
Ting..tong suara bel pintu berbunyi segera bibi membuka pintu dengan berlari.
"hallo bik" sapanya.
"eeh den adrian silakan masuk den" bibi mempersilahkan adrian masuk.
"iris dimana bik?" tanyanya sambil menatap ke lantai atas.
"iris ada diatas nak adrian" jawab mama iris yang berjalan dari arah tengah menghampiri adrian.
"eeh tante," jawab adrian sambil mencium tangan mama iris dengan sopan.
"bik buatin minum gih" sahut mama iris kepada bibi meminta untuk membuatkan minuman untuk adrian.
"baik nyonya" bibi melangkah meninggalkan ruang tamu.
"ke atas aja nak, iris dari tadi pagi nyariin kamu" jawab mama iris sambil tersenyum
"baik tante" jawabnya.
Adrian bergegas menuju ke kamar iris, sesampainya di depan kamar iris ia berjalan perlahan mebuka pintu kamar yang tertutup rapat itu. Dilihatnya iris yang tertidur pulas dengan wajah sedikit pucat, pelan ia mendekati gadis itu dan duduk disebelahnya.
__ADS_1
Ia mengangkat tanganya perlahan mengayunkan menuju ke kepala iris dan menurunkan perlahan lalu ia mengelus lembut rambut iris.
Merasakan seseorang mengelus lembut rambutnya iris terbangun dan membalikkan tubuhnya mengarah ke orang yang mengelus rambutnya sambil bergumam.
"hmm kenapa mah, eh" iris terdiam menatap orang itu bukan mamanya melainkan adrian yang ia lihat.
"eeh, maaf saya membangunkanmu, saya lihat kamu tertidur pulas" jawabannya
"ah..iyaa tidak apa kak" iris menjawab dan segera mengangkat tubuhnya dan menyenderkan perlahan tubuhnya.
"apa kamu sudah membaik" tanya adrian dengan menatap ke arah iris.
"sebenernya ada yang mau saya sampaikan ke kamu, tapi saya takut kondisi kamu tidak mensukung" kata adrian dengan nada pelan.
"apa kak? Bicara saja saya sudah baikan" jawab iris penasaran.
"baiklah"
Adrian menceritakan semuanya kepada iris dengan nada pelan, iris yang awalnya kebingungan dan bertanya-tanya ada apa saat mendengar kenyatan itu sangat terkejut dan bahkan tidak mempercayai itu, dia benar-benar tidak menyangka teman sekolahnya tega melakukan itu hanya demi seorang pria, namun iris berkata bahwa sudah tidak asing lagi mereka bertiga terutama debby sangat membenci dan memusuhi iris tapi iris tidak pernah terfikir bahwa awal kebencian itu menjadi mara bahaya untuknya saat itu. Setelah iris mendengar semua dan tahu hukuman yang mereka terima iris meminta kepada adrian untuk meminta meringankan mereka iris memohon agar mereka bisa menyelesaikan sekolahnya, adrian terdiam betapa baiknya gadis yang ia sayangi itu, adrianpun meniyakan keingin iris dan segera menelpon ke sekolah untuk meminta pihak sekolah mencabut hukuman itu dan membiarkan mereka kembali.
"terimakasih, kak karena kakak selalu mendengarkan keinginan saya" kata iris.
__ADS_1
Adrian mendekat dan memeluk iris perlahan.
Dan berkata,
"kamu selalu menjadi yang terbaik ris, kamu gadis baik bahkan saat kamu hampir kehilangan nyawa kamu masih bisa memaafkan mereka, seandainya tuhan gak menguji kita dengan semua ini mungkin hari ini kamu tidak akan terluka karena kamu selalu mengingat saya menjadi laki-laki satu satunya dihatimu" adruan memeluk iris erat air mata mengalir di pipinya.
Iris hanya terdiam kebingungan dengan apa yang terjadi kepada pria yang belom lama ia kenal namun hatinya sangat nyaman ketika memeluk pria tersebut sampai saat ia mengikuti perasaannya entah apa yang terjadi iris meneteskan airmatanya membasahi pipinya.
Beberapa waktu mereka saling berpelukan dan merasakan kesedihan.
"eh," iris tersadar kembali
"eh maaf saya tidak bermaksud" sahut adrian dan langsung melepaskan pelukannya.
"tidak apa tapi anehnya aku merasa nyaman" kata iris yang seketika membuat adrian merasakan harapan besarnya kepada gadis itu.
"saya akan berusaha melindungi kamu apapun yang terjadi karena kamu adalah calon tunangan saya" jawab adrian dengan senyum dan menggenggam tangan iris.
.. Deg.. Detak jantung terasa semakin berdebar, iris merasakan perasaan aneh namun sangat membuatnya nyaman saar adrian mengatakan dirinya calon tunangan adrian, iris mengeluarkan senyumnya kepada adrian.
Benar-benar hari yang membuat mereka bisa merasakan apa yang mereka rasakan dulu, meskipun iris masih belum bisa mengingatnya dengan pasti namun perlahan takdir tidak bisa dihindari iris memeberikan respon awal yang baik sehingga adrian bisa terus menaruh harapan dan impian besarnya kepada iris.
__ADS_1