
Seketika iris terbengong, ia belum paham apa yang dikatakan oleh orangtuanya dan orang tua adrian beberapa saat ia terlihat terdiam menatap papanya adrian dengan wajah bingung.
"jadi gimana menurut kalian" tanya om rendy
" hey iris kenapa bengong ditanya tuh" tepukan mamanya membuatnya tersadar kembali dari tatapan bingungnya.
"ah kenapa ada apa" sahut iris yang sedari tadi hanya terdiam namun belum memahami sama sekali topik apa yang dijelaskan.
" jadi gini kita sepakat mempersatukan kamu sama adrian" sahut papanya.
"apa pah?" teriak iris sontak membuat semua mata hanya tertuju melihatnya.
"kenapa ris?" tanya mamanya.
"intinya iris sama kak adrian mau dijodhkan pah, mah?" iris kembali bertanya.
"ah iya nak bisa dibilang seperti itu" sahut mamnya dengan senyuman.
"ta.. tapi kan aku masih sekolah mah" iris seolah mempertanyakan keputusan orangtuanya yang tidak adil baginya.
" masalah sekolah kamu kelarin dulu kan kita bisa adain pertunangan dulu entar lulus sekolah kita rencanakan pernikahan kalian"
Sahut papanya.
Iris seketika menatap pria yang ada disampingnya. Terlihat adrian yang terdiam santai sepertinya ia telah mengetahui rencana ini dan menerimanya.
__ADS_1
" terus kuliah iris bagaimana iris belom siap kan pah mah," iris kembali mempertanyakan kepada orangtuanya.
"tidak apa nak iris setelah menikahpun kamu masih bisa kuliah kok" sahut mamanya adrian dengan senyuman.
"ah iya tante, tapii tante om"
" tidak ada tapi-tapian lagian kalian kan emang mau kita jodohkan dari kamu smp" sahut papanya sedikit dengan nada tinggi
"apa pah dari smp" iris semakin kebingungan.
"ah tidak usah dibahas pokoknya kita adain acara pertunangan kamu seminggu lagi" kata-kata papanya yang tidak bisa diganggu gugat membuat iris hanya terdiam dengan wajah muram.
Ia masih sangat terkejut dengan keputusan orangtuanya namun hanya bisa mengiyakan itu semua.
Dikamarnya iris hanya memeluk sebuah boneka beruang besar miliknya sambil terdiam memikirkan hal yang baru saja ia dengar, ia masih belum percaya bahwa dirinya akan dijodohkan oleh orang yang baru ia ketehaui bahkan orang itu guru privatenya sendiri. Tidak masalah karena usia mereka hanya terpaut 4 tahun namun pikiran iris melayang ia benar-benar tidak bisa bersama dengan bryan yang selama 3 tahun ini ia sukai, ia akan berakhir dengan orang yang asing baginya. Ia semakin memikirkan seketika terlintas bayangan seorang pria bersamanya membuat janji yang begitu romantis bayangan itu adalah adrian, irispun seketika tersadar ia merasakan sebuah ingatan yang hilang akan muncul namun juga menyiksanya karena saat ia berusaha mengingat kepalanya akan terasa sakit, iris segera mengambil kotak obat yang ada dilacinya dan meminumnya segera.
.. Tingg.. Suara pesan masuk dari handphonenya. Iris segera mengambil handphonenya dan membaca pesan tersebut.
" malam ris, maaf mungkin ini mendadak namun keputusan orangtua kita tidak bisa kk tolak begitu saja, mungkin kk saat ini asing bagimu tapi kk berusaha meyakinkanmu untuk semakin dekat dengan kk"
Pesan dari adrian, iris membaca dan membalasnya
" aku masih bingung kak, iris perlu penjelasan atas semua ini" balas iris.
Beberapa menit balasan diterima iris.
__ADS_1
" kk akan jelaskan nanti saat private kok" balasan darinya, iris hanya membacanya dan menutup hpnya, lalu membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.
"kenapa? Kenapa harus dijodohkan gue gamau gue gaksiap terus bagaimana bryan, tapi brya juga engga pernah respon, dia cuman respon gue sebagai teman, gue harus bagaimana?" iris terus bergumam dan akhirnya tertidur.
Disisi lain adrian.
" mah pah, apa ini keputusan baik buat dia, ini gak terlalu mendadakan " tanyanya terhadap orangtuanya.
" bukannya dari dulu kamu selalu bilang kamu ingin bersama iris sayang ini udah kami penuhi" sahut mamanya.
" ia mah, tapi drian takut iris tertekan dan membahayakannya lagian kita gak tahu kapan ingatan iris kembali pah mah"
Dengan nada panik
"sudahlah, perlahan dia akan ingat kamu seiring berjalan waktu kalian akan seperti dulu lagi" sahut papanya.
Adrian hanya menghela nafas.
"yaudah adrian istirahat dulu besok kan harus urus meeting sama kliennya papa juga"
"iya nak"
Adrian segera menuju kekamarnya merebahkan badannya ke tempat tidur, mengalihkan pandanganya ke meja dekat tempat tidurnya melihat bingkai foto yang ada dan mengambilnya.
"ris, aku berharap ingatanmu tentang aku, tentang janji kita dulu kembali, aku mau jalani ini semua dengan janji kita dulu aku akan jaga kamu tidak akan biarkan kamu terluka lagi. Gumam adrian sambil memeluk foto dirinya dengan iris.
__ADS_1