my secreet love

my secreet love
19. Karyawisata 5 (bencana )


__ADS_3

Malam semakin gelap dingin semakin menusuk keheningan itu.


Ia terdiam berharap saat ada seseorang yang lewat ia bisa berteriak dengan tenaga yang ia kumpulkan. Namun meskipun terdiam ia tidak bisa berbuat apa apa lagi.


"hah.. Hah gue udah gak kuat lagi tanpa obat gue capek" keluh iris dalam hatinya, penyakit yang seharusnya sudah sembuh entah kenapa bisa kembali lagi. Ia terus menatap ke atas langit gelap dipenuhi bintang -bintang ia seperti berada ditempat yang sangat indah.


.. Krasak... Ia mendengar suara langkah kaki namun percuma ia tidak berdaya lagi nafasnya mulai melemah dan pengelihatanya mulai samar ia perlahan kehilangan kesadarannya.


" iriiiisssssss" pria tersebut menemukannya tanpa pikir lagi ia melompat ke arah iris mengangkat tubuh wanita tersebut dengan wajah semakin cemas.


"iris.. Sadar kk disini kamu pasti baik-baik saja" adrian berusaha membangunkannya namun iris tetap tidak sadarkan diri.


"astaga.. Bertahan ris kk bawa kamu ke rumahsakit sekarang" adrianpun mengangkat tubuh iris dan membawanya pergi segera menuju rumah sakit.


"iriss" teriak teman-temanya terutama reno, bryan, dan viola.


"elu siapa iris kenapa?" tanya bryan menghalangi ardrian.


"dia gak sadar, gu..saya sepupunya cepat saya harus bawa dia ke rumah sakit" jawabnya sambil menatap ke arah bryan.


Bryan bertanya-tanya kenapa sepupunya bisa berada disana namun ia tidak mau memperlambat waktu lagi melihat iris tak berdaya ia hanya bisa membiarkan pria itu membawanya.


"tunggu.. Gue ikut" panggil viola yang sangat terkejut melihat kondisi sahabatnya itu.


"gue juga" sahut reno.


Mereka bertiga segera menuju rumah sakit.


Sementara itu.


" deb, gimana nih gue takut" sahut rina dengan nada cemas.


"diem lo gue na juga takut tau" jawab debby dengan nada bentakan.


"ini ide kita, jadi gue rasa lebih baik kita ngaku dan minta maaf" sahut clarrisa dengan nada canggung.


"apa apan sih lo mau kita dihukum ya kalo dihukum biasa kalo dilaporkan ke polisi gimana". Bentark debby.

__ADS_1


" deb gue gak mau masuk penjara" sahut rina sambil merengek. Mereka bertiga saling berdebat karena ide buruk mereka telah mencelakai seseorang sehingga ada ketakutan yang mereka sembunyikan. Tiba-tiba.


" oh jadi ini ulah kalian" terdengar suara pria dari belakang mereka terkejut dan perlahan melirik ke arah suara itu.


"b.. b.. Bryan lo kok ada disini" jawab deby dengan nada panik.


"tadinya gue mau kembali ke tenda gue mau beresin barang gue, tapi malah kebenaran yang gue temukan, hah.. gak nyangka" dengan nada tinggi bryan menatap ketiga orang tersebut dengan tatapan marah.


"a.. anu maaf bryan kita gak sengaja, niat cuma bercanda" jawab clara sambil menghadap kebawah karena tidak berani menatap ke arah bryan.


"b.. bukan gitu gue bisa jelasin lo salah paham" debby berusaha keras meyakinkan bryan agar mau mendengar penjelasannya.


"arghhhhh.. Sudah gue muak, kalian tidak akan bisa lepas klo terjadi sesuatu sama iris gue akan buat kalian menyesal" nada dingin dan tatapan dinginya mebuat mereka bertiga semakin takut. Bryan meninggalkan mereka dengan marah melewatinya begitu saja, apa yang akan terjadi kepada mereka bertiga tidak ada yang tau.


"arghhhhhhhhhhhh.. Gue harus gimana" teriak deby sambil berlutut lemas karna mereka bertiga ketahuan dan tidak ada yang akan bisa mereka lakukan lagi.


" permisiiiii, suster dokterrrrr" teriak adrian panik sambil menggendong iris dan disusul kedua sahabatnya berlari masuk ke rumah sakit tersebut. Untungnya letak rumah sakit tersebut tidaklah jauh dari lokasi.


Suster yang melihat segera menghampiri dengan ranjang rumah sakit, adrian segera meletakan iris diatas sana dan mereka berlari menuju icu.


"maaf pak tunggu disini kalian tidak boleh masuk". Kata suster. Mereka bertiga menunggu diluar icu dengan wajah panik.


" maaf kak, kita berdoa aja semoga iris gak kenapa-kenapa" reno yang melihatnya segera berusaha menenangkannya. Sedangkan viola hanya duduk terdiam, airmatanya tak terhenti berharap sahabatnya akan baik-baik saja.


"ah, maaf saya terlalu khawatir saya akan segera menelpon orangtuanya" jawab adrian sambil mengambil handphonenya lalu menelpon kerumag iris.


.. Kringg.. Ceklek "hallo, dengan siapa" suara wanita yang terdengar tak asing yaitu pembantu rumah iris mengangkat telpon tersebut.


" ah bibik ini saya adrian om tante ada dirumah" jawabnya.


"oh den adrian ada den sebentar saya panggilkan dulu"


"tidak usah bi, saya sampaikan ke bibi saja nanti bibi sampaikan ke om dan tante"


"ada hal penting apa den" tanya bibi penasaaran karena terdengar suara adrian seperti yang akan dikatakan sangat penting.


"aa.. anu bik, iris masuk Rumah sakit tolong sampaikan ke om dan tante"

__ADS_1


"apa den.. Non iris kenapa" tanya bibi dengan nada terkejut sambil gemetar.


"dia jatuh kejurang bik saat ini dia lagi di icu" jawabnya.


"bb..baik den dirumah sakit mana?"


"rumah sakit primadika bik"


"baik den saya akan sampaikan"


"terimakasih.." adrian menutup panggilanya dan kembali menunggu.


Sementara itu dirumah iris bibi yang panik mendengar kabar tersebut segera memanggil kedua orang tua iris untuk menyampaikan hal tersebut.


"tuaan, nyonyaaaa, den virgo" teriak bibi sambil berlari dengan wajah panik.


"ada apa sih bik kok panik begitu" tanya mama iris.


"a..anu nyonya, tuan, den iii..iitu" jawabnya dengan nada gugup.


"iitu...itu apan sih bik yang jelas kali ah" celoteh virgo


"iaa yang jelas jgan panik gitu ngomongnya bik" sahut papa iris. Mereka bertiga menatap ke ara pembantunya tersebut dengan tatapan penasaran.


"ituu.. Non iris kecelakaaan" sahutnya


"apaaaaaaaaa..." mereka bertiga dibuat terkejut dengan kabar tersebut.


"pah.. Iris pah..." seketika mamanya lemas mendengar kabar buruk anak tentang anak kesayangannya tersebut.


"bibi jangan bercanda dong" kata virgo


"maaaf tuan saya tidak bercanda saya mendengar kabar dari den adrian" sahut bibi dengan kata terbata-bata.


"adrian, terus sekarang iris di rumahsakit mana?"


"RS PRIMADIKA tuan, kalo begitu saya permisi ngurus kerjaan dibelakang tuan" jawab bibi dan bibi bergegas pergi meninggalkan mereka diruang tamu.

__ADS_1


"maaahhhh" teriak papanya iris dengan nadaa khawatir melihat istrinya terjatuh kebelakang dengan badan lemas, shock mendengar kabar buruk anaknya mereka memutuskan pergi saat itu menuju rumah sakit.


__ADS_2