my secreet love

my secreet love
13 ( sesuatu yang mengejutkan)


__ADS_3

Ceklek... Suara pintu terdengar seseorag masuk. " non iris sudah pulang" tanya bibi


.. "hah iya bik mama papa sama virgo mana" iris duduk sambil menyenderkan badannya di sofa.


" tuan dan nyonya barus saja pergi non katanya ada urusan, kalo den virgo dikamar non" jawab bibi


"hah oke bik, aku kekamar dulu" iris langsung terbangun dan menuju ke kamarnya


" mau bibik buatkan makan siang apa non"


"apa saja bik makasih" dengan langkah cepat menuju kekamar.


Iris membuka pintu kamar dan langsung merebahkan badannya ke tempat tidurnya.


Sekilas pikiran yang tak karuan terbayang mngisi pikirannya.


" harusnya gue seneng banget ya kan, tapi kenapa senengnya malah biasa aja. Ah bodo ah yang penting hari ini gue deket dong ya sama bryan" gumamnya


Ting.. Suara pesan masuk dari hp nya. Dengan cepat ia membuka pesan tersebut.


Pesan :


Hay iris ?


"siapa nih kok nomer baru ya gue balas gak ya" tanpa basa basi ia langsung mengetik "


Balasan:


" hay, ini siapa? " tanya iris penasaran


Beberapa menit kemudian pesan baru masuk dari handphone nya.


" ini steve kakanya bryan "


Iris langsung terbangun dan membaca pesan tersebut dengan heran.


" hah, kak steve ngapain bisa chat gue sih " gerutu iris. Ia pun membalasnya.


" oh kak steve ada apa ya kak"


" hemm, gak apa sih ris kk cuman iseng aja ngechat kamu save nomer kk ya"


" hah iseng" pikiran iris terus melayang dengan isi dari pesan tersebut.


"iya kak iris save" iris membalas kembali peesan tersebut.


" besok kan libur, kakak boleh ajak kamu jalan gak?"


Pesan itu membuat iris mengrenyitkan alisnya, ia kebingungan kenapa tiba-tiba kak steve bisa chat dia dan ngajakin jalan.

__ADS_1


" wah ini kerjaan ola pasti ngasi nomer gue udh tau gue naksir bryan". Isi hati iiris


Ia mulai mengecam sahabatnya siap siap memaki sahabatnya tersebut.


" eh gimna kak, jalan beso berdua" balas iris.


"engga kok berempat deh sama bryan sama olla"


"ah iya kak"


"oke besok kk tunggu dirumah violla ya, bye ris"


"oo oke kak bye"


Chat mereka pun berakhir namun iris masih penasaran kenapa buka bryan atau violla yang langsung chat.


" hah, bryan jg ikut gpp deh jarang jarang gue keluar bareng"


Iris kembaali merebahkan tubuhnya kekasur


Tok.. Tokk suara ketukan pintu dari luar


"siapa" sahut iris yang sedari tadi sedang asyik memeluk bantal dan membaca novel. Kesukaanya.


" bibi non" iris beranjak dari tempat tidur segera membuka pintu.


" makanan udah bibi siapin dibawah non"


"oh iya iris segera kebawah"


" baik non"


Bibi segera meninggalkan iris, seteelah itu iris pun menyusulnya kebawah.


Diruang makan.


"huaheeem bik, mama papa sudah balik" seperti biasa iris gaya iris yang sangat cuek dirumahnya berpenampilan seeadanya menuju ruang makan berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya yang ia tau bahwa hanya ada dia,bibi dan adiknya.


Namun ia terdiam ketika melihat ke arah meja makan terlihat orang tuanya, adiknya dan tiga orang luar yang familliar yang ia lihat sedang asyik berbincang dimeja makan, namun tiba-tiba teralihkan pandangan mereka saat ia berdiri disana.


"eeeh" ia terkejut dan seketika mengubah sikapnya.


"astagah.. Anak ini " mamanya segera beranjak dari kursinya menuju ke arah iris


"apaa apaan sih malu maluin saja kamu cepetan ganti baju" perintah mamanya.


Ia melihat kearah meja makan terlihat pandangan yang memperhatikannya, adik laki-laki nya tertawa kecil memperhatikan dirinya, ada papanya yang hanya terdiam, seorang pria dan wanita seusia papa mamanya hanya menatapnya sembari tersenyum dan seorang pria familliar menggunakan kemeja putih panjang celana jeans menggambarkan karaktrer tegas berwibawa dan wajah tampann yang tak bisa dijelaskan lagi ia hanya melihat dan tersenyum melihat penampilan iris yang cuek


" hah mah pulang kok gak bilang iris kira hanya iris sama virgo doang loh" bisik iris ke mamanya

__ADS_1


"udah cepet ganti"


"iya iya" iris segera berlari ke kamar mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih rapi, ia turun menghampiri mereka dengan rasa malu segera duduk bersebelahan dengan pria tersebut, iris kembali menatap pelan pria disampingnya namun ia melihat pria tersebut kembali tertawa kecil.


" nah udah lengkap disini semua" papa iris memulai percakapan.


"iya" sahut pria yg seumuran dengannya


Iris hanya menoleh kebingungan.


"ris" panggil papanya.


"iya pah" sahut iris dengan nada gugup


" kamu kenalan dulu sama om rendy dan tante ira mereka orang tua adrian"


Iris pun berdiri memperkenalkan dirinya.


"hallo om tante, saya irisiana wijaya senang bertemu dengan kalian"


"halo nak iris, kamu masih cantik ya sama seperti dulu tingkah lakumu lucu" jawab mama adrian sambil tersenyum.


Iris pun duduk kembali.


Berbaur di dalam ruang makan mereka berbicara dengan senangnya, sementara itu iris hanya terdiam sambil sesekali menoleh kesebelahnya, seorang pria tampan tinggi putih, dengan kesan bijaksana dan mampu meluluhkan hati setiap wanita yang ada.


Tak jarang mata mereka saling bertatapan,


" yaampun ganteng sih, tapi tetep dong ya gue lebih suka lihat bryan, hemm tapi kok deg degan gini" suara hati iris meronta.


Beberapa waktu kemudian obrolan mereka terhenti dan teralihkan dengan perbincangan serius antara mereka.


" nah anak anak jadi sebenernya kami adain acara makan malam bersama karena mau bahas sesuatu" jelas papa iris sembari tersenyum ke arah iris dan adrian.


Iris hanya terdiam memperhatikan orang tua mereka dengan rasa penasaran, hal penting apa yang akan mereka katakan. Disisi lain pandangan adrian tidak lepas dari iris yang sedang menatap papanya dengan tatapan kebingungan.


" ada apa si pah, ada yang ulang tahun atau papa menang tender ya" sahut iris.


Senyum kecil terlukis di wajah adrian ketika melihat iris bertanya.


" bukan sayang, denger dulu dong" jawab mamanya dengan senyum kecil.


Iris merasa semakin penasaran dengan apa yg akan dikatakan.


" buat lebih pasti biar om rendy saja yang menjelaskannya" sahut papanya.


Disisi lain iris hanya memperhatikan dan ia merubah perhatianya ke papanya adrian.


" hem jadi gini saya yang lanjutkan, kita berencana memperkuat tali persahabatan antara keluarga kita dengan mempersatukan iris dan adrian".

__ADS_1


__ADS_2