my secreet love

my secreet love
20. ketakutan terbesar


__ADS_3

.. Tit... Tit.. Tit... . Suara alat berbentuk kotak yang menandakan denyut jantung didunia medis, iris masih belum sadarkan diri setelah melewati masa komanya, adrian hanya bisa terdiam melihat kearah iris dengan tatapan sedih dan harapan agar iris cepat sadar.


" ris.. Aku please cepet bangun" keluhnya sambil menggenggam erat tangan lembut iris. Adrian begitu sedih apalagi semenjak apa yang dikatakan dokter bahwa penyakit iris kembali lagu jadi dia iris benar-benar harus menjaga dirinya kalau tidak ia bisa tidak tertolong lagi kata dokter.


.. Ceklek.. Suara pintu terbukaaa


"irisssss,.. Sayang" teriak mamanya yang langsung menghampiri iris dan memeluknya.


"om tante, virgo" sapa adrian dengan wajah sedih.


"apa yang sebenarnya terjadi nak, kenapa bisa seperti ini om tidak menyangka dia hanya izin untuk karyawisata sekolah tapi bisa terjadi sesuatu yang buruk" tanya papa iriss.


" maaf sebelumnya om, saya juga tidak tau apa yg terjadi kebetulan saya kesana karna proyek papa, tapi saya melihat begitu banyak orang yang kebingungan saya hanya ingin membantu tapi saat saya dengar nama iris saya terkejut dan menemukan iris pingsan di jurang tapi untungnya jurangnya tidak terlalu dalam sehingga saya mudah memnyelelamatkannya. Jelas adrian


" terimakasih nak adrian kalo tidak ada kamu mungkin iris sudah.." airmata papa iris mengalir ia tidak mampu membayangkan terjadi hal yang lebih buruk lagi kepada anak perempuannya itu.


"tidak apa om saya yakin iris baik baik saja berdoa saja" adrian berusaha menenangkannya.


"kamu anak baik om tidaak salah memilihmu sebagai calon menantu om, andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi kalian pasti akan sangat akrab hari ini" jawabnya sambil menggenggam tanggan adrian dengan penuh harapan.


"suatu saat iris akan ingat saya om saya janji saya akan buat iris bahagia" adrian menatap dalam ke arah iris dengan harapan besar ia akan mengingatnya.


"permisi" seorang suster masuk membawa alat-alat.


"iiya suster" sahut virgo


"waktunya saya mengecek kondisi pasien kalian bisa tunggu diluar sebentar" kata suster. Akhirnya merekapun keluar, mamanya sangat sedih sampai sampai tidak bisa berkata-kata lagi ia menatap kedalam ruangan yg melihat anak perempuannya terbaring tak berdaya, suaminya terus memeluknya menenangkanya, sementara adrian dan virgo tertunduk sembari berdoa.


"triiingggg.." suara handphone berbunyi.


Sebuah panggilan dengan nama iris memanggil.

__ADS_1


"oh ini hpnya iris" suara hati adrian


Ia mengangkat telpon tersebut.


"hallooo"


"hallo kak adrian, ini saya violla sahabatnya iris kebetulan tadi waktu pamit pulang saya lupa memberikan hpnya"


"oh iiya, toh hp sama kamu nanti aja kasii"


"hem anu kak, gimana keadaan iris maaf saya buru buru pamit karna harus kembali ke tempat karyawisata"


"dia masih sama belum sadar, tapi jangan khawatir dia sudah lewat masa kritis"


"baik kak makasi infonya"


"sama-sama"


Akhirnya susterpun keluar.


"Sus, bagaimana keadaan anak saya" tanya papa iris.


"jangan khawatir, keadaanya membaik pak kemungkinan beso ia sudah sadar"


"syukurlahh" mereka semua terlihat sangat lega mengetahui keadaan iris, namun..


"eh mah" teriak papa iris, sambil merangkul istrinya yang lemas tiba-tiba.


"mamaa" teriak virgo


"tante" teriak adrian mereka khawatir.

__ADS_1


" aku gak apa apa aku mau ke dalam pah, jaga iris" jawab mamanya


"yakin tapi kamu pucat, dari tadi waktu bibi kasih kabar papa takut"


"tidak apa apa pah" jawabnya.


"maaf tante om, sebaiknya tante istrahat dlu biar saya yang jaga iris malam ini"


"betul pa, ma ada virgo juga kami jaga kak iris malam ini"


"ta..tapi" sahut mamanya iris


"sudah dengerin aja kita percayakn ke mereka yuk" ajak papanya iris, mereka berduapun pergi meninggalkan adrian dan virgo.


"kak adryan" virgo menepuk pundak adrian.


"eeh, maaf iya virgo" jawabnya dengan nada gugup sekaligus terkejut.


"aku tau kk org yang baik buat kk iris meskipun aku tidak tahu kisah kalian sebenarnya tapi aku tau kk itu sayang sama kk iris" virgo mengeluarkan perkataan yang membuat adrian terdiam seketika.


"hah.." adrian hanya menjawab sedikit lalu menoleh ke arah iris.


"tapi tidak sepenuhnya, kk baik buktinya kk tidak bisa menjaga kakakmu dengan benar sampai sekarang" jelas adrian dengan wajah murung.


"bukan salah kakak, ini sudah takdirnya kak iris aku percaya kakak itu yang terbaik buat kak iris" dengan memberikan pernyataan dan harapan besarnya untuk adrian.


"yaudah kak aku keluar bentar, mau cari minum" virgo pun bergegas keluar meninggalkan mereka berdua.


Tatapan reno terus menerus melihat ke arah iris seketika ia menundukan wajahnya dan airmata mengalir dipipinya. Sambil menggenggam erat tangan iris.


"ya tuhan, buat iris sadar buat iris sembuh gue gak berharap banyak sekedar sadarpun gue sudah senang, gue gak berharap dia bisa ngenalin gue begitu cepat, riss bangun ris" airmatanya semakin deras membanjiri pipinya dan ia pun tertidur disebelah iris.

__ADS_1


__ADS_2