my secreet love

my secreet love
31. PERTANGGUNGJAWABAN


__ADS_3

Hari ini sekolah terlihat ramai, semua murid berkumpul didepan papan pengumuman.


"yah.. Rame banget" keluh violla.


"yelah tinggal nunggu doang sih". Sahut iris kepada sahabatnya tersebut mereka berdua hanya bisa menunggu smpai murid yang lain pergi dan mereka bisa melihat hasil ujian mereka.


"yuk, udah pada bubar". Iris dan viola menuju papan pengumuman.


"ahhhhh.. Yey lulus irissss kita lulusss!". Dengan nada gembira violla memeluk iris dengan erat.


"apaan sih seneng ya seneng gue gak bisa nafas nihh huh!". Jawab iris, dengan segera violla melepaskan pelukannya ke iris lagu nyengir.


"*maaf gue kegirangan hehe".


"hampir mati gue nih ishh!".


"yaa maaf heheh,yey akhirnya lulus kita".


"iyaa, akhirnya lulus*".


Tiba-tiba dari arah belakang seseorang mendekati mereka dengan gerak gerik mencurigakan.


"duaaarrr".


"eehhh copot". Iris dan viola terkejut seketika.


"apaan seh lo kambing!". Teriak violla.

__ADS_1


"gaklucu jantung gue mau copot". Sahut iris sambil mencubit lengan sahabatnya terserbut.


"aduuhhhh.. Aduuuhhh... Maaf ya kale serius amat lo pada". Reno menjawab sambil berteriak kesakitan karena cubitan iris.


Namun saat mereka sedang saling berbincang seseorang menyapanya.


"iriiss hay". Sapa bryan.


"oohhh haayyyy bryan". Jawab reno dan viola.


"hay reno hay la, kalian lulus?". Menyapa kedua sahabat baik iris dengan ramah.


"oh lulus donk gue kan pinter hehe, kalian lanjut saja gue mau bicara sama olla berduaa, yuk la". Reno menarik violla meninggalkan iris dan bryan berdua.


"eh ta..tapi gue iku oey tunggu!". Iris segera mengejar mereka dan tidak menghiraukan bryan namun bryan tidak menyerah ia menggenggam tangan iris erat dan tidak membiarkannya pergi.


"lepas apa apaan sih lo*!". Iris melepas paksa tangannya dari bryan.


"ris, please sampe kapan lo gini ke gue semenjak gue jujur lo hindari gue terus, gue tau lo sudah tunangan sama orang lain tapi lo gak harus hindarin gue kayak gini kan.".


Sahut bryan kepada iris dengan tatapan mata tajam.


"gue cuma mau focus, gue gak mau tunangan gue salah paham tentang kita, lebih baik kita jaga jarak!". Jawab iris menegaskan kepada bryan.


"*tapi kita masih bisa berteman ris! Kenapa harus jaga jarak!".


"karena dia*!". Jawab iris.

__ADS_1


"*maksud lo dia siapa tunangan lo!".


"bukan, tapi dia*!". Iris menatap ke belakang bryan dan menunjuk seorang wanita yang membawa bucket bunga yang berdiri tepat dibelakan bryan yang menatapnya dan bryan saat itu. Bryan menoleh kearah belakang dan terkejut.


"me....merry kenapa lo disini?". Tanya bryan dengan nada bingung. Wanita itu mendekat perlahan memberikan bucket bunga yang ia bawa kepada bryan, sontak bryan menerima yang ia berikan.


"kenapa lo disini?". Tanya bryan sekali lagi kepadanya.


"selamat ya beb, kamu lulus satu hal lagi selamat ya kamu bakalan jadi seorang ayah". Kata merry.


"apa lo bilang! Gak mungkin!". Bryan yang mendengar kata merry langsung membantah dan meragukan kata-kata wanita tersebut.


Iris yang mendengarnya seketika terdiam sejenak.


"ii..ituu apa artinya dia hamil anak lo?". Tanya iris.


"* gak mungkin, waktu itu hanya kesalahan gakmungkin ris lo percaya sama gue*!. Bantah bryan. Iris hanya terdiam sorot matanya menandakan kekecewaan dalan dirinya saat mengetahui semua.


"* udahlah! *". Tepis iris. "tidak perlu ada yang ditakuti lagi kenyataan kamu tetap saja pria yang tidur bersamanya malam itu, kamu harus bertanggung jawab bryan". Tegas iris.


"tapi gue gak sadar gak mungkin ayah dari bayi itu bisa aja dia bohong, ris please!". Bryan tetap saja membantah apa yg sudah ia lakukan.


"please, cukup bertanggungjawablah bryan, jangan memohon kepada gue gue bukan siapa-siapa, status gue tunangan orang lain lo harus terima kenyataannya." iris pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"bryaan, ini benaran anak kamu kok kalo gak percaya kita tes ya!". Kata merry


"arghhhh serah lo, ini yg lo mau gue akan tanggung jawab puas!". Bentaknya kepada mery. Tanpa basa basi bryan meninggalkan mery dan pergi.

__ADS_1


"aarghhhhhhhh! Kenapa dia gak percaya padahal malam itu dia sendiri maksa aku!".


__ADS_2