my secreet love

my secreet love
28. Hari pertunangan


__ADS_3

Terlihat suasana ramai dekorasi sederhana menghiasi taman belakang rumah itu begitu indah. Semua undangan yang terdiri dari keluarga uarga dan sedikit teman mereka berkumpul. Seketika semua pandangan beralih ke arah seorang wanita cantik menggunakan gaun putih sederhana anggun dan menarik semua mata, saat ia berjalan menuju ke arah pria yang saat itu jga tidak kalah menarik perhatian semuanya pria yang menggunakan jaz hitam rapi menawan.


"waaahhh.. Irissss lo cantik banget sih" kata violla dengan penuh semangat melihat sahabatnya yang sangat cantik saat itu.


"apaan sih lo" iris terseyum malu ke arah violla. "akhirnya gue mutusin ini semua" kata hatinya.


"iriiss yuk buruan acara sudah mau dimulai" panggil mamanya.


"ii..iiya maaah" jawab iris.


Iris menuju kearah adrian secepatnya acaranya pun dimulai dengan acara tukar cincin dan diiringi tepuk tangan meriah dari undangan menandakan mereka saat itu sudah resmi bertunangan.


"selamat ya ris, gue bahagiaa akhirnya lo gak single lagi" ucap viola sambil meluk iris.


"uuuh thancuu beb, gue sayang lo" membalas pelukan iris.


"udah donk gays pada baper nih terus yang lain mau nyelametin gmna" sahut reno sinis.


"apaan sih lo ganggu aja" jawab violla dengan ketus.


"udah.. Congrats ya ris, lo udh kaga jomblo lagi doakan gue juga cepet tunangan sama violaa ya" kata reno sambil menggoda viola


"apaan kagak adaaa ishhh" viola semakin sinis dibuatnya.


"udah gue doain kalian jodoh smpe tua, hahaha" iris tertawa.


"irisssssss!" semakin jengkel dibuatnya.

__ADS_1


"congrats ya kak, jaga iris baik baik" kata reno adrian saat itu hanya mengganggukan kepala dan tersenyum.


Acara terus berlangsung dengan kegembiraan. Disisi lain.


"arrggghhhhhhhhhhhh! Bego tapi mungkin ini yang terbaik buat iris, gue gak pantes buat dia, seandainya gue jujur gue belum bisa moveon dari mery saat gue mau lupain merry dia kembali lagi, arghhhh semoga lo bahagia riss maafin gue" bryan yang saat itu memilih tidak menghadiri acara pertunangan iris. Ia sangat menyesal karna tidak bisa mempertahankan iris karena ia masih terikat cinta lamanya yang tidak bisa ia lupakan begitu saja meski berusaha sekuat tenaga, mau tidak mau ia harus melepaskan iris menerima semua itu.


Ceklek..suara pintu terbuka...


"bryaaannn stoppp!" dengan lantang wanita itu berteriak ke arah bryan dan berusaha menghentikannya.


"arghhhhhh.. Pergi lo buat apa lo dateng lagi buat apa pergiii!" bryan mendorong wanita tersebut dan berdiri sempoyongan namun terjatuh lagi.


"stoppp kamu mabuk" wanita tersebut terus mencoba menghentikannya untuk meminum alkohol itu lagi dia sudah sangat mabuk saat itu.


"*lo tau saat lo pergi saat lo hilang kontak, gue tersiksaaa gue sakit, dan lo dengan mudahnya kembali lagi dan buat gue gagal ngelupain lo.. Arghhhh!"


"*apaa kaya dulu lagi, enak lo bilang lo kira gue ini mainan hah lepas!"


"please, beri aku kesempatan please bryan aku cinta kamu".


"cinta, kalo gitu buktiin*". Bryan mendekati wanita tersebut dengan tatapan benci.


"*gak, kamu mau ngapain bryan sadar".


"ustt diam lo, gue mau bukti kalo lo cinta gue*". Ia semakin mendekat perlahan ia mendorong wanita tersebut hingga terjatuh ketempat tidur.


"jangan! Hiks sadarr bryan please". Wanita tersebut mulai ketakutan. Namun bryan tidak melepaskannya ia melepaskan pakaiannya dan **** wanita tersebut..

__ADS_1


"* lepasin aku, hiksss*" dengan sekuat tenaga wanita tersebut memberontak namun tidak bisa terlepas bryan semakin menjadi ia melucuti wanita tersebut hingga tak tersisa pakaian di tubuh mereka berdua.


"arghhhhhhh! Aahhhhh". Jeritan wanita tersebut ia kesakitan.


"diem lo" bryan terus memaksa wanita tersebut ia melakukannya saat itu mereka berhubungan intim dengan paksaan.


*keesokan harinya*


Matahari menyinari kearah kamar bryan perlahan ia membuka mata.


"arghh kepala gue". Perlahan dia tersadar


"hikssss.. Hiksssss.." terdengar isak tangis seorang wanita dari arah samping, ia melihat kearah wanita tersebut dan terkejut.


"merr..meery kamu ngapain disini?". Tanyanya kebingungan.


"*hikkksssssss.... Hiksssss" *. Wanita itu tetap terdiam ia menyelimuti seluruh tubuhnya.


"apaa ini kamu, kenapa telanjang kenapa aku jugaaa". Bryan semakin kebingungan saat ia melihat dirinya tidak menggunakan pakaian.


"apa ini, tidak jangan.. Jangan kemarin malem kita, hah jawabb merry jawab, kita?" bryan mulai panik.


"kenapa kamu hanya menangis jawaaabbb!" emosinya mulai berantakan saat itu ia bertanya sambil memegang bahu wanita tersebut.


"Arghhhh.. Iya kemaren kita berdua lakuin itu puasss.. Kamu paksa akuu, ahhh aku harus bagaimana!" wanita tersebut semakin histeris.


"apaaa! Beneran.. Arghhhhhhh begoo kenapa kenapaaa arghhhhh!". Bryan sangat shock mendengar itu ia tidak menyangka bahwa ia bisa berbuat sekeji itu meskipun dia mabuk.

__ADS_1


"aku akan tanggung jawab!" kata bryan sambil bangun dari tempat tidur menggunakan pakaiannya dan meninggalkan wanita tersebut sendiri dikamarnya.


__ADS_2