
"hah, cape juga keliling taman sebaiknya gue duduk bentar deh" iris menuju sebuah bangku kosong yang ada didepannya.
Dari kejauhan seseorang memperhatikannya.
"eeh, itu iris bukan ya?" ia berkata sambil mendekati iris pelan dan memastikannya.
"ahh beneran, iris" panggilnya.
Iris menoleh ke arah belakang dan melihat seseorang yang ia kenal menghampirinya perlahan.
"oh, hay kak" sapanya kepada pria tersebut.
"loh sendirian aja, bryan mana?" tanya pria tersebut sambil memperhatikan sekelilingnya.
"ah itu, seharusnya ketemu tapi tadi dia kirim pesan kalo ada urusan mendadak" jawab iris.
Pria tersebut perlahan duduk disebelah iris.
"urusan penting, oh mungkin sudah ketemu dia" jawabnya.
"dia..dia siapa kak?" iris mulai penasaran dengan kata-kata tersebut.
__ADS_1
"itu, tadi pagi pacarnya eeh mantan sih kayaknya kirim pesan ke aku, kalo dia sudah disini dan bilang kalo ingin ketemu bryan jadi aku kasih tahu aja kalo bryan lagi ditaman, mungkin dia menyusul" kata steve
"pacar?" iris terkejut mendengar itu.
" pacar saat smp sih dulu, tapi aku gak tau status mereka saat ini karena sudah lama semenjak sma bryan tidak pernah bicara tentang merry ke aku, ngomong-ngomong kamu kenapa tidak balik saja kan bryan juga tidak disini? Apa kamu sudah baikan aku dengar kamu masuk rumah sakit kemarin?
"ah iya aku baikan sekarang kak, lagian aku suntuk dirumah jadi aku keluar" jawab iris
Iris memalingkan pandangannya menatap ke segala arah.
"kakak sendiri ngapain?" seketika pertanyaan keluar dari mulutnya.
"aku kebetulan lagi pengen olahraga dan gak nyangka ketemu kamu sendirian disini"
"kak steve makasi banget udah nemenin aku disini tapi aku harus kembali pulang"
"oh oke kalo gitu mau aku antar" steve menawarkan diri untuk mengantar pulang.
"gak usah kak, lagian aku juga mau mampir ke suatu tempat" sahut iris sambil tersenyum.
"beneran nih, yaampun aku lupa hari ini ada janji sama temen, yaudah kamu hati-hati ya pulangnya" jawab steve sambil melihat hpnya.
__ADS_1
Merekapun berpisah ditaman, iris berjalan menuju sebuah minimarket yang berada tidak jauh dari taman. Tring... Suara pesan yang masuk di hpnya.
"iris kamu dimana?" iris melihat pesan tersebut dan membalasnya.
"aku ditaman kak" jawabnya setelah beberapa menit ia keluar dari minimarket tersebut dan menjatuhkan perlahan badannya di kursi depan minimarket tersebut.
" merry, pacar? Hah apasih yang gue pikirin kan bagus toh gue juga bakalan tunangan sebentar lagi oranglain, tapi kenapa dia gak bilang ke gue dari awal apa hanya gue aja yang kw geeran, huft". Keluhnya sambil mengambil kaleng minuman dan membuka perlahan lalu meminumnya.
"sudahlah, buat apa gue sedih" iris memalingkan pandangannya yang tadinya merenung dan melihat ke arah bawah mengubahnya melirik ke arah restauran yang berada di sebrang jalan dan ia seketika terpakh melihat dua orang saling berpelukan.
Ia melihat bryan dan seorang wanita sedang berpelukan mesra disana seketika.
"benar, hanya m gue yang ke geeran" matanya berkaca-kaca ia berdiri meninggalkan tempat itu ia terus berjalan tanpa memperhatikan disekitarnya ia hanya berjalan dengan raut wajah sedih. Saat ia berjalan ia menyeberang ke arah lain namun tiba-tiba "tiiiiinnnnnnnnnn" suara klakson mobil terdengar namun ia tetap berjalan dari arah lain sebuah mobil melaju begitu cepat mendekat ke arah iris.
"iriisssssssssss... Awassss!". Ia mendengar suara seorang pria berteriak dari belakang namun ia terkejut saat mobil itu semakin mendekat dan "Arghhhhh..". Iris terkejut dan memejamkan matanya. Perlahan ia membuka matanya dan melihat seorang pria memeluknya dengan khawatir saat menyadari dirinya sudah berada diseberang jalan dan banyak orang melihatnya.
"heyy.. Mau mati ya!" suara pria terdengar dari arah mobil yang hampir menabraknya dan langsung kembali melajukan mobilnya meninggalkan mereka.
"iris, gak kenapa semua baik-baik saja ada aku disini" jawabnya iris merasakan tubuh pria tersebut bergetar ketakutan saat itu begitupun dirinya sendiri merasa tubuhnya bergetar dan berkeringat ia merasa pengelihatnya semakin kabur dan tubuhnya melemah saat itu lalu perlahan ia memejamkan matanya dan tidak sadarkan diri.
"ha.. Hah.. Ris.. Irisss bangun, bangun ris kamu kenapa iriiiiissss" panggilnya dengan nada semakin khawatir ia melihat iris yang saat itu tidak sadarkan diri, ia sangat panik lalu memutuskan menggedong iris menuju ke mobil.
__ADS_1
"jangan lagi kamu gak boleh kenapa-kenapa" semakin ia menatap iris semakin besar kekhawatirannya akhirnya ia membawa iris meninggalkan taman.