my secreet love

my secreet love
23. Penyesalan


__ADS_3

Pagi itu, hari dimana iris sudah bisa meninggalkan rumah sakit.


Mama, papanya menjemputnya untuk kembali kerumah, ia memperhatikan hanya ada tiga orang yang berdiri didepannya salah satunya adik laki-lakinya.


" kak adrian mana?" tanyanya sambil mengarahkan pandangan matanya kesegala arah. Karena dari ia terbangun adrian tidak ada diruangan yang ada hanya virgo, ia ingin berterimakasih karena selama ia di rawat adrian dengan senang hati menjaganya meskipun ia merasa baru mengenal pria itu namun ada perasaan akrab diantaranya dengan adrian.


"kak adrian, permisi tadi pagi sekali katanya ada urusan yang harus dia beresin, tapi jangan khawatir kak, nanti dia pasti nyusul" jawab virgo.


"kami memang gak salah milihin calon suami buat kamu ris" sahut papanya sambil memberikan senyuman kecil ke anak gadisnya itu.


"apaan sih pah, kan belom tentu iris mau" jawabnya dengan nada kesal.


"yang bener lo kak, trus ngapain nyariin dia" sahut virgo dengan nada menggoda.


"ahhh apaan sih gak kok cman nanya gue" jawab iris dengan nada gugup, seketika ruangan pecah dengan tawa kecil mereka bertiga, iris hnya menunduk malu ia tersenyum.


Disekolah iris.

__ADS_1


" kalian tidak punya otak, kenapa kalian lakuin itu ke iris" bentaknya kepada tiga wanita tersebut yang hanya terdiam tanpa berani menatap matanya.


"kenapa hanya diam jawaaabbbbb!" sekali lagi ia membentak ketiga siswi tersebut didepan kepala sekolah dan orangtua mereka yang membuat mereka gemetar ketakutan.


"ma..maa..maaf kak, kami gak sengaja" sahut debby dengan nada ketakutan.


"maaf kalian tidak akan mengubah semuanya yang kalian lakukan" membentaknya dengan keras.


"kami tau kami salah kami juga tidak tahu kalo akan berakhir seperti ini kak, niat awal kami cuman mau beri iris pelajaran, karena sudah merebut pria sahabat kami" jawab clarissa sambil menatap deby yang terlihat menunduk. Terlihat orang tua mereka tidak bisa berkata-kata lagi kesalahan mereka membuat orangtua mereka sangat dipermalukan.


"sebentar, hanya gara gara pria kalian berbuat nekat seperti ini, apa kalian sadar seandainya tidak ada siapapun yg bisa menemukan iris dan terjadi sesuatu yang lebih buruk dari ini apa kalian siap mendekam dipenjara! Kalian masih muda tapi sudah selicik ini lihat orang tua kalian apa mereka mendidik kalian seperti ini! Asal kalian tahu iris itu tunangan saya, jadi dia tidakan berebut dengan kalian " adrian memperlihatkan betapa marah dirinya kepada mereka.


"maafkan anak anak kami, kami janji akan mendidik mereka dengan benar ini kesalahan kami" sahut salah satu orangtua mereka.


"baik saya hanya memastikan kalian bertiga saja, saya tidak akan melaporkan semua ini biar bagaimanapun biarkan sekolah yang bertindak seadilnya, permisi" adrian langsung meninggalkan ruangan tersebut.


"kalian memalukan" sahut salah satu orangtua kepada mereka.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga dihukum dikeluarkan dari sekolah meskipun ujian kelulusan segera berlangsung tapi mereka tetap dikeluarkan untuk mendapatkan hukuman atas kelakuan mereka, deby, rina, dan clarisaa hanya bisa menunduk tidak berani menoleh ke orangtua mereka, mereka tau wajah kesal dan malu yang terlihat jelas diwajah orang tua mereka.


Selesai sudah mereka hanya bisa terdiam menyesali semuanya.


.. Ceklek... Suara pintu mobil yang ditutup.


Ia mengambil ponselnya menekan sebuah nomer dan memanggil seseorang.


"haloo.. Virgo ini saya, saya sudah menemui mereka memastikan mereka tidak akan pernah bertemu iris lagi"


"iya.. Kak tapi apa itu gak keterlaluan ya kak" jawab virgo


"sudahlah, oh iya apa kalian sudah kembali kerumah"


"sudah kak, kita baru sampai iris sudah beristirahat dikamarnya"


"baik, kakak akan segera kerumah sekarang"

__ADS_1


Ia memutuskan panggilan lalu mengemudikan kendaraan menuju kerumah iris.


__ADS_2