didepannya yang begitu manis. Perlahan ia melepas sabuk pengamannya dan mulai mendekat kearah iris. Iris yang terkejut saat itu panik seketika pria didepannya mendekatinya iris mundur perlahan namun ia terhalang kursi mobil saat bersamaan wajah adrian dan dirinya begitu dekat seakan adrian akan menciumnya.
"kak!". Iris mendorong tubuh adrian.
__ADS_1
"maaf, saya gak bermaksud". Adrian langsung tersadar dan kembali memasang sabuk pengamannya dan kembali mengemudikan mobilnya.
"huuft.." iris menarik nafas sedikit lega namun merasa agak kecewa dalam dirinya seperti sesuatu yang sangat ia nantikan namun pikirannya menolaknya.
"hmm maaf ya ris, kamu jadi risih sama saya". Kata adrian dengan nada grogi.
"ehh gak kak gpp koo". Jawab iris, namun keringat membasahiny jantungnya terus bedebar semakin kencang ia tidak mengerti apa yang terjadi saat itu.
"kamu lapar kita makan dulu ya". Sahut adrian
"ahh iya kak".
Mereka berdua menuju sebuah restauran terdekat saat itu. Ketika sampai Restaurant mereka langsung memesan makanan.
"ris". Panggilnya.
"iya kak". Jawab iris.
"kalo kamu gak keberatan saya mau bicara masalah pernikahan kita". Ucapnya.
"uhuuukkk...uhuukkk". Iris langsung tersedia ketika mendengar ucapan adrian.
"eeh kamu kenapa pelan-pelan donk makannya". Adrian langsung memberikan minum untuk iris.
"hmm apaa secepat itu kak?". Tanya iris
"*iiya, kamu sebentar lagi kan lulus".
"ta..tapi kuliah aku kak?".
"jangan khawatir.. Kamu tetap bisa kuliah meskipun kita menikah nanti".
"aaahhh itu".
"makan dulu nanti kita bicarakan lagi*".
Iris melanjutkan makannya dengan tanya dihatinya setelah selesai mereka langsung pulang kerumah adrian mengantar iris sampai kerumahnya dalam perjalanan iris terus terfikirkan ucapan adrian sampai rumah dengan pertanyaan besar di hatinya. Baginya terlalu cepat untuknya menikah saat itu. Namun ia tidak menolak ia tidak menjawab pasti ucapan adrian ia terus menerus berfikir.
__ADS_1