my secreet love

my secreet love
37. Liburan 3


__ADS_3

"waahhhh segarnyaaa". Iris dan viola menikmati udara yang ada disana.


"eh, ris liat". Viola menunjuk kearah matras yang ada tepat disebelah mereka.


"ehh apaan sih?". Jawab iris.


"itu lihat reno dan kk adrian ketiduran disana, gimana kalo kita bangunin aja".


"ah jangan kasian mereka pasti kelelahan". Jawab iris, namun viola mengabaikannya dan mendekat kearah matras tersebut untuk membangunkan mereka berdua. Iris yang melihatnya pun ikut mendekat untuk menghentikan sahabat nya tersebut.


"eh". Iris terdiam ketika melihat wajah adrian ketika tertidur perlahan ia mendekat dan duduk disebelah adrian, iris terus menatap wajah adrian tanpa henti disisi lain viola yang sudah mengambil ancang-ancang untuk membalas dendam terhadap reno untuk membuat reno terkejut.


"tampan sekali wajahnya saat tertidurpun tetap tampan, wajah yang gak asing buat gue". Kata iris dalam hatinya sambil mengangkat tangannya mengelus perlahan rambut adrian tanpa ia sadari beberapa detik kemudian.


"ahh!". Iris terkejut tiba-tiba adrian memegang tangannya. Ternyata adrian terbangun karena merasakan saat iris menyentuh rambutnya.


"hmm maaf kak". Kata iris.


"kenapa, tidak apa-apa kok kalo kamu mau mengelus kepala saya kamu bisa biasakan mulai saat ini". Jawab adrian dengan senyum diwajahnya yang membuat iris seketika blushing.


"anu kak bisa lepas tangan aku". Jawab iris dengan nada gugup.


"*oh, kenapa saya masih ingin megang tangan kamu gakpapa kan".


"ehh, iii....iya*". Melihat iris semakin gugup adrian semakin melebarkan senyumnya dan ingin selalu menggoda iris dengan tetap menggenggam erat tangannya.


Sedangkan viola membuat rencana dengan sangat teliti tanpa menyadari yang sedang terjadi disebelahnya.


"kesempatan gue buat balas dendam, rasain lo". Diam diam ia ingin mengejutkan reno


"1...2...3, daaaarrrr". Ia mengejutkan reno yang sedang terdidur pulas namun tiba-tiba "arghhhhhhh". *bruukkk* ternyata disaat bersamaan reno terbangun dan berhasil terkejut saat itu tapi hal sial menimpa viola reno **** tubuhnya dan terjatuh dari matras karena terkejut.


"eh ada apa?". Tanya adrian yang juga terkejut bersama iris mendengar suara teriakan viola yang cukup keras. Dan mereka berdua menghampiri reno dan viola.

__ADS_1


"kalian gak apa-apa kan?". Tanya adrian sambil menahan tawanya.


"awww aduhh, bangun goblok lo berat". Viola berusaha membebaskan dirinya dari tindihan reno.


"ahhh, apaan sih lo kan ngagetin gue aduh".


Akhirnya mereka berdua pun bangun dengan wajah kesal satu sama lain.


"sudah-sudah, gue bilangin juga, lo sih la". Sahut iris yang saat itu jga menahan tawanya melihat kelakuan konyol kedua sahabatnya.


"gue kan mau balas dendam untuk yang di buss waktu ini eh dasar sial aja orang ini kaget smpe kejengklang dan nindih gue". Jawab viola.


"siapa suruh lo lagi enak tidur gue dasar mak lampir". Balas reno


"*apa lo bilang, hah eh sini lo".


"hah mulai lagi*". Iris menghela nafas melihat dua sahabtnya yang bagaikan kucing dan tikus.


"sudah hari mulai sore, kayaknya kita gak bisa jalan jalan sekarang yuk masuk kita makan malam dulu beso saya ajak kalian keliling kebun teh".


"yaudah yuk masuk, ris ayo". Adrian kembali menggenggam tangannya dan mengajak iris dan yg lainnya masuk kedalam villa.


*setelah makan malam.


"wah enak banget ini masakan pak iwan". Kata viola.


"bener gue sampe nambah, jarang nemu makanan seenak ini". Kata reno.


Selama makan malam iris dan adrian hanya saling menatap sesekali tatapan mereka bertemu dan membuat iris canggung. Bahkan setelah selesai iris hanya mengeluarkan sedikit kata-kata sedangkan reno dan viola yang paling ribut sesaat mereka bertengkar kembali mengingat kejadian sore tadi tapi sesaat mereka akur.


"ris, bisa bicara berdua". Tanya *adrian.


"bisa kak, emang mau bicara apa*?". Tanya iris,

__ADS_1


"yuk ikut,". Adrian mengajak iris kekamarnya untuk bicara empat mata sedangkan viola dan reno sudah kembali ke kamar masing-masing.


"ini kan kamar kakak?". Tanya iris penasaran kenapa ia justru diajak ke kamar adrian.


Saat memasuki kamar adrian sesaat iris tepukan melihat interior kamar adrian yang begitu mewah dan elegan.


"**silahkan duduk dulu kamu boleh duduk di sofa atau di atas tempat tidur".


"ah saya duduk di sofa aja*". Iris lalu menuju sofa disebelanya dan duduk disana entah apa iris terlihat gugup dan detak jantungnya menjadi tidak karuan ini pertama kali ia berada disebuah ruangan yang bukan rumahnya berdua dengan seorang pria.


"tunggu saya ganti baju dulu".


"*oke kak".


"eeh*". Iris seketika terkejut melihat adrian dengan santainya membuka bajunya didepan iris meskipun hanya baju iris merasa risih namun adrian tetap membuka bajunya, saat itu iris melihat bentuk tubuh adrian yang benar-benar menjadi idaman setiap wanita, adrian memiliki abs ditubuhnya membuat iris sebagi wanita mengangguminya sesaat dan tersadar kembali.


"wah gila absnya, eh sadar ris sadar meskipun bentar lagi dia jadi suami lo tapi kan ttep lo baru tau dia".kata iris dalam hati sambil memalingkan pandangannya.


"kenapa, ris biasakan saja toh sebentar lagi kamu sering melihat saya ganti baju".


Iris yang mendengarnya langsung semakin salah tingkah. Setelah adrian menggunakan baju, adrian menghampiri iris dan duduk disebelahnya.


"begini, saya janji saya akan menjadi suami yang baik buat kamu, saya akan menjaga kamu, kamu tidak usah khawatir dengan semua ini lagi, please believe me! Orang tua kita sudah menentukan pernikahan kita saat kita kembali mereka akan mengumumkannya". Kata adrian.


Namun raut wajah adrian tersirat kesedihan saat mengungkap kata-kata tersebut iris yang melihatnya juga merasakan hatinya seperti terpecah kenapa ia tidak bisa melihat ekspresi adrian yang sedih.


Dengan berani iris mengenggam tangan adrian.


"aku percaya, waktu Itu pun aku percaya sekarang aku percaya dan seterusnya aku percaya, mungkin kejadian kemarin membuat kakak sedih karena aku masih memikirkan dia tapi saat ini aku tidak berharap banyak keoadanya lagi apalagi sebentar lagi ia menjadi seorang ayah aku tidak mau merusak itu semua, jadi aku memutuskan percaya kepada kakak sepenuhnya, aku akan berusaha membuka hatiku buat kakak, anehnya setiap kita bertemu aku slalu merasa nyaman denganmu, seperti kita pernah bertemu tapi mungkin kita bertemu saat kita masih kecil ". Jelas iris yang tersenyum kepada adrian.


Adrian terpaku mendengar kata-kata iris ia meneteskan airmata.


" thankyou ris, kamu mau membuka hatimu untuk saya ". Adrian langsung memeluk iris ketika bersamaan iris membalas pelukan adrian dan ia melepaskan sesaat pelukannya.

__ADS_1


Dan menghapus airmata adrian. Terbawa suasana adrian mendekat ke wajah iris ia mencium bibir kecil iris, meskipun terkejut iris tidak menolak itu ia terhanyut suasana malam itu. Mereka menikmati suasana malam tersebut dengan haru dan kebahagiaan.


__ADS_2