my secreet love

my secreet love
38. Liburan 4


__ADS_3

Ceklek.. Suara pintu terbuka terdengar pelan.


"aahh, viola sudah tidur duluan". Iris melangkah perlahan kearah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya perlahan agar viola tidak terbangun.


"huh, sebenarnya apa yang terjadi! Kenapa gue tidak bisa nolak perasaan gue, huft mungkin ini yang terbaik gue harus bisa fightiiing iris lo pasti bisa melewatinya, tidur ah capek!". Iris pun memejamkan matanya dan terlelap saat itu juga.


*dikamar adrian


Lelaki itu masih duduk disofa, airmata mengalir di pipinya dia bahagia dia juga sedih dua perasaan yang tercampur menjadi satu.


Ia menatap sebuah photo terlihat dua orang anak kecil yang satunya anak laki-laki berumur 16 tahun dan satunya lagi anak perempuan berusia 11 tahun mereka terlihat gembira di photo tersebut.


"* aku rindu, akhirnya aku bisa bersamamu lagi meskipun kamu lupa siapa aku. Aku akan berusaha membuatmu mengingat aku lagi meskipun aku harus berusaha sekeras mungkin*". Kata pria tersebut sambil memeluk bingkai photo itu.


Malam panjang akhirnya berganti menjadi pagi yang bersinar.


"* selamat pagi semuaa*." sapa adrian.


"* pagi kak*. " heh mereka bertiga menjawab dengan kompak dan menuju kearah meja makan.


"* wah sarapannya buatan pak iwan ya, pasti enak*". Kata reno sambil menatap semua hidangan diatas meja makan.


"iya nih kelihatan enak banget". Jawab viola


"yuk, kalian bisa makan sesuka kalian". Jawab adrian. Adrian menatap kerah iris, namun iris terlihat gugup iris hanya terdiam.


Senyum tipis terbentuk di wajah adrian


"*sayang kamu mau sarapan apa?".

__ADS_1


"uhuuuukkkkk*!" tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang batuk


".eh reno pelan-pelan dong makan kaya bocah aja lu". Kata viola


"tunggu deh, sayang?". Tanya viola sambil menatap iris. "*riiissssss".


"eeehhh mampus lo, ups!, apaan sih lo kampret kaget gue tau*". Iris seketika meneriaki sahabatnya tersebut.


"astaga tuhan dari tadi lo ngelamun?".


"gak koo, eh ada apa sih kenapa tuh anak batuk batuk?". Tanya iris.


"*parah lo!".


"sayang, kamu ngelamun*?". Adrian kembali memanggil iris dengan sebutan sayangnya.


"*mulai hari ini saya akan panggil sebutan itu untuk seterusnya kalo kamu mau kamu bisa panggil saya sayang juga itu terserah kamu".


"eehhhh*,". Iris semakin gugup mendengar ucapan adrian sedangkan viola dan reno hanya saling menatap satu sama lain sambil tersenyum.


"apa kamu keberatan?". Tanya adrian.


"gak kak iris gak keberatan kok dia justru seneng". Jawab viola.


"olllaaaa". Bentak iris. Viola pun mengedipkan kedua matanya seolah memberi isyarat untuk menurutinya.


"*aahh yaya, gak apa kak boleh panggil iris semaunya kakak, tapi aku belum terbiasa aku akan berusaha nanti kak".


"nah gtu donk ris gue kan ikut bahagia reno juga ya kan ren".

__ADS_1


"iii..iyaa uhukkk!".


"eh reno lo masih batuk nih air makanya klo makan itu pelan*". Viola memberikan air untuk reno.


"makasih sayang,". Adrian menjawab dan tersenyum kearah iris.


Suasana sarapan pun bercampur aduk keseruan dan rasa canggung bercampur jadi satu di atas meja makan. Akhirnya mereka selesai. Adrian mengajak mereka bertiga untuk jalan-jalan ke kebun teh milik keluarganya.


"* waahhh indah banget*". Viola sangat bersemangat melihat begitu luasnya kebun milik keluarga kusuma dan pemandangan yang begitu indah.


"gue mau liat sebelah sana". Kata reno


"gue ikut". Jawab viola


"gue juga". Jawab iris dan melangkah mengejar reno dan viola "aduuuuh". Tiba-tiba iris tersandung batu karena terburu-buru mengejar kedua sahabatnya tersebut.


"eeehh". Iris menatap kearah bawah tubuhnya hampir saja terjatuh ke bawah saat itu adrian dengan cepat menangkap tubuh iris yang hampir menyentuh tanah.


"hati-hati, sayang". Katanya sambil tetap berada diposisi ia menopang tubuh mungil iris dengan kedua tangannya, perlahan ia mengangkat iris dan membantunya berdiri.


"hmm.. Terimakaasih kak". Iris mengalihkan pandangannya kesegala arah ia merasa sangat canggung dan seketika jantungnya berdebar tidak karuan.


"aah mereka sudah jauh, yuk kk kita susul mereka". Iris segera mendahului adrian berjalan menyusul reno dan viola.


"eeeh". Tiba-tiba langkah iris terhenti ia menatap tangannya yang saat itu digenggam oleh adrian.


"yuk jalan, jangan sampe kamu tersandung lagi". Kata adrian perlahan menggandeng tangan iris dan melangkah bersama.


Sepanjang hari mereka menikmati suasana perkebunan ditempat itu, mereka merasa bebas. Sepanjang hari itu adrian tidak melepaskan genggaman tangannya kepada iris. Mereka menikmati hari itu hingga sore

__ADS_1


__ADS_2