my secreet love

my secreet love
36. Liburan 2


__ADS_3

"wah villanya mewah banget". Reno yang kagum melihat betapa luas dan mewah villa tersebut.


"iyaa, kakak hebat! Ris lo beruntung sih punya calon suami kayak kak adrian, udah ganteng pinter baik dan mapan lagi uwaaahh". Kata violla sambil memperhatikan keseliling ruangan tersebut.


".* Apaan sih lo la*!". Jawab iris dengan malu


Disebelahnya terlihat adrian yang tersenyum karena tingkah laku mereka.


"yuk saya tunjukan kamar masing-masing". Pak iwan segera menuntun mereka menuju ke lantai dua untuk memperlihatkan kamar masing-masing. "nah di villa ini ada lima kamar masing-masing terdiri dari dua kamar utama dan empat kamar tamu, kalian bisa memilih kamar tamu silahkan". Jelas pak iwan.


"oh iya pak iwan". Panggil adrian.


"ada apa den?". Tanya pak iwan.


"kamar utama yang satu lagi buat iris saja untuk saat ini karena tidak mungkin calon istri saya tidur diruang tamu dan tidak mungkin juga sekamar dengan saya karena belum saatnya.". Jelas adrian.


"baik den, silahkan non iris kamar utama ada disebelah sana kebetulan biasanya ditempati oleh nyonya dan tuan kusuma, namun mereka jarang berkunjung dan lagi kamar utama disebelahnya itu kamar den adrian silahkan". Sambil menunjuk jalan.


"ah terimakasi, tapi aku ingin bersama violla kak". Jwab iris menolak dengan halus.


"tidak apa kamar itu menjadi kamarmu mulai sekarang kamu bisa sekamar dengannya".


"eh, terimakasih kak". Jawab iris


Adrian hanya tersenyum melihat tingkah malu-malu yang terpancar dari iris.


"oh iya, reno kamu bisa sekamar dengan saya kalau kamu mau?".


"eeeh terimakasi kak, tapi aku tidur di ruang tamu saja". Jawab reno.


Setelah itu mereka pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat dan membereskan barang-mereka.

__ADS_1


"waaaahhh gila kamarnya gede banget bagus banget ris". Kata viola sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sangat nyaman. Iris yang melihat hanya tersenyum sembari melihat kesegala sudut ruangan tersebut.


"eeh". Iris mendekat kerasah lemari penyimpanan kecil terlihat diatas lemari tersebut sebuah pas poto yang terpajang rapi dengan bingkai cantiik.


"kenapa ris?". Tanya viola.


"ini foto keluarga kak adrian bukan".


"ah mana?". Viola yang penasaran langsung terbangun dan ikut melihat photo tersebut.


"eh iya, ini mama papa dan ini kak adrian ya waktu kecil wah emang sudah tampan dari kecil". Kata viola.


"iya tapi kok gue kaya familiar sama dia waktu kecil?". Sahut iris.


"ah mungkin emang pernah ketemu sebelumnya". Jawab viola karena viola sudah tau rahasia iris sebelumnya namun ia tidak berani mengatakan kepada iris dengan alasan takut iris berpikir terlalu keras dan membuat kesehatannya tidak stabil lagi.


"ah iya mungkin dia kan anak temen papa gue mungkin pernah ketemu waktu kecil".


"gue juga tapi ini masih siang la*?".


"yaelah yaudah sebentar saja tar kita keluar lihat-lihat ya". Viola merebahkan kembali badannya dan memejamkan matanya.


Begitu pula iris yg merasa sangat lelah segera ikut merebahkan badannya.


Diruang tamu*


Saat reno turun karena ingin melihat keseliling villa ia melihat adrian yang sedang duduk di halaman belakang villa sendiri.


Ia bergegas menghampirinya.


"loh kak, kakak disini aku kira kakak istrahat dikamar?". Tanya reno

__ADS_1


"oh reno sini duduk, engga saya tidak lelah saya sangat menikmati pemandangan ini karena sudah lama saya tidak kesini". Jawab adrian.


Reno pun mendekati adrian dan duduk disebelah adrian menikmati sejuknya pemandangan kebun teh yang terpapar sepanjang mata melihat.


"*oh ya kakak kenapa bisa punya villa disini?".


"oh ini sebenarnya villa ini dibangun waktu saya smp agar orangtua saya mudah memantau para pegawai dikebun".


"hah, jadi kebun teh ini milik keluarga kakak*?". Tanya reno terkejut.


"benar, ini semua milik keluarga saya, saat ini semua ini saya yang kelola dan satu hal lagi villa ini akan menjadi hadiah pernikahan untuk iris nantinya". Jelas adrian kepada reno.


"waaah iris beruntung banget bisa menikah dengan kakak, meskipun aku cowo tapi iris sahabatku aku ingin dia bahagia". Jawab reno.


"*iiya, saya pasti akan membuatnya bahagia seumur hidupnya, trimakasih karena kalian mau menjadi sahabat terbaik untuk iris.".


"sama-sama kak*". Merekapun berbincang berdua sampai tidak terasa waktu menunjukan pukul tiga sore.


"huaheeeemmmm, enaknya". Iris yang terbangun dari istrahatnya.


"la bangun la ini udah jam tiga". Panggilnya, iris membangunkan viola yang tidur lelap saart itu.


"huaheeeemmmm, apaan gue masih ngantuk". Jawab viola.


"*udah jam tiga la, bangun yuk turun kebawah mungkin kk adrian sama reno nungguin kita".


"huh, iyaiya gue bangun*". Viola pun terbangun.


"*nah gitu, yuk cuci muka kita turun katanya mau seneng-seneng".


"ah iya yukkk yukk*". Mereka berdua pun pergi mencuci muka dan segera turun kebawa saat mereka turun mereka melihat kedua pria tersebut tertidur di teras belakang.

__ADS_1


__ADS_2